Pemprov Sumut Gelontorkan Rp6,9 Miliar untuk Rehabilitasi Irigasi Javacolonisasi di Simalungun.

waktu baca 2 menit
Sabtu, 19 Sep 2026 20:15 63 net24jam

NET24JAM ID || Simalungun.- Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat infrastruktur pertanian daerah dengan resmi mengalokasikan anggaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp6,9 miliar. Anggaran ini dikucurkan untuk proyek rehabilitasi Saluran Irigasi Javacolonisasi (PHTC-5b) yang berlokasi di Kecamatan Pematang Bandar, Kabupaten Simalungun.

Proyek strategis di bawah pengawasan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pemprovsu ini ditargetkan mampu mengairi area layanan irigasi seluas kurang lebih 1.030 hektar. Saluran irigasi vital ini melintasi enam wilayah nagori, yaitu Nagori Purba Ganda, Purwosari, Purwodadi, Wonorejo, Kandangan, dan Nagori Talun Rejo. Dalam pelaksanaannya, proyek ini dikerjakan oleh CV AA Group selaku kontraktor pelaksana dengan didampingi oleh CV HAWAREN ENJENERING sebagai konsultan pengawas.

Langkah ini mendapat respons positif dari masyarakat setempat yang selama ini menghadapi kendala distribusi air ke lahan persawahan mereka, terutama saat musim kemarau.

Tokoh masyarakat Nagori, Lili Efendi, menyampaikan apresiasi mendalam atas realisasi perbaikan saluran yang telah lama dinantikan warga. Namun, ia juga menegaskan pentingnya menjaga kualitas pembangunan dari proyek dengan anggaran besar tersebut.

“Kami sangat bersyukur atas realisasi proyek irigasi Javacolonisasi ini. Selama ini, distribusi air ke sawah warga sering tidak merata. Dengan anggaran yang cukup besar ini, kami berharap kualitas bangunannya benar-benar kokoh. Masyarakat juga berkomitmen untuk ikut mengawal jalannya proyek di lapangan agar berjalan profesional dan tepat waktu,” ujar Lili Efendi saat ditemui di lokasi proyek, Sabtu (19/9/2026).

Merespons aspirasi masyarakat, pemerintah memastikan seluruh proses pengerjaan di lapangan akan dikawal dengan standar kualitas tertinggi melalui pengawasan ketat secara berkala.

UPL 4 Javacolonisasi / Purbo Gondo, Syukur Susilo, menegaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan pihak rekanan untuk bekerja secara maksimal sesuai spesifikasi teknik baku yang telah ditentukan guna mengantisipasi adanya kendala teknis atau keterlambatan.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan dan partisipasi masyarakat dalam mengawal proyek ini. Kami sudah instruksikan kepada CV AA Group selaku kontraktor untuk bekerja maksimal sesuai dengan spesifikasi teknis baku. Kualitas adalah harga mati karena saluran ini vital bagi produktivitas pangan,” tegas Syukur Susilo.

Syukur menambahkan, proyek fisik ini ditargetkan selesai tepat waktu agar manfaat pasokan air ke lahan seluas 1.030 hektar tersebut bisa segera dirasakan langsung oleh petani pada musim tanam berikutnya.

Melalui rehabilitasi Saluran Irigasi Javacolonisasi ini, Pemprovsu berharap dapat menghadirkan solusi jangka panjang bagi pemenuhan kebutuhan air persawahan di Kecamatan Pematang Bandar. Ketersediaan suplai air yang stabil diproyeksikan dapat mendongkrak indeks pertanaman (IP) petani setempat dan berkontribusi signifikan pada ketahanan pangan Daerah Sumatera Utara.

(Mariono)

LAINNYA