Efek Jalan Rusak Parah, Warga Panabari Tolak PETI Menggunakan Ekskavator

waktu baca 2 menit
Senin, 7 Sep 2026 18:13 226 net24jam

NET24JAM.ID || Tabagsel.- Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang diduga berlangsung di wilayah sungai Batang Gadis perbatasan Kabupaten Tapanuli Selatan Panabari – Mandialing Natal Provinsi Sumatera Utara kembali menuai penolakan. Warga menyebut lalu-lalang alat berat jenis ekskavator telah membuat jalan akses perkebunan rusak parah. Senin, 7/9/2026.

Kembar Simanungkalit, warga Panabari mengatakan kerusakan jalan akibat mobilisasi alat berat ekskavator PETI kini menjadi persoalan serius bagi masyarakat. Jalan tersebut merupakan akses utama warga menuju kebun sekaligus jalur untuk mengangkut hasil pertanian.

“Jalan ini satu-satunya akses kami untuk berkebun dan mengangkut hasil kebun. Sekarang rusak parah karena terus dilalui alat berat,” ujar Kembar Simanungkalit.

Menurut Kembar Simanungkalit, persoalan tidak berhenti pada kerusakan jalan. Warga juga mengkhawatirkan dampak aktivitas pertambangan terhadap lingkungan, sumber air dan keselamatan masyarakat.

Ia meminta pemerintah daerah dan aparat penegak hukum tidak sekedar melihat persoalan tersebut sebagai kerusakan infrastruktur, tetapi juga memeriksa legalitas aktivitas pertambangan serta keberadaan alat berat yang beroperasi di lokasi.

“Kalau memang tidak memiliki izin, kami meminta segera dihentikan. Jangan kami masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari kebun justru menjadi korban,” katanya.

Warga juga mendesak pihak yang bertanggung jawab atas kerusakan jalan agar melakukan pemulihan. Mereka menilai tidak adil apabila keuntungan dari aktivitas pertambangan dinikmati pihak tertentu, sementara kerusakan dan dampaknya harus ditanggung masyarakat.

Kembar menegaskan warga Panabari tidak menolak pembangunan ataupun aktivitas ekonomi. Namun, aktivitas tersebut, menurut dia, tidak boleh mengorbankan ruang hidup dan mata pencaharian masyarakat.

“Kami bersatu menolak PETI. Kami minta jalan diperbaiki dan lingkungan kami dilindungi. Jangan korbankan masyarakat demi kepentingan segelintir pihak,” tegasnya.

Warga berharap aparat penegak hukum segera turun lagi ke lapangan untuk melakukan penindakan terhadap aktivitas PETI perbatasan Tapanuli Selatan – Mandailing Natal sesuai ketentuan hukum.

Sementara itu, pihak yang diduga melakukan aktivitas pertambangan maupun pemilik atau operator alat berat belum memberikan keterangan terkait tudingan warga tersebut.

(Dedi Tison).

LAINNYA