Huma Rongan Didirikan Berikan Seribu Harapan Warga Dusun Emori

waktu baca 4 menit
Minggu, 6 Sep 2026 20:42 35 net24jam

NET24JAM.ID || Namrole.- Bupati Buru Selatan, La Hamidi, secara langsung menghadiri dan memimpin Gerakan Menanam Kasbi di Pekarangan sekaligus Peletakan Batu Pertama Rumah Ternak “Huma Rongan” di Dusun Emori, Desa Namrinat, Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan, Provinsi Maluku, Sabtu (05/09/2026).

Kegiatan ini digagas oleh Komunitas Warga Buru Selatan Mandiri yang diinisiasi Pdt. Roswel Nurlatu.

Rangkaian acara diawali dengan penyerahan simbolis bibit kasbi dari Tokoh Adat Geba Rebut Yunus Solissa yang juga Pemilik lahan, kepada Bupati, sebagai simbol restu dan dukungan adat.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan batu pertama pembangunan “Huma Rongan” oleh Tokoh Adat Geba Rebut sebagai simbol restu dan dukungan adat.

Setelah itu dilanjutkan dengan penanaman bibit kasbi secara bersama-sama oleh Bupati La Hamidi, Wakil Bupati Gerson E Selsily, Sekda Ali Awan dan sejumlah pejabat lainnya.

Mengawali sambutannya, Ketua Komunitas Warga Buru Selatan Mandiri, Pdt. Roswel Nurlatu memimpin semua yang hadir untuk kompak meneriakkan yel-yel penyemangat. Suasana penuh sukacita dan kebersamaan terasa sejak awal.

Pdt. Roswel Nurlatu selaku Inisiator Komunitas Warga Buru Selatan Mandiri menegaskan, gereja hanya sebatas memfasilitasi.

“Kami hanya fasilitasi. Karena warga ingin menanam, tapi terkendala ternak sehingga gereja memfasilitasi untuk membuat rumah ternak. Warga Emori harus mandiri. Desember semua ternak sudah harus masuk dan tahun 2027 sudah bisa melakukan penanaman,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya manajemen. “Kita selalu kerja keras, tetapi kita tidak mampu mengatur hasil kerja kita sehingga kita berjalan di tempat. Kita harus pertahankan etos kerja, konsisten. Januari kita tanam, kapan kita bisa menikmati hasil,” lanjutnya.

Dalam sambutannya, Bupati La Hamidi mengapresiasi tinggi inisiatif warga Emori. Ia mengaku telah mengikuti perkembangan kegiatan warga melalui media sosial.

“Saya begitu mengikuti perkembangan di media sosial dan saya melihat perkembangan yang luar biasa. Ada aktivitas ekonomi yang jalan, walaupun hanya melalui daun Kasbi saja. Tapi sudah sangat membantu masyarakat,” ujar Bupati.

Bupati menyebut, kegiatan ini justru mendahului program Pemerintah Daerah dan Kementan. “Terima kasih kepada Pak Roswel yang telah menginisiasi. Kalau ada 81 orang seperti Pak Roswell di 81 desa di Buru Selatan, Pemerintah Daerah tidak kepala sakit,” katanya.

Ia mendorong agar singkong atau kasbi menjadi pangan lokal strategis. Mencontoh Lampung Tengah yang memiliki 17 pabrik singkong, Bupati yakin kasbi punya pasar luas untuk hilirisasi menjadi tepung, tapioka, hingga pakan ternak.

“Kita sudah dapat dukungan Gubernur Maluku dan Pemerintah Pusat. Kedepan pasti akan ada bantuan-bantuan lagi untuk Buru Selatan untuk Hilirasi Ubi Kayu. Kalau sudah ada industri, kita bisa tanam setengah atau 1 hektar untuk biaya wisuda dan biaya masuk kuliah,” jelas La Hamidi.

Bupati juga menunjukkan roti berbahan kasbi sebagai bukti bahwa pangan lokal bisa menggantikan beras. “Semua Kepala Desa harus juga bisa melakukan ini, Pak Roswel saja bisa menginisiasi gerakan menanam kasbi di pekarangan, tanpa ada sokongan danaJangan terlalu banyak pesimisme,” pesannya.

Di akhir sambutan, Bupati memerintahkan Kadis PU untuk memberi perhatian pada bronjong di Kali Emori dengan dan perbaikan jalan tani beserta peralatan yang dibutuhkan warga.

Urbanus Tasane, Sekretaris Komunitas Warga Buru Selatan Mandiri sekaligus Koordinator Lapangan, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati.

“Ucapan terima kasih Pak Bupati untuk kehadirannya dan untuk melihat kami masyarakat kecil di desa ini. Hari ini baru 16 bilik saja, tetapi kami berharap kedepan semua warga Emori bisa punya bilik,” ucapnya.

Ia berharap gerakan mengandangkan ternak ini bisa menjadi contoh bagi seluruh warga Buru Selatan. “Mari kita gerakan untuk ternak di kandangkan dan ini menjadi contoh bagi seluruh warga Buru Selatan yang punya ternak,” ujarnya.

Urbanus juga menyampaikan aspirasi warga terkait kendala jalan tani di lapangan dan memohon perhatian Bupati dan Kepala Dinas PUPR untuk kondisi kali di Dusun Emori.

Kegiatan kemudian diakhiri dengan kampanye Makan Kasbi yang dipimpin oleh Pdt. Roswel Nurlatu.
Dalam kampanye tersebut Pdt Roswel mengarahkan Bupati dan Wakil Bupati serta jajaran pimpinan OPD untuk merenungkan, seandainya saja masyarakat Buru Selatan lebih suka makan kasbi daripada nasi, maka petani Buru Selatan akan terbantukan, karena hasil pertanian mereka akan laris terjual dan meningkatkan ekonomi warga. Pdt Nurlatu juga mengatakan kasbi merupakan makanan lokal Buru Selatan, makanan yang sehat dan ekonomis. Ayo makan kasbi. Melalui kegiatan ini warga Emori menyatakan komitmennya untuk mewujudkan desa yang mandiri pangan dan ekonomi.

(Charls)

LAINNYA