Kerjasama PT. SDJP dengan Mediator Dapur MBG Gagal, Pemilik Lahan Kecewa

net24jam
13 Feb 2026 08:03
DAERAH KABAR 0 94
2 menit membaca

NET24JAM.ID || Simalungun,- Proyek MBG Mandiri Kerjasama antara PT. Surya Dharma Jaya Perkasa (SDJP) dengan mediator di Kecamatan Dobana Kecamatan Siantar dan kecamatan Tapian dolok, simalungun, sumatera utara, terancam gagal. Empat titik dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijanjikan belum jelas statusnya sejak 2025 hingga 2026, membuat kontraktor/mediator dan pemilik lahan yang dijanjikan PT. SDJP akan disewa (dikontrak) pertahun Rp. 20.000.000 (dua puluh juta rupiah) merasa kecewa.

Lahan yang hasil survei tim Korwil pt sdjp yg diajukan ke Badan Gizi Nasional (BGN) titik koordinatnya sesuai dgn ketentuan. Tdak jauh dari penerima manfaat. lahan dapur ini diajukan sejak tanggal 26 April 2025 melalui Korwil perusahaan Andreanata Nasution dan Junaidi ada 4 titik, yaitu:
– 1 titik di Kecamatan Tapian Dolok
– 2 titik di Kecamatan Dolok Batu Nanggar
– 1 titik di Kecamatan Siantar .

Pemilik lahan merasa kecewa dengan situasi ini.

“Kami sudah memberikan lahan kami, tapi tidak ada hasil. Kami tidak tahu apa yang terjadi,” kata salah satu pemilik lahan.

Kontraktor sebagai mediator juga merasa bahwa PT. SDJP tidak serius dalam menjalankan kerjasama ini.

“Kami sudah menunggu lama, tapi tidak ada kejelasan. Kami merasa dibohongi” kata salah satu pemilik lahan.

Dalam surat pemberitahuan (SP) yang diterima oleh kontraktor dari PT. SDJP menyatakan masih menunggu keputusan dari Badan Gizi Nasional (BGN) tentang apakah titik koordinat lahan yang telah diajukan disetujui atau tidak.

“Kami masih menunggu keputusan dari BGN baru dapat memulai pembangunan gedung dapur bergizi,” demikian isi surat tersebut.yang tertanggal 27 januari 2026.

(Kasim)