Menu

Mode Gelap
Ciptakan Sitkamtibmas Yang Kondusif Kapolres Dairi Lounching Program Lapor Pak Kapolres Maraknya Galian C Ilegal Kredibilitas SDM PTPN IV Unit Kebun Balimbingan Di Pertanyakan Tangkap Pelaku Ekspor Minyak Goreng? BEM PTNU Apresiasi Langkah Polri Pidato Peringatan Hardiknas 2022, Nadiem Makarim Banjir Pujian Apresiasi Kinerja Polri Menangani Mudik Lebaran

Tak Berkategori · 15 Mei 2021 04:30 WIB ·

Kalang Kabut Serangan Gaza, Amerika Tarik Personil Militer dari Israel


 Kalang Kabut Serangan Gaza, Amerika Tarik Personil Militer dari Israel Perbesar


Amerika, NET24JAM.ID – Dikarenakan tingkat keamanan di Israel semakin tidak stabil, Amerika Serikat (AS) memanggil sejumlah warganya pulang. Tidak hanya itu, Negara tersebut juga menarik 120 personilnya dari Tel Aviv pada Kamis (13/5/2021) lalu.

Ditengah eskalasi serangan kelompok pejuang Hamas dari Jalur Gaza Palestina yang menyasar ke sejumlah wilayah di Israel. Membuat kondisi keamanan di Israel kian parah. 

Departemen Pertahanan AS memerintahkan agar ratusan personil militernya itu diterbangkan kembali ke Pangkalan Udara AS Ramstein di Jerman.

Keberadaan personil militer AS di Tel Aviv, direncanakan untuk melakukan latihan tentara gabungan dengan Israel. Tentara AS itu, baru tiba di Israel, pada Kamis (13/5/2021) waktu setempat, dan berencana mendarat di Bandara Ben Gurion, di Tel Aviv.

Namun, rencana pendaratan itu dialihkan ke Bandara Ramon karena bandar udara utama yang berada di Israel, menjadi salah satu wilayah sasaran serangan paling masif roket-roket pejuang Hamas dari Gaza.

Akan tetapi, pendaratan personil militer paman sam tersebut di Bandara Ramon yang berada di wilayah selatan perbatasan antara Israel, dan Yordania, itu pun tak luput dari hantaman roket-roket pejuang Brigade al-Qassam dari Gaza.

Serangan-serangan roket ke wilayah Israel tersebut membuat AS memutuskan cepat menerbangkan kembali personilnya ke zona aman. AS mengangkut personilnya ke Benua Eropa, pada saat itu juga dengan pesawat militer C-17.

“Kekerasan yang terus berlanjut dan kurangnya pilihan menggunakan perjalanan udara komersial, memberikan alasan untuk pergi dengan transportasi militer,” bunyi pernyataan Kemhan AS dikutip the Independent, Jumat (14/5/2021).

Selain menarik kembali personil militernya dari zona perang Israel-Palestina, AS pun memastikan pembatalan sejumlah penerbangan maskapai sipilnya ke wilayah tersebut. 

Dilaporkan, maskapai United Airlines, Delta Air Lines, dan American Airlines membatalkan seluruh perbangan sipil dari AS menuju Tel Aviv Israel.

Sementara itu, eskalasi saling serang antara Tentara Pertahanan Israel (IDF), dan kelompok pejuang Hamas, Brigade al-Qassam masih terus berlanjut. Times of Israel melaporkan, sejak Rabu (12/5), dan Kamis (13/5) waktu setempat, kelompok Hamas sudah menerbangkan sebanyak 1.750 roket untuk menyerang ke hampir seluruh wilayah Israel.

Sebanyak 300 serangan roket, dikatakan dicegat Iron Dome, sistem pertahanan serangan udara Israel. Serangan roket paling masif, berada di Tel Aviv, dan kota-kota berpenduduk lainnya.

Akibat serangan-serangan roket Hamas tersebut, Haaretz melaporkan, tujuh warga Israel tewas. Sedangkan serangan udara IDF ke wilayah Jalur Gaza, menelan korban jiwa sebanyak 103 orang, termasuk 27 anak-anak, balita, dan sekitar 580 warga Gaza lainnya mengalami luka-luka akibat bom-bom dari serangan udara. 

(Red/WE Online)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Tak Berkategori · 15 Mei 2021 04:30 WIB ·

Kalang Kabut Serangan Gaza, Amerika Tarik Personil Militer dari Israel


 Kalang Kabut Serangan Gaza, Amerika Tarik Personil Militer dari Israel Perbesar


Amerika, NET24JAM.ID – Dikarenakan tingkat keamanan di Israel semakin tidak stabil, Amerika Serikat (AS) memanggil sejumlah warganya pulang. Tidak hanya itu, Negara tersebut juga menarik 120 personilnya dari Tel Aviv pada Kamis (13/5/2021) lalu.

Ditengah eskalasi serangan kelompok pejuang Hamas dari Jalur Gaza Palestina yang menyasar ke sejumlah wilayah di Israel. Membuat kondisi keamanan di Israel kian parah. 

Departemen Pertahanan AS memerintahkan agar ratusan personil militernya itu diterbangkan kembali ke Pangkalan Udara AS Ramstein di Jerman.

Keberadaan personil militer AS di Tel Aviv, direncanakan untuk melakukan latihan tentara gabungan dengan Israel. Tentara AS itu, baru tiba di Israel, pada Kamis (13/5/2021) waktu setempat, dan berencana mendarat di Bandara Ben Gurion, di Tel Aviv.

Namun, rencana pendaratan itu dialihkan ke Bandara Ramon karena bandar udara utama yang berada di Israel, menjadi salah satu wilayah sasaran serangan paling masif roket-roket pejuang Hamas dari Gaza.

Akan tetapi, pendaratan personil militer paman sam tersebut di Bandara Ramon yang berada di wilayah selatan perbatasan antara Israel, dan Yordania, itu pun tak luput dari hantaman roket-roket pejuang Brigade al-Qassam dari Gaza.

Serangan-serangan roket ke wilayah Israel tersebut membuat AS memutuskan cepat menerbangkan kembali personilnya ke zona aman. AS mengangkut personilnya ke Benua Eropa, pada saat itu juga dengan pesawat militer C-17.

“Kekerasan yang terus berlanjut dan kurangnya pilihan menggunakan perjalanan udara komersial, memberikan alasan untuk pergi dengan transportasi militer,” bunyi pernyataan Kemhan AS dikutip the Independent, Jumat (14/5/2021).

Selain menarik kembali personil militernya dari zona perang Israel-Palestina, AS pun memastikan pembatalan sejumlah penerbangan maskapai sipilnya ke wilayah tersebut. 

Dilaporkan, maskapai United Airlines, Delta Air Lines, dan American Airlines membatalkan seluruh perbangan sipil dari AS menuju Tel Aviv Israel.

Sementara itu, eskalasi saling serang antara Tentara Pertahanan Israel (IDF), dan kelompok pejuang Hamas, Brigade al-Qassam masih terus berlanjut. Times of Israel melaporkan, sejak Rabu (12/5), dan Kamis (13/5) waktu setempat, kelompok Hamas sudah menerbangkan sebanyak 1.750 roket untuk menyerang ke hampir seluruh wilayah Israel.

Sebanyak 300 serangan roket, dikatakan dicegat Iron Dome, sistem pertahanan serangan udara Israel. Serangan roket paling masif, berada di Tel Aviv, dan kota-kota berpenduduk lainnya.

Akibat serangan-serangan roket Hamas tersebut, Haaretz melaporkan, tujuh warga Israel tewas. Sedangkan serangan udara IDF ke wilayah Jalur Gaza, menelan korban jiwa sebanyak 103 orang, termasuk 27 anak-anak, balita, dan sekitar 580 warga Gaza lainnya mengalami luka-luka akibat bom-bom dari serangan udara. 

(Red/WE Online)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Demi Kenyamanan Warga Polres Tanjung Balai Tugaskan Personil Jaga Lokasi Rekreasi

9 Mei 2022 - 00:58 WIB

Antisipasi Guantibmas, Polres Dairi Gelar Apel Kesiapan Pengamanan Malam Takbir.

1 Mei 2022 - 14:29 WIB

Jaga Situasi Aman Dan Kondusif, Sat Polairud Polres Tanjung Balai Gelar Patroli

25 April 2022 - 14:40 WIB

Pengurus Sub Rayon AMPI Kelurahan Karang Berombak Giat Bagi TakjilJelang Waktu Berbuka Puasa

25 April 2022 - 08:35 WIB

Proyek MCK TA Tahun 2021 Mangkrak, Kabid Perkim Janji Akan Tinjau Lokasi Proyek

19 Januari 2022 - 08:04 WIB

Unit Reskrim Polsekta Belawan Doorr Dua Residivis Rampok Yang Resahkan Warga

14 Januari 2022 - 04:19 WIB

Trending di Tak Berkategori