Menu

Mode Gelap
Dugaan Pencurian Suara Caleg dari Partai Golkar di Medan Mulai Mencuat Korban Meninggal, Polisi Tangkap Pelaku Buron Penganiayaan di Belawan Plt Bupati Labuhanbatu Didampingi Kepala BPKAD Hadiri RUPS di Medan Wujudkan Generasi Berakhlak Mulia Melalui Hikmah Isra’ Mi’raj 1445 H Plt. Bupati Ellya Rosa Siregar Mengucapkan Selamat Merayakan Hari Cap Gomeh Kepada Masyarakat Tionghoa.

Tak Berkategori · 6 Nov 2021 12:47 WIB · waktu baca : ·

Camat Medan Kota Cek Cok dan Hampir Fight Dengan Mak mak Pedagang Kaki Lima


 Camat Medan Kota Cek Cok dan Hampir Fight Dengan Mak mak Pedagang Kaki Lima Perbesar

Medan,NET24JAM.ID –    Kegaduhan pedagang pakaian kali lima dengan Camat Medan Kota hampir terjadi baku hantam disebabkan lapak jualan dirusak dan barang dagangan disita pada Sabtu (6/11/2021) sekitar pukul 16.45 Wib.

Kejadian tersebut terjadi di Seputaran Stadion Teladan Jalan Gedung Arca tepatnya didepan Kampus ITM, Camat Medan Kota Tengku Chairuniza beseteru dengan mak mak Pedagang pakaian Kaki Lima bernama Silvia Tampubolon dikarenakan lapak dagangannya dirusak dan barang dagangan disita dalam giat Penertiban.

Kegiatan Penertiban dilaksankan oleh pihak Camat Medan Kota bersama anggotanya sekitar pukul 12.00 Wib, saat petugas mendatangi lapak dagangan Silvia, dirinya protes dengan Nada yang tinggi berteriak dikarenakan dianggap Camat Medan Kota pilih kasih dalam Penertiban.

Baca Juga:  AKABRI' 2001 Gelar Vaksinasi berhadiah di Polres Tanjung Balai Bersama Dandim dan Danlanal

Sementara Camat Medan Kota menuding para pedagang tidak mengindahkan Peraturan dan saat cek cok memaksa pedagang tersebut untuk membuka Masker saat keduanya berseteru dan keduanya sama sama merekam peristiwa tersebut dengan menggunakan hand phone.

Menurut keterangan Silvia Tampubolon, lapak dagangannya dirusak oleh pihak Petugas dari Kecamatan dan Menyita barang dagangannya.

Baca Juga:  Santunan Anak Yatim dan Fakir Miskin, Azrul A. Sirait Berikan Tausiah

Alasan Silvia tidak membongkar lapak dagangannya sendiri dikarenakan pada saat petugas melakukan Penertiban Cuaca dalam keadaan turun Hujan.

“Tenda saya dibongkar sampai Patah patah, dan kebetulan cuaca dalam keadaan hujan lebat makanya tidak saya bongkar,” jelaskan Silvia.

Menambahkan Silvia, berdasarkan peraturan pedagang hanya dibolehkan berdagang hanya sampai pukil 17.00 Wib, sementara pihak dari Kecamatan melaksanakan Penertiban membongkar paksa lapak dagangannya sekitar pukul 12.00 Wib.

Dirinya juga mengatakan bahwa dia berdagang untuk menafkahi kelurganya bukan untuk mencari kaya ungkapnya.

Baca Juga:  Mayat Dalam Parit Gegerkan Warga Bakaran Batu Sergai, Ini Penjelasan Polisi

Disinggung masalah keberadaan pedagang menjadi biang kemacetan Lalu Lintas, Silvia mengatakan soal keberadaan pedagagg dituding biang kemacetan dirinya menerangkan bahwa saat itu  hari Sabtu Situasi agak lenggang dan belum membongkar lapak dagangannya dikarenakan hujan.

“Sedih menjadi orang kecil tidak pernah tenang kami berjualan, situasi dalam keadaan tenang saja sepi pembeli apa lagi situasi saat seperti ini dimasa musin hujan sepi pengunjung dan pembeli,” kisahkan Silvia dengan Isak Tangis.

(Red/tribunmedan)

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Paskas Ajak Masyarakat Kota Tebing Tinggi Untuk Bersedekah

27 November 2023 - 20:03 WIB

BNN Pinjam Pakai Gedung TC Sosial Untuk Tempat Rehabilitasi Penyalahgunaan Narkoba

5 Oktober 2023 - 11:25 WIB

Cabuli Anak Dibawah Umur Warga Naga Kesiangan Di Jemput Polisi Tebing Tinggi

5 Oktober 2023 - 10:24 WIB

Bahas Sukseskan Pemilu Forkopimda Gelar Rakor Bersama Forkopimcam Bandar Huluan

18 September 2023 - 21:01 WIB

Bupati Buka Talk Show Peran Perempuan Dalam Mewujudkan Kerukunan di Kabupaten Labuhanbatu

14 September 2023 - 09:17 WIB

Malam Perpisahan Sahabat BNN Berlangsung Khidmat

14 September 2023 - 09:09 WIB

Trending di Berita Daerah