Menu

Mode Gelap
Idul Adha 1445 H, KSOP Utama Belawan Qurban 9 Ekor Lembu Danlanud Yohanis Kapiyau Timika Kerahkan Personel Sukseskan MTQ Terpampang Wajah 15 Oknum Polrestabes Medan Jadi Buronan Pimpinan DPRD Sumut Sebut JTP Tidak Melanggar Kode Etik Rayakan Idul Adha 1445 H Lapas Medan Potong Hewan Kurban

Tak Berkategori · 18 Nov 2021 04:01 WIB · waktu baca : ·

BPN Pastikan Lahan Garapan Bahsorma dan Gurilla HGU Aktif Milik PTPN III


 BPN Pastikan Lahan Garapan Bahsorma dan Gurilla HGU Aktif Milik PTPN III Perbesar

Pematang Siantar,NET24JAM.ID –  Sudah tak terbantahkan lagi jika lahan yang berada di Kelurahan Basorma dan Gurilla Kecamatan Siantar Sitalasari yang selama ini diolah oleh para penggarap merupakan HGU Aktif milik PTPN III Unit Kebun Bangun.

Pernyataan ini disampaikan dengan tegas petugas BPN dalam rapat kordinasi bersama Forkopimca Kecamatan Siantar Sitalasari Rabu (17/11) di Aula Kantor Camat Siantar Sitalasari.

Rapat yang dihadiri Kapolsek Siantar Martoba AKP. Amir Mahmud, Danramil Siantar Barat Kapten Suheri, Camat Siantar Sitalasari Abdiriadi  Siregar, S.Stp dan unsur Forkopimca serta pihak dari BPN Kota Pematang Siantar diwakili Kasi I Eko Pramono dan Elfijar sedangkan dari BPN Simalungun diwakili Raya Tamba.

Baca Juga:  Inspektur Pengawasan Umum Polri ; Kapolres Angkat Telfon Wartawan

Dalam rapat Forkopimca beserta jajarannya BPN Kota Pematang Siantar dan Simalungun dengan tegas menyatakan bahwa lahan yang diolah penggarap di Kelurahan Gurilla dan Bahsorma Kecamatan Siantar Sitalasari Merupakan HGU Aktif dan Sah menurut hukum  milik PTPN III Unit Kebun Bangun.

Baca Juga:  Cek Fakta : Kandungan Zat BPA Pada Galon Isi Ulang Berbahaya Bagi Bayi?

“BPN sudah memenuhi undangan hadir kembali menjelaskan apa yang harus dijelaskan kepada masyarakat tapi karena tidak ada masyarakat disini, kami tetap menegaskan karna satu hal bahwa PTPN menguasai berdasarkan sertifikat No. 1/Kota Pematang Siantar, jadi ini HGU aktif,” terang Efrijal.

Terpisah Konsultan Hukum PTPN III Ramces Pandiangan, SH., MH., saat dikonfirmasi NET24JAM.ID Rabu (17/11/2021) terkait adanya Coretan disertifikat dari no 3 menjadi nomor 1 menjelaskan.

Baca Juga:  Dugaan Adanya Penggelapan CPO, Manager PKS Tinjauan Bantah Tidak Tau dan Tidak Ikut Terlibat

“Harus dibedakan antara perubahan yang dilakukan sebelum akta ditandatangani dan setelah akta ditandatangani, perubahan yang dilakukan sebelum akta ditandatangani disebut dengan Renvoi,” terangnya.

 “Jika akta telah ditandatangani, perubahan yang dapat dilakukan adalah pembetulan kesalahan tulis dan/atau kesalahan ketik yang terdapat pada Minuta Akta yang telah ditandatangani atau perubahan yang tidak substansial,” pungkas Ramces

(Bambang)

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dinas Sosial Salurkan Bantuan Untuk Korban Kebakaran

4 Juni 2024 - 12:19 WIB

Tergabung Di Kloter 13 Kakan Kemenag Bersama Plt Bupati Lepas 318 Jemaah Haji Labuhanbatu

27 Mei 2024 - 08:18 WIB

Terpilih Secara Aklamasi Boster Sitio Pimpin Koni Labuhanbatu Hingga 2028

28 April 2024 - 08:52 WIB

Forkopimda Labuhanbatu dan Labura Buka Puasa Bersama Kapolres Labuhanbatu

24 Maret 2024 - 09:13 WIB

Bandar Huluan Gelar Rapat Materi Sosialisasi Penggunaan ADN Dan Dana Desa Tahun 2024

20 Maret 2024 - 05:52 WIB

PTPN IV Ragional II Kebun Dolok Ilir Dan Pengusaha CV Sinar Tenera Sepakat Melakukan Perawatan Jalan Protokol

6 Maret 2024 - 11:43 WIB

Trending di Tak Berkategori