Optimalkan 6 Standar Pelayanan Minimal dan Tes IVA, Kecamatan Bandar Huluan Siap Wakili Simalungun ke Tingkat Provinsi

net24jam
10 Jun 2026 06:13
DAERAH 0 90
2 menit membaca

NET24JAM.ID || Simalungun.- Tim Pembina Posyandu Kabupaten Simalungun menggelar Sosialisasi 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) sekaligus pembinaan pelaksanaan Inspeksi Visual Asam Asetat (tes IVA) di Kantor Camat Bandar Huluan, Sumatera Utara, Selasa (9/6/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam mendekatkan akses pelayanan kesehatan dasar dan mendeteksi dini kanker serviks bagi Wanita Usia Subur (WUS).

Kecamatan Bandar Huluan terpilih menjadi lokasi percontohan program Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK). Wilayah ini ditunjuk mewakili 32 kecamatan se-Kabupaten Simalungun untuk bersaing dalam perlombaan pelaksanaan tes IVA di tingkat Provinsi Sumatera Utara.

Camat Bandar Huluan, Akbar Putra Siregar, menyampaikan bahwa momentum ini menjadi motivasi besar bagi seluruh kader Posyandu untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini bertumpu pada kolaborasi yang erat antara aparatur kecamatan, pangulu (kepala desa), perangkat nagori, dan para kader kesehatan.

“Kebersamaan dan kerja sama yang erat menjadi kunci utama kita, tidak hanya dalam menyambut penilaian dari tim provinsi, tetapi yang paling utama adalah memastikan pelayanan kesehatan semakin dekat dan mampu meningkatkan taraf hidup warga,” ujar Akbar.

Dalam kesempatan yang sama, Akbar juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Simalungun terkait pembangunan infrastruktur jalan di wilayahnya yang berdampak langsung pada kelancaran akses ekonomi warga. Ia berharap kelanjutan pembangunan jalan penghubung Simpang Mangga menuju lokasi Tugu Sujono dapat segera terealisasi.

Terkait progres kesehatan masyarakat, Ketua TP PKK Kecamatan Bandar Huluan, Ny. Retno Akbar Putra Siregar, melaporkan lonjakan signifikan pada capaian tes IVA. Pada April 2026, dari target 1.752 orang, capaian baru berada di angka 26,6 persen. Namun, melalui pergerakan masif hingga akhir Mei 2026, cakupan pelayanan melesat hingga 62 persen atau menyasar 851 wanita usia 30-49 tahun.

Mewakili Ketua TP PKK Kabupaten Simalungun, Staf Ahli TP PKK Kabupaten, Ny. Yulince Florida Sembiring, menjelaskan bahwa Posyandu kini telah bertransformasi total melalui penerapan integrasi layanan primer. Pelayanan kesehatan tidak lagi hanya berfokus pada ibu hamil dan balita, melainkan mencakup enam siklus kehidupan: ibu hamil, bayi, balita, usia sekolah, usia produktif, hingga lansia.

Untuk mengamankan hasil terbaik di tingkat provinsi, Koordinator Pokja IV TP PKK Kabupaten Simalungun, Herlina Purba, mengingatkan agar target minimal cakupan WUS sebesar 75 persen dapat segera terlampaui. Penilaian provinsi nantinya akan menitikberatkan pada aspek keramahan kader, dukungan regulasi (SK), ketersediaan dana, validitas data kesehatan, serta fasilitas sanitasi dan air bersih yang memadai.

Kegiatan sosialisasi dan pembinaan teknis ini diakhiri dengan penyerahan bantuan alat kesehatan (alkes) secara simbolis kepada sejumlah nagori di wilayah Kecamatan Bandar Huluan guna memperkuat fasilitas dan operasional Posyandu di tingkat desa.

(Mariono)