Menu

Mode Gelap
Laporan Di SP3kan Keluarga Monang Samosir Prapidkan Penyidik Polres Dan Kejari Simalungun Plt. Bupati Labuhanbatu Saksikan Pagelaran Wayang Kulit di Hari Bhayangkara Sambut 1 Muharram 1446 H, BKM Nurul Islam Gelar Gotong-royong Kapolres Sergai Resmikan Sarana Air Bersih di Desa Makmur UNITA Taput Larang Mahasiswa Ikuti Aksi Demonstrasi

Tak Berkategori · 26 Agu 2021 16:30 WIB · waktu baca : ·

Pengendali Narkoba Dipidana Mati, Pengamat : Peringatan Keras


 Pengendali Narkoba Dipidana Mati, Pengamat : Peringatan Keras Perbesar


Medan, NET24JAM.ID – Eka Putra Zakran, SH MH alias Epza praktisi hukum dan pengamat sosial Sumatera Utara, mengapresiasi tuntutan mati yang diberikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan, Nurhayati Ulfia terhadap narapidana Khalif Raja bin Sundari, karena dinilai terbukti mengendalikan sabu seberat 52 kilogram dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 1 Tanjung Gusta Medan. Hal itu disampaikan Epza kepada awak media, pada Kamis (26/8/2021).

“Saya mengapresiasi tuntutan pidana mati yang diberikan JPU dari Kejari Medan tersebut terhadap Khalif Raha, mengapa, karena saya setuju sekali diberi hukum berat, supaya menjadi peringatan keras (shock teraphy) kepada yang lain, lebih-lebih kepada mereka yang masih berstatus warga binaan. Biar ada efek jera buat yang lain. Pendeknya, gerah juga kita mendengar adanya peredaran barang haram, seperti narkoba ini dikendalikan dari dalam Rutan atau Lapas. Biar sajalah dihukum mati dia itu, saya menyebutnya, bahwa sejuta anak bangsa lebih berharga daripada satu nyawa pengendali narkoba merusak masa depan anak bangsa,” ujar Epza.

Baca Juga:  5 Desa di Kecamatan Silahi Sabungan Mendapatkan "Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata" Sebut Besli Pane, SE

“Intinya saya sangat setuju sekali bila para pengendali narkoba yang berada di dalam lapas diberikan hukuman yang berat. Harusnya memang itu yang ditunggu-tunggu masyarakat sejak awal. Kita berharap besar kepada aparat penegak hukum, baik polisi, jaksa maupun hakim, tidak segan-segan untuk menjatuhkan hukuman kepada para bandar, otak atau pengendali narkotika dari dalam Lapas ini. Mengapa demikian?, karena ngeri kali dampak peredaran narkoba ini bagi masa depan anak bangsa, termasuk sanak saudara kita di rumah. Sebab itulah, harapan kita aparat penegak hukum berdiri tegak, kokoh dengan komitmen pemberantasan peredaran narkoba ini. Pokoknya terhadap Bandar, otak atau pengendali ini jangan lah lapan anam,” tegasnya lagi.

Baca Juga:  Pensiunan PTPN II Dan IV Bersama Tim Hukum Kunjungi MUI Pusat

Disamping itu, Epza mengapresiasi atas tuntutan hukuman mati dari JPU Kejari Medan tersebut. Dia menyebut ternyata masih ada jaksa yang berani menggunakan hati nurani dalam rangka menegakkan supremasi hukum di tanah air, khususnya di Kota Medan tercinta ini.

Baca Juga:  Vaksinasi H-2 Dan Bhakti Sosial Pengabdian 31 Tahun AKABRI'90

“Jaksa seperti ini sebenarnya yang saya tunggu-tunggu, ada rasa bangga bahwa ternyata masih ada secercah harapan terhadap upaya penegakan hukum dan keadilan (law inforcement) di tanah air,” tutup Epza yang merupakan anggota DPC Peradi Medan. 

(Red/Pers Rilis)

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Gawat Proyek DD TA 2023 Tak Terealisasi Diduga Pangulu Lestari Indah Selewengkan Anggaran

27 Juni 2024 - 14:23 WIB

Terkait Video Mesum Mirip Sekda Taput, Polisi Layangkan Surat Panggilan Ke TS.

20 Juni 2024 - 08:57 WIB

Dinas Sosial Salurkan Bantuan Untuk Korban Kebakaran

4 Juni 2024 - 12:19 WIB

Tergabung Di Kloter 13 Kakan Kemenag Bersama Plt Bupati Lepas 318 Jemaah Haji Labuhanbatu

27 Mei 2024 - 08:18 WIB

Terpilih Secara Aklamasi Boster Sitio Pimpin Koni Labuhanbatu Hingga 2028

28 April 2024 - 08:52 WIB

Forkopimda Labuhanbatu dan Labura Buka Puasa Bersama Kapolres Labuhanbatu

24 Maret 2024 - 09:13 WIB

Trending di Tak Berkategori