Pasca Bencana Pemkab Aceh Barat Siaga Pastikan Stabilitas BBM Dan Gas

net24jam
8 Des 2025 05:11
DAERAH 0 84
3 menit membaca

NET24JAM.ID || Meulaboh.- Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menggelar apel kesiapsiagaan dalam rangka memastikan stabilitas pasokan BBM dan Gas elpiji pasca status darurat bencana. Apel tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, MP, yang menegaskan bahwa seluruh unsur pemerintah kabupaten bergerak cepat menangani dampak lanjutan banjir yang masih terjadi di beberapa wilayah.

Apel yang diikuti personil TNI-Polri, Dishub dan Satpol PP-WH berlangsung di halaman kantor bupati setempat, Minggu (7/12/2025)

Dalam arahannya, Bupati menyampaikan bahwa fokus utama pemkab saat ini adalah penanganan pasca bencana, meski hujan deras semalam kembali menyebabkan kenaikan debit air di sejumlah kecamatan. “Air sungai kembali meluap hingga mencapai sepinggang di rumah warga di beberapa titik. Tim BPBD sudah berada di lokasi untuk persiapan evakuasi. Distribusi logistik akan dimulai setelah salat Ashar, dan akan saya pimpin langsung,” tegasnya.

Bupati Tarmizi menjelaskan bahwa kelangkaan elpiji sempat terjadi akibat terputusnya akses jalan dari arah Lhokseumawe dan distribusi dari Pangkalan Susu, Sumatera Utara. Namun kondisi tersebut kini mulai membaik.

“Hari ini 560 tabung akan didistribusikan, dari 5.600 tabung LPG yang sudah masuk ke Aceh Barat dan kita lepas secara simbolis. Sebagian lainnya sedang dalam perjalanan menuju Meulaboh. Semoga distribusinya lancar,” ujarnya.

Sementara itu, pasokan BBM dinyatakan normal, namun antrean panjang masih terlihat akibat, Listrik yang belum stabil, menyebabkan SPBU hanya beroperasi saat aliran listrik menyala Rusaknya genset di dua SPBU, Panic buying dan beredarnya hoaks terkait kelangkaan, Banyaknya penggunaan genset di rumah warga, kantor, hingga tempat usaha.

Selain itu Munculnya oknum-oknum yang memanfaatkan situasi dengan menimbun BBM dan menjual secara ilegal.
“Ada pihak yang bahkan sebelumnya tidak menjual BBM, kini tiba-tiba menjual. Ini tidak boleh terjadi,” tegas Bupati.

Bupati Tarmizi memastikan bahwa secara umum Aceh Barat dalam kondisi terkendali. Warga yang rumahnya terdampak banjir sebagian besar sudah mengungsi ke rumah keluarga. Bantuan logistik terus bergerak ke kecamatan-kecamatan, meski masih ada satu desa yang terisolir, yakni Desa Sikundo

Selain itu, penanganan pasca banjir kini fokus pada Pembersihan lumpur di rumah dan fasilitas umum dan Kerja bakti relawan, mahasiswa, BPBD, untui pembersihan masjid, sekolah, dan pesantren.

Disisilain juga dilakukan Penataan lahan pertanian dan persiapan bibit agar masyarakat dapat kembali menanam, ucapnya

Bupati juga menanggapi beredarnya surat yang menyebutkan Aceh Barat tidak sanggup menangani banjir. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut keliru.

“Aceh Barat sangat mampu menangani banjir. Surat itu hanya syarat administratif untuk mendapatkan tambahan logistik dari BNPB, bukan berarti kita tidak mampu,” jelasnya.

Disamping itu kata Tarmizi, Menindaklanjuti instruksi Gubernur Aceh, Pemkab Aceh Barat bersama aparat kepolisian akan melakukan razia besar-besaran terhadap pengecer yang memanfaatkan situasi bencana untuk mencari keuntungan berlebihan.

“Jika ada oknum yang menimbun LPG dan BBM saat masyarakat sedang kesulitan, mereka akan ditangkap dan diproses hukum,” tegas Bupati.

(Muhibbul Jamil)