Menu

Mode Gelap
Lapas Kelas 1 Medan Laksanakan Tes Urine Bagi WBP Yang Ikut Rehabilitasi Respon Cepat Polisi Tangkap Pelaku Begal di Desa Manunggal Jajaran Lapas Narkotika Kelas IIA Pematangsiantar Peringati HKN Ada Kejanggalan Penetapan Tersangka di Polda Sumut Loloskan PPK Titipan Integritas KPU Simalungun Menjadi Sorotan Dan Dinilai Nodai Demokrasi

Tak Berkategori · 4 Okt 2021 07:00 WIB · waktu baca : ·

MK Putuskan Masa Jabatan Kepala Desa


 MK Putuskan Masa Jabatan Kepala Desa Perbesar

NET24JAM.ID –  Mahkamah Konsitusi (MK) memutuskan masa Jabatan Kepala Desa maksimum Tiga Tahun berdasarkan Putusan MK menanggapi salah satu Kepala Desa dari Sumsel.

Permohonan Uji Materil Pasal 39 ayat (2) UU 6/2014 tentang Desa yang diajukan Kepala Desa Sungai Ketupak Kecamatan Cengal, Nedi Suwiran di kabulkan Mahkamah Konatitusi.

Putusan MK menetapkan maksimal jabatan Kepala Desa selama Tiga Tahun.

Dalam gugatan Nedi tersebut bermuatan dalam Pasal 39 ayat (2)UU Desa dan Penjelasan Pasal 39 UU Desa, disuati sisi telah memberikan kepastian hukum atas pembatasan masa jabatan Kepala Desa berdasarkan UU 32/2004.

Baca Juga:  Kuliah Umum di STIHMA, EPZA : Peran LBH Besar Dalam Acces To Justice

Menurut Nedi Penjelasan Pasal 39 UU Desa yang dibuat dengan Sistematika kalimat yang tidak sederhana berbelit belit dan bersayap membuat bingung dalam penafsiran.

“Amar Putusan mengabulkan permohonan pemohon untuk sebagian” sebut Ketua MK Anwar Usman membacakan Petikan Amar Putusan Nomor 42/PUU- XIX/2021 yang dikutip dari Situs Resmi MK Minggu (3/10/2021).

Dalam Amar Putusan MK menyatakan penjelasan Pasal 39 UU Desa bertentangan dengan UU1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengingat secara bersyarat sepanjang tidak dimaknai Multitafsir sebagaimana yang tercantum didalam UU tersebut.

Baca Juga:  Tolak Berikan Rekam Medis, Praktek Umum dr Kristine RM Nahampun MM Disoalkan

Dalam Pasal 39 UU Desa dinyatakan bahwa, ” Kepala Desa yang telah menjabat satu kali masa Jabatan berdasarkan Undang undang Nomor 32 Tahun 2004 diberi kesempatan untuk kembali mencalonkan diri paling lama Dua kali masa jabatan”.

Sementara bunyi lanjutan ” Kepala Desa yang telah menjabat Dua Kali masa jabatan berdasarkan Undang undang Nomor 32 Tahun 2004 diberi kesempatan untuk mencalonkan kembali hanya Satu kali masa jabatan”.

Baca Juga:  6 Kali Beraksi, Pelaku Pencurian di Wilkum Polsek Binjai Barat Akhirnya Ditembak

Atas putusan tersebut maka Pasal tersebut telah berubah menjadi berbunyi, “Kepala Desa yang sudah menjabat satu Priode baik berdasarkan UU6/2014 tentang Desa maupun berdasarkan UU sebelumnya masih diberi kesempatan untuk menjabat Dua Priode.

Begitu juga bagi Kepala Desa yang sudah menjabat dua priode baik berdasarkan UU 6/2014 tentang Desa maupun berdasarkan UU sebelumnya masih diberi kesempatan untuk menjabat Satu Priode.

(Red/ Sumber)

badge-check

Penulis

Tak Berkategori · 4 Okt 2021 07:00 WIB · waktu baca : ·

MK Putuskan Masa Jabatan Kepala Desa


 MK Putuskan Masa Jabatan Kepala Desa Perbesar

NET24JAM.ID –  Mahkamah Konsitusi (MK) memutuskan masa Jabatan Kepala Desa maksimum Tiga Tahun berdasarkan Putusan MK menanggapi salah satu Kepala Desa dari Sumsel.

Permohonan Uji Materil Pasal 39 ayat (2) UU 6/2014 tentang Desa yang diajukan Kepala Desa Sungai Ketupak Kecamatan Cengal, Nedi Suwiran di kabulkan Mahkamah Konatitusi.

Putusan MK menetapkan maksimal jabatan Kepala Desa selama Tiga Tahun.

Dalam gugatan Nedi tersebut bermuatan dalam Pasal 39 ayat (2)UU Desa dan Penjelasan Pasal 39 UU Desa, disuati sisi telah memberikan kepastian hukum atas pembatasan masa jabatan Kepala Desa berdasarkan UU 32/2004.

Baca Juga:  6 Kali Beraksi, Pelaku Pencurian di Wilkum Polsek Binjai Barat Akhirnya Ditembak

Menurut Nedi Penjelasan Pasal 39 UU Desa yang dibuat dengan Sistematika kalimat yang tidak sederhana berbelit belit dan bersayap membuat bingung dalam penafsiran.

“Amar Putusan mengabulkan permohonan pemohon untuk sebagian” sebut Ketua MK Anwar Usman membacakan Petikan Amar Putusan Nomor 42/PUU- XIX/2021 yang dikutip dari Situs Resmi MK Minggu (3/10/2021).

Dalam Amar Putusan MK menyatakan penjelasan Pasal 39 UU Desa bertentangan dengan UU1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengingat secara bersyarat sepanjang tidak dimaknai Multitafsir sebagaimana yang tercantum didalam UU tersebut.

Baca Juga:  Tolak Berikan Rekam Medis, Praktek Umum dr Kristine RM Nahampun MM Disoalkan

Dalam Pasal 39 UU Desa dinyatakan bahwa, ” Kepala Desa yang telah menjabat satu kali masa Jabatan berdasarkan Undang undang Nomor 32 Tahun 2004 diberi kesempatan untuk kembali mencalonkan diri paling lama Dua kali masa jabatan”.

Sementara bunyi lanjutan ” Kepala Desa yang telah menjabat Dua Kali masa jabatan berdasarkan Undang undang Nomor 32 Tahun 2004 diberi kesempatan untuk mencalonkan kembali hanya Satu kali masa jabatan”.

Baca Juga:  Polres Dairi dan Kodim 0206 Dairi Serta Dinkes Pemkab Dairi Laksanakan Apel Kesiapan Vaksinator Tambahan

Atas putusan tersebut maka Pasal tersebut telah berubah menjadi berbunyi, “Kepala Desa yang sudah menjabat satu Priode baik berdasarkan UU6/2014 tentang Desa maupun berdasarkan UU sebelumnya masih diberi kesempatan untuk menjabat Dua Priode.

Begitu juga bagi Kepala Desa yang sudah menjabat dua priode baik berdasarkan UU 6/2014 tentang Desa maupun berdasarkan UU sebelumnya masih diberi kesempatan untuk menjabat Satu Priode.

(Red/ Sumber)

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pembelian BBM Jenis Pertalite Pakai Jerigen Di Duga Menjadi Ajang Pungli Di SPBU 14.211.212

21 Mei 2024 - 10:19 WIB

Terpilih Secara Aklamasi Boster Sitio Pimpin Koni Labuhanbatu Hingga 2028

28 April 2024 - 08:52 WIB

Forkopimda Labuhanbatu dan Labura Buka Puasa Bersama Kapolres Labuhanbatu

24 Maret 2024 - 09:13 WIB

Bandar Huluan Gelar Rapat Materi Sosialisasi Penggunaan ADN Dan Dana Desa Tahun 2024

20 Maret 2024 - 05:52 WIB

PTPN IV Ragional II Kebun Dolok Ilir Dan Pengusaha CV Sinar Tenera Sepakat Melakukan Perawatan Jalan Protokol

6 Maret 2024 - 11:43 WIB

Paskas Ajak Masyarakat Kota Tebing Tinggi Untuk Bersedekah

27 November 2023 - 20:03 WIB

Trending di Berita Terkini