Masyarakat Bahung Kahean Persoalkan Transparansi Penyaluran Bantuan PKH

net24jam
3 Jan 2026 16:20
DAERAH 0 80
2 menit membaca

NET24JAM.ID || Simalungun,Masyarakat Nagori Bahung Kahean, Simalungun, Sumatera Utara, memprotes penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) yang dinilai tidak transparan. Seorang gamot (perangkat desa) di nagori bahung kahean dilaporkan masih menerima bantuan PKH yang namanya dialihkan kepada istrinya.

Laporan ini disampaikan oleh warga nagori bahung kahean kepada media, Jumat (02/01/26) 17.20 WIB. Menurut informasi yang diterima awak media pangulu Nagori Bahung Kahean, Muhammad Ichsan Lubis, dinilai kurang tanggap dan kurang mendengar keluhan warganya.

“Selama ini, kami sudah beberapa kali melaporkan masalah ini kepada pangulu, tapi tidak ada tindakan yang signifikan,” kata seorang warga nagori bahung kahean, yang tidak ingin disebutkan namanya.

Mendengar laporan ini, awak media langsung meluncur ke lokasi untuk melakukan klarifikasi. saat ditemui di rumahnya, gamot huta II yang dimaksud, Dedy, mengakui bahwa ia memang masih menerima bantuan PKH atas nama istrinya inisial sup.

“Namun, saya tidak ingin berlarut-larut dengan masalah ini. saya sudah mengalihkan bantuan PKH tersebut kepada yang lebih layak menerima, yaitu Sugiarto (62)tahun,” kata Dedy.

Sugiarto, yang merupakan penerima bantuan PKH, membenarkan bahwa ia baru kali ini menerima bantuan PKH. “Saya tidak tahu apa-apa tentang bantuan PKH ini. Tapi, saya sangat berterima kasih kepada dedy yang telah mengalihkan bantuan ini kepada saya,” kata Sugiarto.

Pangulu muhammad ichsan lubis, saat ditemui oleh awak media, membenarkan bahwa ada beberapa masalah dalam penyaluran PKH di nagori bahung kahean.

“Kami sudah melakukan perbaikan data dan akan mengajukan proposal ke pusat untuk memperbaiki sistem penyaluran PKH di nagori bahung kahean,” kata pangulu.

Masyarakat nagori bahung kahean berharap agar pangulu dan perangkat desa dapat lebih transparan dan akuntabel dalam penyaluran bantuan PKH.

(Kasim)