Menu

Mode Gelap
Tangkap Pelaku Ekspor Minyak Goreng? BEM PTNU Apresiasi Langkah Polri Pidato Peringatan Hardiknas 2022, Nadiem Makarim Banjir Pujian Apresiasi Kinerja Polri Menangani Mudik Lebaran Kemenkes Terbitkan Edaran Kewaspadaan Hepatitis Akut, Ini Gejalanya Mudik Lebaran Lancar, Kakorlantas Polri Diapresiasi

Tak Berkategori · 26 Agu 2021 16:30 WIB ·

Pengendali Narkoba Dipidana Mati, Pengamat : Peringatan Keras


 Pengendali Narkoba Dipidana Mati, Pengamat : Peringatan Keras Perbesar


Medan, NET24JAM.ID – Eka Putra Zakran, SH MH alias Epza praktisi hukum dan pengamat sosial Sumatera Utara, mengapresiasi tuntutan mati yang diberikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan, Nurhayati Ulfia terhadap narapidana Khalif Raja bin Sundari, karena dinilai terbukti mengendalikan sabu seberat 52 kilogram dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 1 Tanjung Gusta Medan. Hal itu disampaikan Epza kepada awak media, pada Kamis (26/8/2021).

“Saya mengapresiasi tuntutan pidana mati yang diberikan JPU dari Kejari Medan tersebut terhadap Khalif Raha, mengapa, karena saya setuju sekali diberi hukum berat, supaya menjadi peringatan keras (shock teraphy) kepada yang lain, lebih-lebih kepada mereka yang masih berstatus warga binaan. Biar ada efek jera buat yang lain. Pendeknya, gerah juga kita mendengar adanya peredaran barang haram, seperti narkoba ini dikendalikan dari dalam Rutan atau Lapas. Biar sajalah dihukum mati dia itu, saya menyebutnya, bahwa sejuta anak bangsa lebih berharga daripada satu nyawa pengendali narkoba merusak masa depan anak bangsa,” ujar Epza.

“Intinya saya sangat setuju sekali bila para pengendali narkoba yang berada di dalam lapas diberikan hukuman yang berat. Harusnya memang itu yang ditunggu-tunggu masyarakat sejak awal. Kita berharap besar kepada aparat penegak hukum, baik polisi, jaksa maupun hakim, tidak segan-segan untuk menjatuhkan hukuman kepada para bandar, otak atau pengendali narkotika dari dalam Lapas ini. Mengapa demikian?, karena ngeri kali dampak peredaran narkoba ini bagi masa depan anak bangsa, termasuk sanak saudara kita di rumah. Sebab itulah, harapan kita aparat penegak hukum berdiri tegak, kokoh dengan komitmen pemberantasan peredaran narkoba ini. Pokoknya terhadap Bandar, otak atau pengendali ini jangan lah lapan anam,” tegasnya lagi.

Disamping itu, Epza mengapresiasi atas tuntutan hukuman mati dari JPU Kejari Medan tersebut. Dia menyebut ternyata masih ada jaksa yang berani menggunakan hati nurani dalam rangka menegakkan supremasi hukum di tanah air, khususnya di Kota Medan tercinta ini.

“Jaksa seperti ini sebenarnya yang saya tunggu-tunggu, ada rasa bangga bahwa ternyata masih ada secercah harapan terhadap upaya penegakan hukum dan keadilan (law inforcement) di tanah air,” tutup Epza yang merupakan anggota DPC Peradi Medan. 

(Red/Pers Rilis)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Demi Kenyamanan Warga Polres Tanjung Balai Tugaskan Personil Jaga Lokasi Rekreasi

9 Mei 2022 - 00:58 WIB

Antisipasi Guantibmas, Polres Dairi Gelar Apel Kesiapan Pengamanan Malam Takbir.

1 Mei 2022 - 14:29 WIB

Jaga Situasi Aman Dan Kondusif, Sat Polairud Polres Tanjung Balai Gelar Patroli

25 April 2022 - 14:40 WIB

Pengurus Sub Rayon AMPI Kelurahan Karang Berombak Giat Bagi TakjilJelang Waktu Berbuka Puasa

25 April 2022 - 08:35 WIB

Proyek MCK TA Tahun 2021 Mangkrak, Kabid Perkim Janji Akan Tinjau Lokasi Proyek

19 Januari 2022 - 08:04 WIB

Unit Reskrim Polsekta Belawan Doorr Dua Residivis Rampok Yang Resahkan Warga

14 Januari 2022 - 04:19 WIB

Trending di Tak Berkategori