NET24JAM.ID || LABUHAN BATU. – Jenderal Manager (JM) selaku orang nomor satu di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Perkebunan Nusantara (PTPN) Regional I Aek Nabara Bilah Hulu Kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhanbatu dinilai terkesan tutup mata terkait pembelian buah tanda kelapa sawit dari pihak ke III yang kerap setiap harinya masuk ke PKS puluhan ton.
Pasalnya, dari hasil investigasi dan chek and richek dilokasi sekitar PKS PTPN Regional I Aek Nabara Bilah Hulu Labuhanbatu tersebut, terlihat ada sejumlah truk tronton roda enam dan colt diesel roda empat bermuatan buah tanda kelapa sawit. Dan, pantau awak media, buah tanda kelapa sawit tersebut berasal dari luar yaitu pihak ke III. Dari hasil konfirmasi kepada pemilik buah tanda kelapa sawit dari pihak ke III , dengan insial SS dan insial B, mengatakan, bahwa buah tanda kelapa sawit didalam muatan truk dimaksud dijual kepada PKS PTPN Regional I Aek Nabara Bilah Hulu..
“Kami, semua ada delapan (8) grup orangnya. Dan, masing masing mempunyai DO untuk bisa masuk ke PKS. Dan, kami sudah ada kontrak dengan pihak PKS PTPN Regional I Aek Nabara Bilah Hulu “, katanya. Dan, hal tersebut juga dibenarkan oleh grup delapan orang selaku pihak ke III yang menjual buah tanda kelapa sawit mereka ke PKS PTPN Regional I Aek Nabara Bilah Hulu.
Namun mirisnya, buah tanda kelapa sawit grup delapan orang tersebut di peroleh dari hasil pembelian dari buah tanda sawit masyarakat diluar. Dan, ada juga berasal dari kebun sawit milik pribadinya, juga ada hanya selaku agen pemasok buah tanda sawit kedalam PKS tersebut.
” Kami delapan orang ini, sudah mempunyai DO masing masing untuk jual buah tanda sawit ke PKS dan itu sudah ada kontraknya bersama PKS PTPN Regional I Aek Nabara. Jadi, jangan kami diganggu, ya, kami disini cari makan, memasukkan buah tanda sawit, milik bos, saya disini hanya anggota dan buah sawitnya milik bos saya, ada kebunnya “, ucap delapan orang ini saat bertemu dengan tim awak media disalah satu warung tempat kumpul delapan orang grup tersebut untuk menunggu truk bermuatan buah tanda sawit milik mereka masuk kedalam PKS PTPN Regional I Aek Nabara Bilah Hulu.
Parahnya , dari pantauan tim awak media terlihat buah tanda kelapa sawit didalam truk delapan orang grup tersebut, rata rata buah tanda sawit terlihat Mentah, berwarna ungu kehitaman dan cokelat gelap dan belum ada brondolannya yang lepas dari tanda buah sawit tersebut. Yang berakibat Rendemen rendah tidak mencapai 90 persen dan berdampak kepada kerugian negara. Sebab, PKS PTPN Regional I Aek Nabara Bilah Hulu Labuhanbatu adalah masuk dalam daftar Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Sementara diketahui, bahwa tidak mungkin PKS PTPN Regional I Aek Nabara Bilah Hulu Labuhanbatu, kekurangan stok buah tanda sawit segar segar dan sehat dan tentunya mutu Rendemen CPO dihasilkan minyaknya baik dan bagus 90 persen. Sesuai dengan prosedur serta peraturan dan ketentuan yang berlaku di BUMN tersebut. Sebab, PKS PTPN Regional I Aek Nabara Bilah Hulu memilik delapan (8) Perkebunan yang luasnya mencapai puluhan ribu hektar, seinduk PT Perkebunan Nusantara yaitu, 1. Kebun Aek Nabara Selatan (Kanas) 2. Kebun Aek Nabara Utara (Kanau). 3. Kebun Membang Mida (KMMDA). 4. Kebun Rantauprapat. 5. Kebun Marbau Selatan. 6. Kebun Labuhan Haji (KLAJI). 7. Kebun Bandar Selamat (KBDSL) dan 8. Kebun Sei Dadap (KSDDP).
Namun, pertanyaannya kenapa pihak PKS PTPN Regional I Aek Nabara Bilah Hulu Labuhanbatu masih kerap setiap hari justru menerima buah tanda kelapa sawit dari pihak luar selaku pihak ke III. Padahal, pihak ke III grup delapan orang tersebut tidaklah masuk didalam daftar selaku Petani ataupun Kelompok Petani kebun kelapa sawit yang mandiri. Grup delapan orang tersebut adalah selaku agen ataupun pemasok buah tanda sawit ke PKS tersebut yang diduga bermain mata dengan Humas ataupun JM PKS PTPN Regional I Aek Nabara Bilah Hulu Kabupaten Labuhanbatu diduga untuk mencari keuntungan pribadi ataupun grup kelompok di Perusahaan Regional I Aek Nabara Bilah Hulu dimaksud.
(Julip effendi)