Cuaca Panas Ekstrem, Kolam Deoiling PKS Dolok Ilir Nyaris Picu Kebakaran

net24jam
4 Sep 2026 20:00
DAERAH KABAR 0 159
3 menit membaca

NET24JAM ID || Simalungun.- Cuaca panas ekstrem pada musim kemarau memicu insiden di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Dolok Ilir. Lapisan sisa minyak di permukaan kolam deoiling (pengutipan minyak) tiba-tiba memicu kobaran api pada Jumat (4/9/2026) siang. Beruntung, kesigapan asisten pabrik bersama tim pemadam internal berhasil menjinakkan api sebelum merembet ke bangunan utama.

Peristiwa bermula sekitar pukul 10.25 WIB ketika terik matahari yang menyengat memicu peningkatan suhu air limbah secara drastis di area Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Evaporasi tinggi ini menyebabkan sisa minyak kelapa sawit yang mengapung di permukaan kolam deoiling mengering dan membentuk lapisan kerak padat yang sangat sensitif terhadap panas.

Diwaktu yang sama Asisten PKS Dolok Ilir, Syaiful, yang sedang melakukan patroli rutin menjadi orang pertama yang melihat kepulan asap diikuti percikan api di atas permukaan kolam. Menyadari bahaya besar, Syaiful langsung meniup peluit tanda darurat dan menghubungi tim penanggulangan kebakaran internal pabrik.

Beberapa saat api sempat membesar akibat akumulasi gas metana alami dan kerak minyak yang kering. Asap hitam pekat yang membubung tinggi sempat memicu kepanikan massal di kalangan karyawan yang sedang beraktivitas di area pabrik.

Manajemen PKS Dolok Ilir segera mengaktifkan status darurat penuh dengan mengerahkan Tim Tanggap Darurat (Emergency Response Team). Menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) jenis busa (foam) serta hydrant air, pukul 13.30 WIB api berhasil dipadamkan sepenuhnya sebelum menyentuh struktur bangunan utama.

Manajer PKS Dolok Ilir, Ratya A. Sinulingga, membenarkan adanya insiden fluktuasi suhu ekstrem yang menyulut titik api di area pengolahan limbah tersebut. Namun, ia memastikan keadaan langsung terkendali berkat kesiapsiagaan penuh tim interna.

“Benar, terjadi letupan api di permukaan kolam deoiling kami pada Jumat siang sekitar pukul 10.25 WIB akibat cuaca kemarau ekstrem yang melanda wilayah Dolok Ilir beberapa pekan terakhir. Beruntung, Asisten kami, Pak Syaiful, sangat jeli dan sigap melaporkan visual pertama api, sehingga penanganan dapat dilakukan dengan sangat cepat,” ujar Ratya kepada awak media saat memberikan keterangan resmi, kepada awak media.

Ratya menegaskan bahwa prioritas utama perusahaan adalah keselamatan seluruh karyawan dan memastikan stabilitas operasional pabrik.

“Kami bersyukur tidak ada korban jiwa maupun kerugian materil sedikit pun dalam insiden ini. Tim Emergency Response kami bergerak cepat mengisolasi api menggunakan foam dan fire hydrant sesuai standar K3. Saat ini situasi sudah kondusif dan operasional pabrik tetap berjalan normal tanpa hambatan,” tambahnya.

Secara teknis, suhu udara yang melonjak tinggi selama musim kemarau mengubah karakteristik kolam deoiling menjadi area rawan (hazard zone). Air limbah yang menguap cepat menyisakan lapisan CPO bermutu rendah yang mengering seperti lilin padat dan berfungsi sebagai bahan bakar. Di saat bersamaan, suhu panas mempercepat proses fermentasi alami yang memicu pelepasan gas metana (CH₄) mudah terbakar dari dasar kolam.

Sebagai langkah evaluasi total agar kejadian serupa tidak kembali berulang, Ratya menyatakan manajemen akan langsung menerapkan empat langkah mitigasi ketat di area hilir limbah. Langkah tersebut meliputi intensifikasi pengutipan minyak (skimming), pemasangan sistem sprinkler air, pengawasan ketat izin kerja panas (hot work permit), serta pemasangan bagging dan pipa ventilasi gas.

(Mariono)