Vendor Kontruksi Jalan Dobana Ke Bandar Huluan Diduga Tilep Dana Dumptruck Dan Tanah Uruk

net24jam
27 Jan 2026 11:09
DAERAH KABAR 0 264
2 menit membaca

NET24JAM.ID || Simalungun.- Nasib pilu dialami pemilik dan sopir dump truck pengangkut material tanah urug di Simpang Mangga, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun. Tanah urug yang dipesan oleh Samsul selaku Humas PT. Cahaya Artha Indonesia untuk proyek pembangunan parit drainase pekerjaan Kontruksi jalan dari Simpang Merangir Kecamatan Dolok Batu Nanggar, menuju Kecamatan Bandar Huluan sudah selesai dikirim 100%, namun pembayaran dari pihak kontraktor macet total dan tidak ada kejelasan.

Salah satu pemilik truk, Raup (50) tahun, warga Kelurahan Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, mengungkapkan bahwa dirinya sudah menyelesaikan pengiriman material tanah urug sebanyak 31 truk, dan yang telah dibayar oleh kontraktor, 23 truk, sedangkan 8 truk lagi sampai hari ini belum juga di bayar.

“Kami sudah memenuhi dan menyelesaikan permintaan tanah urug tersebut, tapi uangnya susah diminta. Setiap ditagih, Samsul Humas PT. Cahaya Arta Indonesia selalu menghindar dan seperti tidak bertanggung jawab,” ujar Raup dengan nada kecewa.

Menurutnya, tanah urug tersebut dibeli di Siantar, dan sesuai kesepakatan dengan Samsul, harga di sepakati Rp, 250 ribu per truk. Ironisnya sampai hari ini 8 truk lagi belum dibayarkan. Hal ini mengakibatkan kerugian kami (supir) truk yang harus bertanggung jawab kepada pemilik truk.

“Truk ini kan butuh solar, butuh uang untuk beli tanah urug, seharusnyak PT. Cahaya Artha Indonesia tahu itu” pungkas nya.

Terkait keterlambatan
pembayaran tanah urug tersebut, Samsul Humas PT. Cahaya Artha Indonesia meminta kepada awak media untuk tidak memberitakan.

“Minta tolong jgn di naikan dl ya bang, sampai saat ini saya udh koordinasi dgn bg Raup juga, Nanti aman untuk abg. Yg penting saya selesaikan dl punya bg raup, tulis nya Senin (26/01/2026), pukul 22.50. wib malam hari

Supir dump truck berharap Dinas PUTR selaku penyelenggara kegiatan dapat membantu menyampaikan ke pemilik PT. Cahaya Arta Indonesia agar hak – hak mereka dapat segera di bayarkan.

Kadis PUTR Hotbison Damanik menyingkapi permasalahan ini kepada awak media, mengatakan akan menyampaikan lansung kepada Pemilik PT. Cahaya Arta Indonesia. “Mudah – mudahan cepat diselesaikan,” harap Kadis.

(Mariono).