Menu

Mode Gelap
Asisten I: Peraturan Kesejahteraan Ibu dan Anak Perlu Dikuatkan dengan Undang-Undang Khusus Plt. Bupati Apresiasi Pelantikan 45 Anggota PPK di Labuhanbatu untuk Pilkada 2024 Polsek Firdaus Sergai Amankan Dua Anggota Geng Motor Meresahkan Warga Hatonduhan Ragukan Integritas KPUD Simalungun, Diduga Langgar Kode Etik Penyelenggaraan Pemilu Picu Kemacetan Depo Milik JIU Resahkan Warga Sekitar Dan Pengguna Jalan

Berita Terkini · 17 Apr 2024 19:49 WIB · waktu baca : ·

Kasus Pencurian dan Penganiayaan Anak di Simalungun , Perdamaian Kekeluargaan Menjadi Solusi


 Kasus Pencurian dan Penganiayaan Anak di Simalungun , Perdamaian Kekeluargaan Menjadi Solusi Perbesar

NET24JAM.ID || Simalungun.-Kasus pencurian yang mengakibatkan penganiayaan anak dibawah umur, yang terjadi dipasar Satu Bahapal, Nagori Naga jaya Satu, Kecamatan Bandar Huluan Kabupaten Simalungun berakhir damai.

Pencurian tersebut terjadi pada hari rabu saat malam takbiran (10/04/2024) sekira pukul 20.00 wib. Adil Patra (13 tahun ) datang ke toko dodi Ariska untuk membeli rokok. Tanpa diketahui pemilik toko, Adil Patra mengambil parfum lansung dimasukan kedalam kantong. Tapi naas, perbuatanya di pergoki oleh Dodi Ariska pemilik toko. Dodi Ariska lansung menangkapnya, dan menganiaya Adil Patra dibahagian wajah, yang mengakibatkan memar diwajah.

Tidak berselang lama datang Hendrik Damanik alias (Behlem), salah satu warga, bukanya melerai, tapi ikutan melakukan penganiayaan terhadap Adil Patra, dibahagiaan wajah dan kepala, sehingga mengakibatkan memar di wajah dan kepala, akibat penganiayaan tersebut pendengaran Adil Patra terganggu.

Baca Juga:  Bupati Labuhanbatu Shalat Idul Fitri Bersama Ribuan Warga

Melihat kondisi anaknya , Heri Supratman alias (Acun ) selaku org tua Adil Patra tidak menerimah penganiayaan yang menimpah anaknya.

Kepada awak media Net 24 jam.id minggu sekira pukul 16.00wib, (14/04/2024), Heri Supratman mengatakan, “kalau benar memang anak saya mencuri, tolong jangan disiksa, laporkan kepada polisi, biar dihukum, kan Negara kita Negara Hukum, ujar acun, saya ihklas anak saya dipenjara karena mencuri, jangan disiksa begitu pungkasnya.

Dihari sama sekira pukul 17.00 wib, Heri Supratman alias (Acun) dan keluarga melaporkan kejadian penganiayaan anaknya kepada Pangulu Naga Jaya Satu, Jupriadi dan Bhabinkamtibmas Bripka Aminuddin Sinaga.

Sekira pukul 20.00 wib, pangulu Jupriadi, memanggil Gamot Huta lima Saprudin Damanik, untuk memanggil Dodi Ariska pemilik toko, dan Hendrik Damanik alias (Behlem) yang diduga melakukan penganiayaan tersebut. Setelah kedua belah pihak datang dan berkumpul, mediasipun dibuka oleh Bhabinkamtibmas Bripka Aminuddin Sinaga.

Baca Juga:  Camat Rambutan Lantik 5 Kepala Lingkungan Yang Tertunda

Dalam mediasi perdamaian malam itu, dihadapan pangulu Jupriadi, Bhabinkamtibmas Bripka Aminuddin Sinaga, dan disaksikan kedua bela pihak. Dodi Ariska dan Hendrik Damanik alias (Behlem) mengukui ada melakukan pemukulan terhadap Adil Patra, semua itu dilakukan kerena emosi sesaat, ” Adil Patra sudah beberapa kali melakukan pencurian ditoko nya,kata Dodi, dan sudah pernah membuat surat pernyataan” sambung Hendri Damanik alias (Behlem). Sedangkan Adil Patra mengakui ada mencuri parfum dan sudah pernah melakukan hal yang sama ditoko Dodi Ariska.

Setelah mendengar keterangan kedua belah pihak maka akhirnya disepakati, kedua pihak akan melakukan perdamaian secara kekeluargaan, yang dilaksanakan pada hari senin (15/04/2024) sekira pukul 20.00wib, bertempat dikantor Pangulu Nogori Naga Jaya Satu, dengan disaksikan kedua belah pihak, dan diketahui oleh Pangulu Jupriadi serta Bhabinkamtibmas Bripka Aminuddin Sinaga.

Baca Juga:  Survey Areal Program PKR, Ketua NGO Sumatera Forest : Bukan Kawasan Hutan

Pantauan awak media Net 24 jam.id dikantor Pangulu, Naga Jaya Satu, perdamaian kekeluargaan berjalan dengan aman, dan lancar. Semua isi surat sudah disepakati oleh dua belah pihak, adapun isi surat perdamaian tersebut,

Kedua belah pihak sepakat tidak saling menggugat satu sama yang lain

Kedua belah pihak berjanji tidak akan mengulangi perbuatan yang sama

Pihak kedua memberikan biaya perobatan kepada pihak pertama, dan pihak pertama telah menerimah biaya perobatan dari pihak kedua.

Adapun nantinya apa bila ada luka atau sakit yang diderita oleh pihak pertama a/n Adil Patra tidak menjadi tanggung jawab pihak kedua.

Setelah surat perdamaian ditanda tangani oleh kedua belah pihak dan saksi saksi, Sekira pukul 23.00 wib acara perdamaian secara keluarga ditutup dengan foto bersama antara pihak pertama dan pihak kedua dengan berjabat tangan. (Mariono)

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Asisten I: Peraturan Kesejahteraan Ibu dan Anak Perlu Dikuatkan dengan Undang-Undang Khusus

18 Mei 2024 - 06:31 WIB

Plt. Bupati Apresiasi Pelantikan 45 Anggota PPK di Labuhanbatu untuk Pilkada 2024

18 Mei 2024 - 06:16 WIB

Jalani Desk Evaluasi Lapas Medan Optimis Raih Predikat WBK

16 Mei 2024 - 22:39 WIB

Plt. Bupati Ajak Masyarakat Untuk Mensukseskan Program Bangga Kencana

16 Mei 2024 - 20:57 WIB

Kaban BPBD Labuhanbatu MOU dengan Pengembang Perumahan Karya Mandiri Residence

16 Mei 2024 - 20:36 WIB

Polsek Firdaus Sergai Amankan Dua Anggota Geng Motor Meresahkan

16 Mei 2024 - 17:01 WIB

Trending di Berita Terkini