Warga Lestari Indah Resah Terserang Bau Busuk Dari Sampah Yang Tak Kunjung Di Angkut

net24jam
8 Jul 2026 11:28
DAERAH KABAR 0 26
2 menit membaca

NET24JAM.ID || Simalungun.– Warga perumahan Lestari Indah Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun merasa resah dan terganggu akibat bau busuk yang menyengat dari tumpukan sampah yang menumpuk dan tidak terkelola dengan baik dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini diduga terjadi karena layanan pengangkutan sampah yang dinilai kurang maksimal dari pemerintah Nagori sebagai  pengelola atau instansi terkait.

‎Menurut keterangan warga, sampah rumah tangga dan sisa makanan menumpuk di beberapa titik pembuangan sementara dan didepan rumah warga masing masing. Bau yang menyebar terasa sangat menyengat, terutama saat cuaca panas dan hujan. Selain mengganggu kenyamanan beraktivitas, warga juga khawatir kondisi ini menjadi sarang lalat, nyamuk, dan bakteri yang bisa memicu berbagai penyakit seperti demam berdarah, diare, hingga gangguan pernapasan.

‎“Sampah sudah menumpuk berhari-hari. Bau busuk masuk sampai ke dalam rumah. Kami sudah menyampaikan keluhan, namun penanganannya terasa lambat dan belum ada perubahan yang berarti,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya. Minggu (8/7/26)

Hingga saat ini, layanan pengangkutan yang seharusnya rutin dilakukan dinilai tidak konsisten. Volume sampah yang terus bertambah tidak sebanding dengan frekuensi pengangkutan yang tersedia. Warga berharap pihak pengelola kebersihan dan instansi berwenang segera mengambil langkah nyata.

‎Sementara itu, dari keterangan awal informasi yang diperoleh, pihak pemerintah Nagori sebagai pengelola sedang menghadapi kendala keterbatasan armada dan tenaga kerja. Mereka mengatakan akan segera mengatur jadwal tambahan serta mempercepat proses pengangkutan agar kondisi lingkungan kembali bersih dan sehat.

Warga menekankan pentingnya solusi yang berkelanjutan, bukan hanya penanganan sesaat saja, agar masalah serupa tidak terulang kembali di kemudian hari.

‎Pangulu Nagori Lestari Indah RAP Damanik saat dikonfirmasi tidak dapat dihubungi awak media melalui pesan WhatsApp  hingga berita ini ditayangkan masih centang satu dan belum memberikan keterangan

(Bambang)