Menu

Mode Gelap
Plt. Bupati Hadiri Pelantikan Panwaslu Kecamatan se-Kabupaten Labuhanbatu Pimpinan Forkopimda Labuhanbatu Melepas Pawai Lilin Waisak 2568 Manager Operasional Klarifikasi Legalitas PT Koko Samudera Dinas PPPA Labuhanbatu Deklarasikan SDN 01 Panai Hulu sebagai Sekolah Ramah Anak Pemerintah Tegaskan Berantas Judi Online, Satgas Akan Segera Dibentuk!

Tak Berkategori · 5 Nov 2021 20:41 WIB · waktu baca : ·

Warga Takut Bertani Pasca Diserang Diduga Sekelompok Preman Bayaran


 Warga Takut Bertani Pasca Diserang Diduga Sekelompok Preman Bayaran Perbesar

Medan,NET24JAM.ID –     Warga yang hendak bertani takut pasca bentrokan perebutan lahan milik warga di Jalan Platina Raya Medan Deli pada Jum’at (5/11/2021).
Berita yang beredar sebelumnya, pasca bentrok oknum preman menyerang buruh bangunan fakta kebenannya dilokasi berbeda, hal tersebut disampaikan oleh salah seorang warga Rismawati Sinurat.
Kejadian yang sebenarnya menurut Rimawati, para buruh bangunan yang diserang oleh oknum preman bayaran adalah tidak benar, akan tetapi wargalah  yang diserang oleh sekelompok orang mengaku sebagai buruh bangunan yang menguasai lahan milik warga seluas lebih kurang 12 ha.
Diduga yang melakukan penyerangan terhadap warga adalah sekelompok orang mengaku pemilik lahan yang Sah yang datang kelahan tersebut untuk mendirikan bangunan, dikarenakan rasa takut, warga hanya dapat melihat aktivitas mereka dan tidak dapat berbuat apa apa.
Sebelimnya warga sempat diserang oleh sekelompok orang tak dikenal dengan lemparan batu dan kayu yang sudah dipersiapkan mereka, rumah warga dan tempat usaha warga juga tak luput jadi sasaran akibatnya baberapa warga sempat mandapat perawaran medis karena terluka akibat diserang terkena lemparan batu.
Menurut keterangan Rosmawati, seklompok orang yang mengaku sebagi pemilik tanah datang dengan menggunakan kendaraan melakukan penyerangan dan yang menjadi korban adalah warga bukan kelompok yang mengaku sebagai pekerja bangunan dilokasi tersebut.
Semenrara itu Kuasa Hukum dari pihak warga, Abdullah Marie mengatakan lahan yang diklaim milik sekelompok orang sudah lama dikuasai warga, dan berdasarkan Keputusan Pengadilan pada Tahun 2019 pihak warga memenangkan sengketa tanah itu, sertifikat yang dimiliki sekelompok orang yang hendak menguasai lahan tersebut menurutnya Cacat Hukum.
Abdullah mengatakan bahwa kasusnya sengketa lahan tersebut masih ditangani oleh pihak Kepolisian.
‘Saat ini kasus sengketa lahan milik warga tersebut masih ditangani oleh pihak Polres Pelabuhan Belawan dan Polda Sumatera Utara,” tandas Abdullah.
(Red/tribunmedan)

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Terpilih Secara Aklamasi Boster Sitio Pimpin Koni Labuhanbatu Hingga 2028

28 April 2024 - 08:52 WIB

Forkopimda Labuhanbatu dan Labura Buka Puasa Bersama Kapolres Labuhanbatu

24 Maret 2024 - 09:13 WIB

Bandar Huluan Gelar Rapat Materi Sosialisasi Penggunaan ADN Dan Dana Desa Tahun 2024

20 Maret 2024 - 05:52 WIB

PTPN IV Ragional II Kebun Dolok Ilir Dan Pengusaha CV Sinar Tenera Sepakat Melakukan Perawatan Jalan Protokol

6 Maret 2024 - 11:43 WIB

Paskas Ajak Masyarakat Kota Tebing Tinggi Untuk Bersedekah

27 November 2023 - 20:03 WIB

BNN Pinjam Pakai Gedung TC Sosial Untuk Tempat Rehabilitasi Penyalahgunaan Narkoba

5 Oktober 2023 - 11:25 WIB

Trending di Tak Berkategori