Menu

Mode Gelap
Dugaan Pencurian Suara Caleg dari Partai Golkar di Medan Mulai Mencuat Korban Meninggal, Polisi Tangkap Pelaku Buron Penganiayaan di Belawan Plt Bupati Labuhanbatu Didampingi Kepala BPKAD Hadiri RUPS di Medan Wujudkan Generasi Berakhlak Mulia Melalui Hikmah Isra’ Mi’raj 1445 H Plt. Bupati Ellya Rosa Siregar Mengucapkan Selamat Merayakan Hari Cap Gomeh Kepada Masyarakat Tionghoa.

Tak Berkategori · 5 Nov 2021 20:41 WIB · waktu baca : ·

Warga Takut Bertani Pasca Diserang Diduga Sekelompok Preman Bayaran


 Warga Takut Bertani Pasca Diserang Diduga Sekelompok Preman Bayaran Perbesar

Medan,NET24JAM.ID –     Warga yang hendak bertani takut pasca bentrokan perebutan lahan milik warga di Jalan Platina Raya Medan Deli pada Jum’at (5/11/2021).
Berita yang beredar sebelumnya, pasca bentrok oknum preman menyerang buruh bangunan fakta kebenannya dilokasi berbeda, hal tersebut disampaikan oleh salah seorang warga Rismawati Sinurat.
Kejadian yang sebenarnya menurut Rimawati, para buruh bangunan yang diserang oleh oknum preman bayaran adalah tidak benar, akan tetapi wargalah  yang diserang oleh sekelompok orang mengaku sebagai buruh bangunan yang menguasai lahan milik warga seluas lebih kurang 12 ha.
Diduga yang melakukan penyerangan terhadap warga adalah sekelompok orang mengaku pemilik lahan yang Sah yang datang kelahan tersebut untuk mendirikan bangunan, dikarenakan rasa takut, warga hanya dapat melihat aktivitas mereka dan tidak dapat berbuat apa apa.
Sebelimnya warga sempat diserang oleh sekelompok orang tak dikenal dengan lemparan batu dan kayu yang sudah dipersiapkan mereka, rumah warga dan tempat usaha warga juga tak luput jadi sasaran akibatnya baberapa warga sempat mandapat perawaran medis karena terluka akibat diserang terkena lemparan batu.
Menurut keterangan Rosmawati, seklompok orang yang mengaku sebagi pemilik tanah datang dengan menggunakan kendaraan melakukan penyerangan dan yang menjadi korban adalah warga bukan kelompok yang mengaku sebagai pekerja bangunan dilokasi tersebut.
Semenrara itu Kuasa Hukum dari pihak warga, Abdullah Marie mengatakan lahan yang diklaim milik sekelompok orang sudah lama dikuasai warga, dan berdasarkan Keputusan Pengadilan pada Tahun 2019 pihak warga memenangkan sengketa tanah itu, sertifikat yang dimiliki sekelompok orang yang hendak menguasai lahan tersebut menurutnya Cacat Hukum.
Abdullah mengatakan bahwa kasusnya sengketa lahan tersebut masih ditangani oleh pihak Kepolisian.
‘Saat ini kasus sengketa lahan milik warga tersebut masih ditangani oleh pihak Polres Pelabuhan Belawan dan Polda Sumatera Utara,” tandas Abdullah.
(Red/tribunmedan)

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Paskas Ajak Masyarakat Kota Tebing Tinggi Untuk Bersedekah

27 November 2023 - 20:03 WIB

BNN Pinjam Pakai Gedung TC Sosial Untuk Tempat Rehabilitasi Penyalahgunaan Narkoba

5 Oktober 2023 - 11:25 WIB

Cabuli Anak Dibawah Umur Warga Naga Kesiangan Di Jemput Polisi Tebing Tinggi

5 Oktober 2023 - 10:24 WIB

Bahas Sukseskan Pemilu Forkopimda Gelar Rakor Bersama Forkopimcam Bandar Huluan

18 September 2023 - 21:01 WIB

Bupati Buka Talk Show Peran Perempuan Dalam Mewujudkan Kerukunan di Kabupaten Labuhanbatu

14 September 2023 - 09:17 WIB

Malam Perpisahan Sahabat BNN Berlangsung Khidmat

14 September 2023 - 09:09 WIB

Trending di Berita Daerah