Menu

Mode Gelap
Saat Memasak Teh Disawah Pria Ini Tewas Tertimpa Longsor Polres Labuhanbatu Tangkap Pencuri Pupuk Dari Gudang PT. Smart Tim Gabungan SFQR Lanal Balikpapan Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal Polisi Bekuk Pengedar Narkoba di Desa Helvetia, Sita 5 Paket Sabu Mabes Polri Dan Poldasu Temukan RumahTempat Pembuat Ekstasi

Berita Terkini · 20 Jun 2022 15:20 WIB · waktu baca : ·

Utang Luar Negeri Indonesia Turun Drastis Pada Triwulan I Tahun 2022


 Utang Luar Negeri Indonesia Turun Drastis Pada Triwulan I Tahun 2022 Perbesar

Jakarta, NET24JAM – Bank Indonesia mencatat posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada akhir triwulan I 2022 tercatat sebesar 411,5 miliar dolar AS, turun drastis dibandingkan dengan posisi utang luar negeri Indonesia pada triwulan sebelumnya sebesar 415,7 miliar dolar AS. 

Dilansir dari laman Bank Indonesia, perkembangan tersebut disebabkan oleh penurunan posisi ULN sektor publik (Pemerintah dan Bank Sentral) dan sektor swasta. Secara tahunan, posisi ULN triwulan I 2022 mengalami kontraksi sebesar 1,1 persen (yoy), lebih dalam dibandingkan dengan kontraksi pada triwulan sebelumnya yang sebesar 0,3 persen (yoy).

Tren Penurunan Utang Luar Negeri Indonesia Masih Berlanjut 

Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada triwulan I tahun 2022 sebesar 196,2 miliar dolar AS, menurun dari posisi triwulan sebelumnya sebesar 200,2 miliar dolar AS. 

Secara tahunan, pertumbuhan ULN Pemerintah mengalami kontraksi sebesar 3,4 persen (yoy), lebih dalam dibandingkan dengan kontraksi pada triwulan sebelumnya yang sebesar 3,0% (yoy). 

Penurunan terjadi seiring beberapa seri Surat Berharga Negara (SBN) yang jatuh tempo, baik SBN domestik maupun SBN Valas, serta adanya pelunasan neto atas pinjaman yang jatuh tempo selama periode Januari hingga Maret 2022, yang sebagian besar merupakan pinjaman bilateral. 

Baca Juga:  Kementerian ATR Tindaklanjuti Aduan Dugaan Mafia Tanah Desa Helvetia

Di samping itu, volatilitas di pasar keuangan global yang cenderung tinggi turut berpengaruh pada perpindahan investasi pada Surat Berharga Negara (SBN) domestik ke instrumen lain, sehingga mengurangi porsi kepemilikan investor non residen pada SBN domestik. 

Penarikan ULN pada triwulan I 2022 masih diutamakan untuk mendukung belanja prioritas Pemerintah, termasuk upaya penanganan Covid-19 dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). 

Pemerintah berkomitmen tetap menjaga kredibilitas dengan memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga utang secara tepat waktu, serta mengelola ULN secara hati-hati, kredibel, dan akuntabel. 

Dukungan ULN Pemerintah dalam memenuhi kebutuhan belanja prioritas hingga bulan Maret 2022 antara lain mencakup sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (24,6 persen dari total ULN Pemerintah), sektor jasa pendidikan (16,5 persen), sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (15,1 persen), sektor konstruksi (14,2 persen), serta sektor jasa keuangan dan asuransi (11,7 persen). 

Baca Juga:  Prof Budi Hadibroto Tutup Usia, Gubsu Edy Melayat

Posisi ULN Pemerintah relatif aman dan terkendali mengingat hampir seluruh ULN memiliki tenor jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,9 persen dari total ULN Pemerintah.

Utang Luar Negeri Swasta Menurun

Selain itu, Bank Indonesia mencatat posisi utang luar negeri (ULN) swasta pada triwulan I tahun 2022 tercatat sebesar 206,4 miliar dolar AS, turun dari 206,5 miliar dolar AS pada triwulan IV 2021. 

Secara tahunan, ULN swasta terkontraksi 1,8 persen (yoy), lebih dalam dibandingkan dengan kontraksi pada triwulan sebelumnya sebesar 0,6 persen (yoy). 

Perkembangan tersebut disebabkan oleh pembayaran pinjaman luar negeri dan surat utang yang jatuh tempo selama triwulan I 2022 sehingga ULN lembaga keuangan (financial corporations) dan perusahaan bukan lembaga keuangan (non financial corporations) terkontraksi masing-masing sebesar 5,1 persen (yoy) dan 1,0 persen (yoy). 

Berdasarkan sektornya, ULN swasta terbesar bersumber dari sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas, dan udara dingin, sektor industri pengolahan serta sektor pertambangan dan penggalian, dengan pangsa mencapai 76,6 persen dari total ULN swasta. ULN tersebut tetap didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 76,0 persen terhadap total ULN swasta.

Baca Juga:  Sat Lantas Polres Pelabuhan Belawan Adakan Program Police Goes To School Di SMK TI swasta Budi Agung Medan

Utang Luar Negeri Indonesia Tetap Sehat

ULN Indonesia pada triwulan I tahun 2022 tetap terkendali, tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang tetap terjaga di kisaran 33,7 persen, menurun dibandingkan dengan rasio pada triwulan sebelumnya sebesar 35,0 persen. 

Selain itu, struktur ULN Indonesia tetap sehat, ditunjukkan oleh ULN Indonesia yang tetap didominasi oleh ULN berjangka panjang, dengan pangsa mencapai 87,9 persen dari total ULN. 

Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. 

Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pemulihan ekonomi nasional, dengan meminimalisasi risiko yang dapat mempengaruhi stabilitas perekonomian.

Published : Ridwan

Sumber     : Departemen Komunikasi Bank Indonesia 

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Polsek Perbaungan Tangkap Pencuri Kios Pupuk di Sergai

14 Juni 2024 - 20:59 WIB

Polres Sergai Tangkap Pelaku Penggelapan Sepeda Motor di Teluk Mengkudu

14 Juni 2024 - 17:37 WIB

Tim Gabungan SFQR Lanal Balikpapan Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal

14 Juni 2024 - 15:33 WIB

Polisi Bekuk Pengedar Narkoba di Desa Helvetia, Sita 5 Paket Sabu

14 Juni 2024 - 15:06 WIB

Mabes Polri Dan Poldasu Temukan RumahTempat Pembuat Ekstasi

14 Juni 2024 - 09:46 WIB

Tim Opsnal Polres Sergai Amankan Penadah Arang Curian

13 Juni 2024 - 18:00 WIB

Trending di Berita Terkini