Menu

Mode Gelap
Laporan Di SP3kan Keluarga Monang Samosir Prapidkan Penyidik Polres Dan Kejari Simalungun Plt. Bupati Labuhanbatu Saksikan Pagelaran Wayang Kulit di Hari Bhayangkara Sambut 1 Muharram 1446 H, BKM Nurul Islam Gelar Gotong-royong Kapolres Sergai Resmikan Sarana Air Bersih di Desa Makmur UNITA Taput Larang Mahasiswa Ikuti Aksi Demonstrasi

Berita Terkini · 11 Jul 2024 12:55 WIB · waktu baca : ·

Tim Eksekusi Fidusia Dituduh Merampok, Ternyata Mobil Menunggak 11 Bulan dan Dijual Ilegal


 Tim Eksekusi Fidusia Dituduh Merampok, Ternyata Mobil Menunggak 11 Bulan dan Dijual Ilegal Perbesar

NET24JAM.ID || Medan .- Terkait video viralnya di media sosial tim pelaksana eksekusi objek jaminan fidusia (PEOJF) membantah pihaknya menarik paksa satu unit mobil pick up di Jalan Kapten Muslim, Kecamatan Medan Helvetia. Rabu (10/7/2024).

Informasi yang di dapat dari Tirto salah satu karyawan PEOJF mengatakan, pemakai mobil pick up BK 8690 CU sudah tidak atas nama lagi dalam perjanjian pembiayaan, dan pihak dari PT Beta Indah Nusantara diberikan kuasa untuk mengamankan unit tersebut.

Baca Juga:  Tak Terima Kliennya Dianiaya Oknum Brimob Pengacara Somasi PT SL

Pada saat terpantaunya unit tersebut di Jalan Kapten Mulis Tim PEOJF melakukan tindakan persuasif untuk mengkonfirmasi dan mempertanyakan unit tersebut dengan menunjukkan kelengkapan surat – surat tugas mereka kepada pemakai unit.

Ternyata mobil tersebut yang memakai sudah tidak atas nama lagi dan menunggak selama 11 bulan. Disaat Tim PEOJF melakukan persuasif untuk menyelesaikan tunggakan cicilan mobil tersebut kemudian istri dari pemakai unit meneriaki tim PEOJF sebagai pencuri dan perampok.

Baca Juga:  Tim Opsnal Polres Sergai Amankan Penadah Arang Curian

“Kami sudah ngomong baik – baik, tapi istri pemakai mobil malah teriakin kami sebagai perampok. Padahal unit itu sudah 11 bulan menunggak, dan yang makai bukan nama pertama,” ucap Tirto

Kemudian terjadi cekcok mulut antara pemakai mobil dan tim PEOJF akibatnya mengundang masyarakat dan ormas sekitar membuat kericuhan.

“Kami disini pekerja bukan perampok, kami juga menunjukkan surat dan legalitas dan saya menduga pemakai mobil membeli secara bodong,” sebutnya

Baca Juga:  KOMPAK Desak DPRD Taput Bentuk Pansus Perekrutan Perangkat Desa

Tak lama kemudian pihak kepolisian dari Polsek Medan Helvetia menggiring mereka pemakai mobil dan tim PEOJF ke kantor untuk menyelesaikan permasalahan.

Namun saat melakukan persuasif pemakai unit sangat tidak kooperatif lalu kabur dari Polsek dan membawa mobil tersebut.

Sebelumnya pihak leasing sudah beberapa mendatangi rumah pemilik mobil untuk menagih cicilan, namun pemilik rumah selalu tidak berada dirumahnya.(Wawan)

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Lapas Medan Gelar Razia Deteksi Dini, Musnahkan Ratusan HP

12 Juli 2024 - 16:52 WIB

Laporan Di SP3kan Keluarga Monang Samosir Prapidkan Penyidik Polres Dan Kejari Simalungun

12 Juli 2024 - 10:03 WIB

Pj Bupati Taput Akan Perkuat Fasilitasi dan Sinergitas Sukseskan Pilkada

10 Juli 2024 - 12:21 WIB

318 Jama’ah Haji Labuhanbatu Kembali Dengan Selamat

10 Juli 2024 - 11:13 WIB

HNSI Kota Medan dan Relawan Wak Young Bantu Dana Pembangunan Masjid Al Ikhlas

10 Juli 2024 - 11:04 WIB

Warga Desa Gempolan Resah Akibat Serangan Anjing Peliharaan

10 Juli 2024 - 10:49 WIB

Trending di Berita Terkini