Menu

Mode Gelap
Danyonmarhanlan X Jayapura Sambut Silaturahmi Korps Brimob Polda Papua Bentrok Oknum Brimob Vs Anggota TNI di Sorong Berakhir Damai Plt. Bupati Tinjau Persiapan TMMD ke-120 di Desa Selat Beting Diduga Hanyut di Sungai Bilah , Tim BPBD Labuhanbatu Melakukan Pencarian Selama 15 Jam dan Ditemukan Korban Telah Meninggal . Kompol Yayang Cek e-Parkir di Wilkum Polsek Medan Baru

Tak Berkategori · 18 Sep 2021 11:42 WIB · waktu baca : ·

Tersangka Kasus Suap Vaksinasi Ditahan, Epza Apresiasi Polda Sumut dan Kejari Medan


 Tersangka Kasus Suap Vaksinasi Ditahan, Epza Apresiasi Polda Sumut dan Kejari Medan Perbesar

Eka Putra Zakran, SH, MH.

Medan, NET24JAM.ID – Ditahannya tersangka inisial S, SKM., MKes., selaku Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan diapresiasi Eka Putra Zakran, SH., MH.

Pria yang akrab disapa Epza ini, memberikan apresiasi kepada aparat penegak hukum khususnya Kejari Medan yang telah menahan tersangka S.

Pengamat hukum dan sosial tersebut berpendapat, komitmen dan kinerja Polda Sumut dan Kejari Medan layak di apresiasi serta sebagai contoh yang baik dalam penegakan hukum di Indonesia khususnya Sumatera Utara.

Baca Juga:  Kuliah Umum di STIHMA, EPZA : Peran LBH Besar Dalam Acces To Justice

“Kalau begini komitmen dan kinerja aparat hukum, baik Polda Sumut maupun Kejari Medan, hemat saya sangat layak dan pantas diberi acungan jempol,” ujar Epza, Sabtu (18/9/2021).

Diketahui, S ditahan setelah tim penyidik dari Polda Sumut menyerahkan tersangka berikut barang bukti ke Kejari Medan pada Kamis (17/9).

Dari keterangan yang disampaikan oleh Kepala Kejari Medan Teuku Rahmadsyah melalui Kasi Intel Bondan Subrata, tersangka merupakan pengembangan perkara dugaan tindak pidana korupsi yang terkait dengan suap dalam kegiatan vaksinasi berbayar Covid-19 kepada masyarakat.

Baca Juga:  Hari Lingkungan Hidup Sedunia : Pentingnya Peran Jurnalis Dalam Upaya Konservasi

“Nah, kalau sudah cerita korupsi atau maling, kepala jadi mendidih, bawaannya geram lah pokoknya. Apalagi kalau cerita penyelewengan dana Covid-19 ya geram kali, mengapa karena sampai hati kali pelaku menari-nari diatas penderitaan rakyat,” ungkapnya.

Epza menyebut, wabah pandemi dan sudah diumumkan oleh Presiden sebagai Bencana Nasional non-alam melalui Kepres No. 12 Tahun 2020. Jadi sudah semestinya setiap orang peduli terhadap upaya perlindungan kesehatan. Bagaimana caranya? Melindungi diri dengan protokol kesehatan, termasuk lewat vaksinasi yang saat ini digalakkan oleh pemerintah.

Baca Juga:  Sat Reskrim Polres Tanjung Balai Ringkus Tersangka 480 Total Kerugian Rp25 juta

“Jadi begini, bicara korupsi dana pandemi, hemat saya tidak boleh ditolerir, sebab menyangkut kemaslahatan atau keselamatan hidup masyarakat,” sebutnya.

“Saya sering katakan, meminjam istilah Cisero filusuf kebangsaan Italia, Solus Suprema Lex Esto bahwa kesehatan masyarakat adalah merupakan hukum tertinggi bagi suatu negara sangat tepat diterapkan pada masa pandemi Covid-19 yang sampai saat ini masih menghantui masyarakat dunia,” tandas Epza.

(Ridwan)

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Forkopimda Labuhanbatu dan Labura Buka Puasa Bersama Kapolres Labuhanbatu

24 Maret 2024 - 09:13 WIB

Bandar Huluan Gelar Rapat Materi Sosialisasi Penggunaan ADN Dan Dana Desa Tahun 2024

20 Maret 2024 - 05:52 WIB

PTPN IV Ragional II Kebun Dolok Ilir Dan Pengusaha CV Sinar Tenera Sepakat Melakukan Perawatan Jalan Protokol

6 Maret 2024 - 11:43 WIB

Paskas Ajak Masyarakat Kota Tebing Tinggi Untuk Bersedekah

27 November 2023 - 20:03 WIB

BNN Pinjam Pakai Gedung TC Sosial Untuk Tempat Rehabilitasi Penyalahgunaan Narkoba

5 Oktober 2023 - 11:25 WIB

Cabuli Anak Dibawah Umur Warga Naga Kesiangan Di Jemput Polisi Tebing Tinggi

5 Oktober 2023 - 10:24 WIB

Trending di Berita Terkini