Menu

Mode Gelap
Plt. Bupati Hadiri Pelantikan Panwaslu Kecamatan se-Kabupaten Labuhanbatu Pimpinan Forkopimda Labuhanbatu Melepas Pawai Lilin Waisak 2568 Manager Operasional Klarifikasi Legalitas PT Koko Samudera Dinas PPPA Labuhanbatu Deklarasikan SDN 01 Panai Hulu sebagai Sekolah Ramah Anak Pemerintah Tegaskan Berantas Judi Online, Satgas Akan Segera Dibentuk!

Artikel · 21 Mei 2022 13:01 WIB · waktu baca : ·

Stop!! Fenomena Belawan Dipenggal Mati Sebagai Tumbal Badut Politik


 Stop!! Fenomena Belawan Dipenggal Mati Sebagai Tumbal Badut Politik Perbesar

Oleh : Ridwan F (Dirangkum dari berbagai sumber).

Kecamatan Medan Belawan atau yang lebih akrab terdengar dengan sebutan Belawan, adalah salah satu Kecamatan di Kota Medan Provinsi Sumatera Utara.

Suku Melayu Deli, Batak, Jawa dan Tionghoa, merupakan suku yang paling banyak di kecamatan ini. Ada juga suku lain seperti Minang, Banjar, Aceh, Nias dan lainnya.

Awal Terbentuknya Kecamatan Medan Belawan

Dikutip dari laman Pemko Medan, sebelum terbentuknya wilayah Kecamatan Medan Belawan Kotamadya Medan, daerah ini masih menjadi Kecamatan Labuhan Deli Kabupaten Deli Serdang yang terdiri dari 19 Desa, yaitu :

  1. Desa Belawan I
  2. Desa Belawan II
  3. Desa Belawan III
  4. Desa Sei Mati
  5. Desa Labuhan Deli
  6. Desa Bagan Deli
  7. Desa Rengas Pulau
  8. Desa Titi Papan
  9. Desa Telaga Tujuh
  10. Desa Mabar
  11. Desa Terjun
  12. Desa Kota Bangun
  13. Desa Tanjung Mulia
  14. Desa Karang Gading
  15. Desa Pematang Johar
  16. Desa Tanah 600
  17. Desa Helvetia
  18. Desa Besar
  19. Pekan Labuhan

Kemudian dengan keluarnya Peraturan Pemerintah Republik Indonesia (PP-RI) No. 22 Tahun 1973 Tanggal 08 Mei 1973 mengenai perluasan Wilayah di Kecamatan Labuhan Deli dibentuk menjadi 3 Kecamatan, salah satu diantaranya adalah Kecamatan Medan Belawan yang terdiri dari 4 desa, yaitu : 

  1. Desa Belawan I
  2. Desa Belawan II
  3. Desa Belawan III
  4. Desa Bagan Deli

Selanjutnya, berdasarkan Peraturan Pemerintah no. 72 Tahun 1972 dan Persetujuan Permendagri No. 140/2271/PUD, peraturan pemerintah No. 22 Tahun 1973 Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sumatera Utara No..140/4078/K/1978 Tanggal 19 Oktober 1978 tentang pemekaran Kelurahan di wilayah Kotamadya Medan, maka dengan demikian terbentuklah Kecamatan Medan Belawan.

Lalu, dengan keluarnya undang-undang No. 5 Tahun 1979 tentang Pemerintahan Desa/Kelurahan maka desa-desa yang berada di Ibukota Provinsi diganti dengan Kelurahan.

Baca Juga:  2 Remaja Terduga Geng Motor Diringkus Polres Pelabuhan Belawan

Berdasarkan surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sumatera Utara No:140/4078/K/1978 tentang pemekaran Kelurahan dari 116 Kelurahan menjadi 144 Kelurahan, serta perubahan nama satu kelurahan di Kotamadya Medan, dimana   salah satu kecamatan yang mengalami pemekaran adalah Kecamatan Medan Belawan yang tadinya 4 kelurahan menjadi 6 kelurahan, antara lain : 

  1. Belawan I
  2. Belawan II
  3. Belawan Bahagia
  4. Belawan Bahari
  5. Belawan Sicanang
  6. Bagan Deli.

Masyarakat dan Nelayan Tradisional

Sumber daya yang besar terkandung di wilayah Kecamatan Medan Belawan, lalu  banyaknya jumlah penduduk sebagai modal masyarakat di daerah tersebut. 

Seharusnya dari sumber daya yang besar membuat masyarakat di Kecamatan Medan Belawan memiliki hidup yang sejahtera. Namun, kenyataannya hingga kini kehidupan masyarakat dan para nelayan tradisional di Kecamatan Medan Belawan tetap saja berada dalam ketidakmampuan. 

Banyak permasalahan yang dihadapi oleh Kecamatan Medan Belawan yang menghambat pendapatan masyarakatnya

khususnya masyarakat nelayan sehingga kualitas hidupnya pun masih rendah, salah satunya pasang air laut atau lebih dikenal dengan banjir rob yang hingga kini belum terselesaikan.

Pesta Demokrasi Jangan Salah Pandang

Sebagai masyarakat untuk melakukan perubahan yang lebih baik khususnya di Kecamatan Medan Belawan, kita jangan hanya sekedar tau, kita juga harus memahami momen-momen politik yang sering disebut-sebut pesta demokrasi, yakni pemilihan legislatif (Pileg), pemilihan kepala daerah (Pilkada) ataupun pemilihan presiden (Pilpres).

Nah, di momen pesta demokrasi tersebut tampak kembang plastik, gincu dan topeng bertebaran di mana-mana. Para bakal calon akan bersolek dengan make up pencitraan tercanggih dari yang ada sebelumnya.

Bisa jadi, dalam episode pesta demokrasi akan lebih eksploratif membuai rakyat, selain dengan blusukan, tampilan merakyat, bersandal jepit dan berkaos oblong hingga berpenampilan religius. 

Baca Juga:  Curiga Adanya PMI Akan Berangkat Satpolair Polres Tanjungbalai Periksa KM. Rejeki Makmur IV

Tidak hanya mengumbar janji-janji palsu diantaranya : “ayo bersatu dukung saya untuk kesejahteraan masyarakat Belawan”, “untuk rakyat apa saja akan saya perjuangkan”, “jika saya terpilih, ini, itu, dan anu akan saya gratiskan untuk masyarakat Belawan”, hingga jargon-jargon seolah-olah paling religius serta beragam serangkaian kalimat-kalimat rayuan yang terkonsep lainnya.

Akan tetapi, dari semua janji-janji palsu itu tetap saja sudah bertahun-tahun lamanya hingga saat ini salah satu problematika di Kecamatan Medan Belawan yakni banjir rob belum terselesaikan, malah semakin parah banjir rob merendam 6 Kelurahan di Kecamatan Medan Belawan.

Masyarakat Kecamatan Medan Belawan kembali akan dihadapkan pada tahun politik. Maka, masyarakat jangan sampai salah pandang.

Waspadai..!! Buaian Dusta Badut Politik

Masyarakat jangan kaget,!! Jika disuatu daerah beberapa partai berkoalisi sedangkan di daerah lainnya partai-partai tersebut bersaing satu sama lainnya, karena calon yang mereka usung berbeda. Tapi itulah keniscayaan politik.

Pada pesta demokrasi, badut politik yang penuh gincu, penuh topeng, penuh kepalsuan dan kembang plastik yang bertebaran. Kembali, besar kemungkinan masyarakat akan ditipu habis-habisan oleh badut politik demi kepentingan pribadi, partai dan golongannya. Badut-badut politik dipasang untuk meramaikan pesta demokrasi tersebut.

Tak hanya itu, para tim sukses badut politik pengais recehan akan semakin bertebaran di media sosial hingga ikut turun ke jalan meneriakkan yel-yel untuk turut meramaikan suasana.

Masyarakat jangan mau dijadikan komoditas yang diperjualbelikan oleh para calo-calo politik. Masyarakat harus mengawasi dan turut serta dalam pesta demokrasi, akan tetapi masyarakat jangan tergiur oleh buaian dusta dalam kampanye area, jangan terhipnotis oleh teriakkan janji-janji penuh warna, jangan terpedaya hanya dengan rupiah dan nasi kotak.

Baca Juga:  Patroli Kamtibmas, Polres Tebing Tinggi Sambangi Gudang Logistik KPU

Skenario Badut Politik

Bagi sebagian orang badut politik tidak ubahnya seperti topeng monyet. Badut politik akan hadir dengan berbagai topeng. Menampilkan wajah dan senyuman semanis madu.

Dermawan dan Ramah? Oh tidak perlu dipertanyakan lagi. Apalagi jelang pesta demokrasi. Saat itulah kemunculan badut-badut politik mulai memasang perangkapnya.

Badut politik berbagai cara menarik simpati, dukungan dan suara yang bakal ditempuh. Mulai dari rehab tempat ibadah di sana-sini, santuni keluarga miskin, orang sakit, anak yatim piatu, hingga hadiri hajatan warga jelata yang selama ini ditolehpun tidak.

Rangkaian Akhir 

Pada akhir artikel ini, penulis mengingatkan masyarakat khususnya di Kecamatan Medan Belawan, Kita sebagai rakyat pemilik kedaulatan atas negara Indonesia tercinta ini sudah sebaiknya bersama-sama belajar dari ajang perlombaan para politikus dan badut politik sebelumnya. 

Sayangnya, masyarakat banyak yang terjerat, banyak yang manggut-manggut hanya karena ditampar dengan beberapa lembar rupiah, bantuan, janji-janji manis dan lain-lain. Tapi apakah janji-janji yang dihamburkan itu benar-benar terealisasi?

Jangan biarkan, bertahun-tahun fenomena hak-hak masyarakat Kecamatan Medan Belawan tidak sepenuhnya didapatkan seperti dipenggal mati, yakni diantaranya hak-hak mendapatkan kehidupan yang layak, kesejahteraan dan keamanan. Semuanya itu terkesan hanya sebagai tumbal badut-badut politik yang menabur janji-janji manis namun tidak terealisasi.

Ayo.. belajar bersama-sama untuk menemukan sudut pandang, jarak pandang, sisi pandang, cara dan resolusi pandang yang baru agar tidak melulu salah pandang demi perubahan yang lebih baik di Kecamatan Medan Belawan.

Bukankah masyarakat khususnya di Kecamatan Medan Belawan merindukan sosok yang mengayomi masyarakat?

Kita ajak masyarakat untuk menemukan kesejatian agar bisa terhindar kepalsuan. Sudah seyogyanya kita untuk saling mengingatkan. 

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Plt. Bupati Hadiri Pelantikan Panwaslu Kecamatan se-Kabupaten Labuhanbatu

25 Mei 2024 - 00:22 WIB

Pimpinan Forkopimda Labuhanbatu Melepas Pawai Lilin Waisak 2568

25 Mei 2024 - 00:08 WIB

Manager Operasional Klarifikasi Legalitas PT Koko Samudera

24 Mei 2024 - 23:56 WIB

Dinas PPPA Labuhanbatu Deklarasikan SDN 01 Panai Hulu sebagai Sekolah Ramah Anak

24 Mei 2024 - 23:45 WIB

Pemerintah Tegaskan Berantas Judi Online, Satgas Akan Segera Dibentuk!

23 Mei 2024 - 00:07 WIB

Petugas Rutan Kelas I Medan Gagalkan Penyelundupan Narkoba

22 Mei 2024 - 23:34 WIB

Trending di Berita Terkini