Menu

Mode Gelap
Asisten I: Peraturan Kesejahteraan Ibu dan Anak Perlu Dikuatkan dengan Undang-Undang Khusus Plt. Bupati Apresiasi Pelantikan 45 Anggota PPK di Labuhanbatu untuk Pilkada 2024 Polsek Firdaus Sergai Amankan Dua Anggota Geng Motor Meresahkan Warga Hatonduhan Ragukan Integritas KPUD Simalungun, Diduga Langgar Kode Etik Penyelenggaraan Pemilu Picu Kemacetan Depo Milik JIU Resahkan Warga Sekitar Dan Pengguna Jalan

Berita Terkini · 19 Nov 2022 15:27 WIB · waktu baca : ·

Soroti Kinerja Wali Kota Medan? MPSU : Warga Menjerit, KAAMU : Koncoisme


 Soroti Kinerja Wali Kota Medan? MPSU : Warga Menjerit, KAAMU : Koncoisme Perbesar

Foto (istimewa) : Banjir di Tanjung Mulia Kecamatan Medan Deli.

Medan, NET24JAM – Sejumlah wilayah di beberapa kecamatan di Kota Medan Provinsi Sumatera Utara (Sumut), menjadi langganan banjir ketika dilanda hujan.

Tak hanya permasalahan banjir, soal infrastruktur jalan pun masih juga belum terselesaikan hingga menjadi sorotan dan menuai kritikan publik.

Ketua Umum (Ketum) Masyarakat Perjuangan Sumatera Utara (MPSU), Mulya Koto meminta kepada Wali Kota Medan Bobby Nasution agar merobohkan bangunan yang tidak mempunyai ketentuan amdal.

“Sidak bangunan yang amdalnya bermasalah, karena itu mungkin saja menjadi salah satu penyebab banjir tak kunjung selesai jika hujan datang,” tegas Mulya Koto saat dikonfirmasi net24jam, Sabtu (19/11/2022).

Aktivis Sumatera Utara ini mengatakan, bahwa Wali Kota Medan jangan terlalu fokus dengan revitalisasi saja. Menurutnya, masyarakat khususnya warga Kota Medan juga membutuhkan kesehatan dan pendidikan secara gratis.

“Jangan asyik revitalisasi saja. Apa makna Medan berkah? berkahnya dengan siapa? Jangan berkahnya dengan kolega saja. Apa itu Medan kolaborasi? Kalau hanya kolaborasi dengan kepentingan saja,” ketus Mulya Koto.

Baca Juga:  Jenazah Almarhum Bripka Anumerta Janwar Sobar Wijaya Dimakamkan

“Warga Medan menjerit setelah pandemi Covid-19, jangan boros anggaran untuk hal-hal yang tak tepat sasaran,” ujarnya kembali.

Selain MPSU, kinerja Wali Kota Medan Bobby Nasution juga menuai kritikan dari Sekretaris KAAMU (Kami Aliansi Anak Medan Utara) Ali Nafiah Marbun. ketika dikonfirmasi net24jam, pria yang akrab disapa Ali ini mengatakan KAAMU sebagai pendukung penuh dalam pemenangan Bobby Nasution sebagai Wali Kota Medan pada Pilkada yang lalu merasa kecewa melihat situasi dan kondisi Kota Medan saat ini.

“Hari ini Kota Medan hampir di setiap Kecamatan mengalami banjir, ntah kenapa sekarang lokasi banjir di Kota Medan makin meluas,” ucap Ali Nafiah Marbun, Sabtu (19/11/2022). 

Ali mengatakan, KAAMU berharap dengan adanya Bobby Nasution sebagai Wali Kota Medan yang merupakan menantu dari Presiden Jokowi, bisa merubah wajah Kota Medan menjadi lebih baik dan bebas dari banjir.

“Karena beliau punya kekuasaan dan punya akses langsung ke pemerintah pusat. Jelaslah berharap bisa melaksanakan kolaborasi dengan baik untuk Kota Medan,” tuturnya.

Baca Juga:  Polres Toba Berikan Pengamanan Unjuk Rasa Di PT. Shimizu – Adhi Karya

Akan tetapi, masih kata Ali, Setelah lebih dari dua tahun berjalannya pemerintahan Kota Medan yang dipimpin oleh Bobby Nasution, ternyata tidak membawa Kota Medan pada perubahan lebih baik.

“Medan bagian Utara punya Wakil Wali Kota yang disondingkan dengan Bobby Nasution sebagai Wali Kota Medan. Akan tetapi, tiada punya ruang penuh guna mengejawantahkan pikirannya untuk perbaikan Kota Medan. Tetap Wali Kota Medan punya penentu dalam semua kebijakan dan proyek-proyek untuk pembangunan penanggulangan banjir,” sebutnya.

Dia menduga ada sesuatu hal yang terjadi di Kota Medan pada saat ini. “Dugaan koncoisme begitu berperan dalam segala aspek di pemerintahan. Sehingga terkesan tidak ada rasa empati penuh kepada masyarakat,” ungkap Ali.

Meskipun tampak Wali Kota Medan memang sungguh-sungguh ingin mengantisipasi banjir di Kota Medan, namun aparatur dibawahnya dinilai tidak dapat menafsirkan penuh apa yang dicanangkan oleh Wali Kota Medan tersebut.

“Masukan atau bisikan dari bawahannya terkadang begitu cepat di dengar oleh pak Wali Kota, padahal itu belum tentu benar,” Ali menerangkan.

Baca Juga:  Kapolri Diminta Tuntaskan Kasus Pembacokan di Ciputat

Terlebih lagi, lanjut Ali, saat ini Wali Kota Medan dinilai begitu cepat merespon bahwa banjir Kota Medan tersebut terjadi karena curah hujan yang begitu besar dari wilayah atas sehingga sungai tidak dapat menampung debit air dan meluap keluar. 

“Ini adalah mengkambing hitamkan hujan dan sungai.Padahal dari sejak zaman dulu, hujan itu tetap turun di Kota Medan,” bebernya.

“Wali Kota Medan Bobby Nasution perlu mengkaji ulang aparatur di bawahnya yang selama ini sekedar yes bos aja,” paparnya. 

Saat disinggung terkait kerusakan Jalan Marelan Raya tepatnya di pasar V Marelan depan RSU Wulan Windi/Mitra Medika, Ali berpendapat seharusnya Wali Kota Medan meminta kepada Gubernur Sumatera Utara agar cepat menyikapi perbaikan jalan tersebut. 

“Memang itu jalan Provinsi, tapi untuk kebaikan masyarakat Kota Medan, Pak Wali Kota Medan bisa memohon ke Pemerintah Provinsi Sumatera Utara agar segera memperbaiki jalan itu. Karena jika Musim hujan begini, dikhawatirkan jalan berlobang itu tergenang air dan rentan terjadinya kecelakaan bagi para pengguna jalan,” pungkas Ali Nafiah Marbun.

(Ridwan)

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Asisten I: Peraturan Kesejahteraan Ibu dan Anak Perlu Dikuatkan dengan Undang-Undang Khusus

18 Mei 2024 - 06:31 WIB

Plt. Bupati Apresiasi Pelantikan 45 Anggota PPK di Labuhanbatu untuk Pilkada 2024

18 Mei 2024 - 06:16 WIB

Jalani Desk Evaluasi Lapas Medan Optimis Raih Predikat WBK

16 Mei 2024 - 22:39 WIB

Plt. Bupati Ajak Masyarakat Untuk Mensukseskan Program Bangga Kencana

16 Mei 2024 - 20:57 WIB

Kaban BPBD Labuhanbatu MOU dengan Pengembang Perumahan Karya Mandiri Residence

16 Mei 2024 - 20:36 WIB

Polsek Firdaus Sergai Amankan Dua Anggota Geng Motor Meresahkan

16 Mei 2024 - 17:01 WIB

Trending di Berita Terkini