Menu

Mode Gelap
Laporan Di SP3kan Keluarga Monang Samosir Prapidkan Penyidik Polres Dan Kejari Simalungun Plt. Bupati Labuhanbatu Saksikan Pagelaran Wayang Kulit di Hari Bhayangkara Sambut 1 Muharram 1446 H, BKM Nurul Islam Gelar Gotong-royong Kapolres Sergai Resmikan Sarana Air Bersih di Desa Makmur UNITA Taput Larang Mahasiswa Ikuti Aksi Demonstrasi

Tak Berkategori · 6 Sep 2021 12:59 WIB · waktu baca : ·

Sengketa Tanah dengan PTPN II, Tiga Warga Memberikan Kesaksian


 Sengketa Tanah dengan PTPN II, Tiga Warga Memberikan Kesaksian Perbesar

 Sidang Perkara Perdata dengan register nomor 78/Pdt.G/2021/PN.LBP, di Pengadilan Negeri Lubuk Pakam.


Deli Serdang, NET24JAM.ID – Sidang perkara sengketa tanah antara masyarakat dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) II di Jalan Serasi Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Lubuk Pakam, Senin (6/9/2021). 

Perkara perdata dengan register nomor 78/Pdt.G/2021/PN.LBP, sidang kali ini beragendakan pemeriksaan saksi dari pihak penggugat. 

Kali ini, 3 orang warga turut bersimpati untuk memberikan kesaksian dari pihak penggugat pada sidang pemeriksaan saksi di PN Lubuk Pakam.

Baca Juga:  Sertijab, Kompol Mustafa Nasution Resmi Jabat Kapolsek Medan Labuhan

Dalam sidang perkara tersebut, Majelis hakim yang diketuai oleh Rina Lestari Br Sembiring, SH., MH., bertanya kepada saksi terkait penjualan tanah kaplingan dari I Gede Urip kepada masyarakat.

Basri Sikumbang selaku salah satu saksi dari pihak penggugat, di hadapan majelis hakim dirinya mengaku membeli tanah tersebut dari I Gede Urip di notaris dengan alas hak Surat Keterangan Camat dan terlampir surat silang sengketa pada tahun 2002. 

“Pada saat membeli tanah itu sudah ada patok-patok kaplingan,” ujar Basri.

Begitupun dengan Rawi yang juga sebagai saksi dari pihak penggugat, Rawi menerangkan bahwa tanah kaplingan dari I Gede Urip seluas bekisar 14 Ha itu sudah terjual 225 kaplingan.

Baca Juga:  Dua Pekan Pra TMMD Kodim 0207/Sml, Pembuatan Bendungan Sungai Bahbiak Capai 53%

“Mertua saya membeli tanah tersebut dari pak Gede (I Gede Urip) pada tahun 2004 dengan dasar Surat Keterangan Camat melalui notaris dan sudah ada PBB (Pajak Bumi Bangunan) atas nama mertua saya,” jelasnya di hadapan majelis hakim PN Lubuk Pakam.

“Pada tahun 2005 kaplingan dibeli melalui pak Gede lokasi Jalan Serasi Pasar 7/8 dengan kondisi jalan rapi dan bagus. Sedangkan PBB sudah terbit atas nama saya dan sudah pernah saya bayar,” lanjut Roy Andika memberikan keterangan di hadapan majelis hakim, yang juga saksi dari pihak penggugat.

Baca Juga:  Jalur Lintas Medan Brastagi Kembali Longsor, Dikabarkan Menimbulkan Korban Jiwa

Sementara di sela-sela usai sidang, salah satu Tim Kuasa Hukum penggugat yakni, Khairil Anwar Damanik, SH., menyampaikan pihaknya meminta kepada instansi terkait dalam perkara ini agar bersikap netral.

“Klien kami bukan kelompok penggarap, melainkan klien kami selaku korban dari orang yang tidak bertanggung jawab, karena tanah tersebut sudah dibeli oleh klien kami, nyatanya tidak bisa dipergunakan oleh klien kami,” ketus Khairil.

(Ridwan)

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Gawat Proyek DD TA 2023 Tak Terealisasi Diduga Pangulu Lestari Indah Selewengkan Anggaran

27 Juni 2024 - 14:23 WIB

Terkait Video Mesum Mirip Sekda Taput, Polisi Layangkan Surat Panggilan Ke TS.

20 Juni 2024 - 08:57 WIB

Dinas Sosial Salurkan Bantuan Untuk Korban Kebakaran

4 Juni 2024 - 12:19 WIB

Tergabung Di Kloter 13 Kakan Kemenag Bersama Plt Bupati Lepas 318 Jemaah Haji Labuhanbatu

27 Mei 2024 - 08:18 WIB

Terpilih Secara Aklamasi Boster Sitio Pimpin Koni Labuhanbatu Hingga 2028

28 April 2024 - 08:52 WIB

Forkopimda Labuhanbatu dan Labura Buka Puasa Bersama Kapolres Labuhanbatu

24 Maret 2024 - 09:13 WIB

Trending di Tak Berkategori