Menu

Mode Gelap
Plt Bupati Labuhanbatu Doa Di Rumah Duka Personel Kompi 3 Yon B Sat Brimob Polda Sumut Danyonmarhanlan X Jayapura Sambut Silaturahmi Korps Brimob Polda Papua Bentrok Oknum Brimob Vs Anggota TNI di Sorong Berakhir Damai Plt. Bupati Tinjau Persiapan TMMD ke-120 di Desa Selat Beting Diduga Hanyut di Sungai Bilah , Tim BPBD Labuhanbatu Melakukan Pencarian Selama 15 Jam dan Ditemukan Korban Telah Meninggal .

Artikel · 19 Sep 2023 09:36 WIB · waktu baca : ·

Sekelumit Tanya Anak Bangsa Terkait Kisruh Pulau Rempang Pantaskah Peradaban Dan Budaya Dipunahkan


 Sekelumit Tanya Anak Bangsa Terkait Kisruh Pulau Rempang Pantaskah Peradaban Dan Budaya Dipunahkan Perbesar

NET24JAM. ID ||  Pulau Rempang atau galang yang terletak di Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau, saat ini tengah menjadi sorotan diberbagai daerah seluruh Indonesia, termasuk kita sumatera utara yang mana banyak di antara kita masyarakatnya yang bersuku Malayu.

Sedikitnya ada 16 kampung tua yang berada di pulau Rempang dan Galang yang terancam di Relokasi lantaran adanya rencana pembangunan, Pembangunan Kawasan Terpadu Rempang Eco City, sehingga menimbulkan banyak pertanyaan, apakah peradaban dan kebudayaan harus di punahkan karena keegoan sepihak?

Baca Juga:  Resmi Jadi Kader, Ketua PSI Taput : Selamat Datang Bro Kaesang

Rempang dan Galang mempunyai sejarah yang panjang dimana peradaban di pulau Rempang baru ada di abad ke 19 atau baru ada di tahun 1834, tetapi usut punya usut ternyata Rempang dan Galang sudah berdiri pada Tahun 1722 – 1818 di Zaman Pemerintahan Tumenggung Riau Lingga Hulu, ini merupakan bukti bahwa Rempang dan Galang sudah lama di huni oleh masyarakat Melayu, yakni Malayu Suku Darat dan Malayu Suku Laut

Baca Juga:  Diduga Hanyut di Sungai Bilah , Tim BPBD Labuhanbatu Melakukan Pencarian Selama 15 Jam dan Ditemukan Korban Telah Meninggal .

Sementara historis lainnya, pada Tahun 1828 Sultan Riau Lingga, Sultan Abdul Rahman memberikan kuasa kepada Raja Isa atau Nong Isa untuk memimpin Nongsa pulau Batam, Rempang, Galang dan sekitarnya dan di Tahun tersebut lahirnya nama Kota Batam

Namun versi lain juga menyebutkan bahwa Sejarah Pulau Rempang tidak terlepas dari penaklukan yang di lakukan penjajahan Belanda terhadap Kerajaan Malayu Riau pada Tahun 1784

Baca Juga:  Polisi Sikat 6 Pelaku Begal di Medan, Satu Diantaranya Ditembak Mati

Pulau Rempang memiliki luas 16,583 hektar dan di huni oleh 7,512 penduduk yang terdiri dari 2 Kelurahan , Kelurahan yaitu Rempang Cate dan Sembulang

Pertanyaannya?

Apakah peradapan dan kebudayaan harus di punahkan ?
Dan bagaimana anak anak bangsa bisa mengerti nilai dari sejarah jika peradapan dan kebudayaan harus di punahkan ?

Penulis : Juni Efendi

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kasus Pencurian dan Penganiayaan Anak di Simalungun , Perdamaian Kekeluargaan Menjadi Solusi

17 April 2024 - 19:49 WIB

Plt. Bupati Labuhanbatu Sambut Hari Raya Idul Fitri dengan Pesan Damai dan Kepedulian

17 April 2024 - 18:47 WIB

Plt Bupati Labuhanbatu Doa Di Rumah Duka Personel Kompi 3 Yon B Sat Brimob Polda Sumut

17 April 2024 - 10:40 WIB

Danyonmarhanlan X Jayapura Sambut Silaturahmi Korps Brimob Polda Papua

15 April 2024 - 18:24 WIB

Bentrok Oknum Brimob Vs Anggota TNI di Sorong Berakhir Damai

15 April 2024 - 17:55 WIB

Plt. Bupati Tinjau Persiapan TMMD ke-120 di Desa Selat Beting

15 April 2024 - 11:41 WIB

Trending di Berita Daerah