Menu

Mode Gelap
Laporan Di SP3kan Keluarga Monang Samosir Prapidkan Penyidik Polres Dan Kejari Simalungun Plt. Bupati Labuhanbatu Saksikan Pagelaran Wayang Kulit di Hari Bhayangkara Sambut 1 Muharram 1446 H, BKM Nurul Islam Gelar Gotong-royong Kapolres Sergai Resmikan Sarana Air Bersih di Desa Makmur UNITA Taput Larang Mahasiswa Ikuti Aksi Demonstrasi

Artikel · 19 Sep 2023 09:36 WIB · waktu baca : ·

Sekelumit Tanya Anak Bangsa Terkait Kisruh Pulau Rempang Pantaskah Peradaban Dan Budaya Dipunahkan


 Sekelumit Tanya Anak Bangsa Terkait Kisruh Pulau Rempang Pantaskah Peradaban Dan Budaya Dipunahkan Perbesar

NET24JAM. ID ||  Pulau Rempang atau galang yang terletak di Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau, saat ini tengah menjadi sorotan diberbagai daerah seluruh Indonesia, termasuk kita sumatera utara yang mana banyak di antara kita masyarakatnya yang bersuku Malayu.

Sedikitnya ada 16 kampung tua yang berada di pulau Rempang dan Galang yang terancam di Relokasi lantaran adanya rencana pembangunan, Pembangunan Kawasan Terpadu Rempang Eco City, sehingga menimbulkan banyak pertanyaan, apakah peradaban dan kebudayaan harus di punahkan karena keegoan sepihak?

Baca Juga:  Gunung Misterius Setinggi 2400 Meter Ditemukan, Begini Kata Pushidrosal

Rempang dan Galang mempunyai sejarah yang panjang dimana peradaban di pulau Rempang baru ada di abad ke 19 atau baru ada di tahun 1834, tetapi usut punya usut ternyata Rempang dan Galang sudah berdiri pada Tahun 1722 – 1818 di Zaman Pemerintahan Tumenggung Riau Lingga Hulu, ini merupakan bukti bahwa Rempang dan Galang sudah lama di huni oleh masyarakat Melayu, yakni Malayu Suku Darat dan Malayu Suku Laut

Baca Juga:  Bupati Tanggamus Tanda Tangani MOU BPKP Provinsi Lampung

Sementara historis lainnya, pada Tahun 1828 Sultan Riau Lingga, Sultan Abdul Rahman memberikan kuasa kepada Raja Isa atau Nong Isa untuk memimpin Nongsa pulau Batam, Rempang, Galang dan sekitarnya dan di Tahun tersebut lahirnya nama Kota Batam

Namun versi lain juga menyebutkan bahwa Sejarah Pulau Rempang tidak terlepas dari penaklukan yang di lakukan penjajahan Belanda terhadap Kerajaan Malayu Riau pada Tahun 1784

Baca Juga:  Antisipasi Balapan Liar 3 Unit Motor Berhasil Diamankan Bhabinkamtibmas Dan Ormas Pemuda Bandar Huluan

Pulau Rempang memiliki luas 16,583 hektar dan di huni oleh 7,512 penduduk yang terdiri dari 2 Kelurahan , Kelurahan yaitu Rempang Cate dan Sembulang

Pertanyaannya?

Apakah peradapan dan kebudayaan harus di punahkan ?
Dan bagaimana anak anak bangsa bisa mengerti nilai dari sejarah jika peradapan dan kebudayaan harus di punahkan ?

Penulis : Juni Efendi

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kapolres Serdang Bedagai Pimpin Apel Ops Patuh Toba 2024

15 Juli 2024 - 17:32 WIB

Polres Taput Laksanakan Apel Gelar Operasi Patuh Toba 2024.

15 Juli 2024 - 14:26 WIB

Media Nasional NET24JAM.ID Laksanakan ULTAH Yang Ke4 Tahun.

15 Juli 2024 - 00:18 WIB

DPD Tipikor Labuhanbatu Ucapkan Selamat ke-4 Tahun untuk NET24JAM.ID

14 Juli 2024 - 13:11 WIB

Lapas Medan Gelar Razia Deteksi Dini, Musnahkan Ratusan HP

12 Juli 2024 - 16:52 WIB

Tim Eksekusi Fidusia Dituduh Merampok, Ternyata Mobil Menunggak 11 Bulan dan Dijual Ilegal

11 Juli 2024 - 12:55 WIB

Trending di Berita Terkini