Menu

Mode Gelap
Laporan Di SP3kan Keluarga Monang Samosir Prapidkan Penyidik Polres Dan Kejari Simalungun Plt. Bupati Labuhanbatu Saksikan Pagelaran Wayang Kulit di Hari Bhayangkara Sambut 1 Muharram 1446 H, BKM Nurul Islam Gelar Gotong-royong Kapolres Sergai Resmikan Sarana Air Bersih di Desa Makmur UNITA Taput Larang Mahasiswa Ikuti Aksi Demonstrasi

Tak Berkategori · 11 Sep 2021 09:18 WIB · waktu baca : ·

Rp6,5 M Renovasi Ruangan, Kemendikbud-Ristek Disenggol Pengamat


 Rp6,5 M Renovasi Ruangan, Kemendikbud-Ristek Disenggol Pengamat Perbesar

Eka Putra Zakran, SH., MH.


Medan, NET24JAM.ID – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud-Ristek) Nadiem Karim kembali menjadi sorotan publik.

Dikatakan demikian, rencana Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) RI yang akan merenovasi ruangan Menteri dan Staf Khusus Menteri dengan anggaran memakai sejumlah Rp6,5 Milyar, mendapat sorotan dari Pengamat Hukum dan Sosial Sumatera Utara (Sumut) Eka Putra Zakran, SH., MH.

Pria yang akrab disapa Epza tersebut, menilai bahwa Menteri Nadiem Makarim tidak peka terhadap kesulitan yang dihadapi organisasi dan lembaga penyelenggara pendidikan selama masa pandemi Covid-19 ini. 

Baca Juga:  Diduga Depresi Seorang Laki laki Nekat Bunuh Diri di Rel Kereta Api

“Kita paham bahwa Kemendikbud-Ristek memang telah menyiapkan anggaran Rp6,5 Milyar untuk renovasi ruangan Menteri dan Staf Menteri berdasarkan Perpres No. 2 Tahun 2021, akan tetapi untuk masa pandemi saat ini, renovasi itu tidak perlu dilakukan,” jelas Epza, Sabtu (11/9/2021).

“Memangnya ruangan sekelas Menteri Pendidikan itu ada atap atau asbesnya yang bocor? Jawab tentu tidak kan? Saya berkeyakinan bahwa ruangan Menteri Nadiem tersebut, sejuk dan empuk. Jadi kenapa  bernafsu sekali ingin merenovasi ruangan, sementara banyak persoalan lain yang semestinya mendapat perhatian,” ujarnya lagi.

Baca Juga:  AKBP Ferio Sano Ginting Sik, MH., Pimpin Penangkapan Dan Amankan Perladangan Ganja di Dairi

Menurut Epza, semestinya Nadiem peka terhadap kesulitan masyarakat, bukan menunjukkan euforia membangun. Membangun kapan pun bisa, tapi setidaknya jangan pada saat pandemi seperti ini.

“Ayo bantu dong kesulitan masyarakat. Masyarakat selama pandemi ini pasti merasa sulit, stres dan pusing, anak didik tidak belajar tatap muka, tapi uang sekolah dan buku kan tetap harus dibayar. Kalaupun ada Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tentu itu saja tidak cukup,” tuturnya.

Epza berharap sebaiknya anggaran Rp6,5 Milyar itu lebih diprioritaskan untuk keperluan-keperluan yang mendasar, urgensial dan/substansial. Atau setidak-tidaknya diprioritaskan untuk menambah dana bantuan operasional sekolah. Dari pada untuk renovasi, lebih baik untuk tambahan dana BOS.

Baca Juga:  Awal Juli 2021, Bendungan Ladongi Siap Penuhi Kebutuhan Irigasi di Kolaka Timur Sultra

“Katanya Nadiem ini Menteri kabinet dari kaum milenial, tapi kenapa tidak peka? Harusnya lebih bijak, lebih cerdas dan peka terhadap masalah rakyat,” ketusnya.

“Kalau masih berkutat pada persoalan merenovasi ruangan agar lebih dingin, lebih sejuk atau lebih empuk apanya yang milenial. Malah yang ada terkesan euforia atas jabatannya dan itu justru kelihatan sangat tidak berbudaya. Jika tak mampu memberi solusi, setidaknya jangan menambah penderitaan rakyat,” tegas Epza mengakhiri keterangan persnya.

(Ridwan)

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Gawat Proyek DD TA 2023 Tak Terealisasi Diduga Pangulu Lestari Indah Selewengkan Anggaran

27 Juni 2024 - 14:23 WIB

Terkait Video Mesum Mirip Sekda Taput, Polisi Layangkan Surat Panggilan Ke TS.

20 Juni 2024 - 08:57 WIB

Dinas Sosial Salurkan Bantuan Untuk Korban Kebakaran

4 Juni 2024 - 12:19 WIB

Tergabung Di Kloter 13 Kakan Kemenag Bersama Plt Bupati Lepas 318 Jemaah Haji Labuhanbatu

27 Mei 2024 - 08:18 WIB

Terpilih Secara Aklamasi Boster Sitio Pimpin Koni Labuhanbatu Hingga 2028

28 April 2024 - 08:52 WIB

Forkopimda Labuhanbatu dan Labura Buka Puasa Bersama Kapolres Labuhanbatu

24 Maret 2024 - 09:13 WIB

Trending di Tak Berkategori