Menu

Mode Gelap
Pemerintah Tegaskan Berantas Judi Online, Satgas Akan Segera Dibentuk! Petugas Rutan Kelas I Medan Gagalkan Penyelundupan Narkoba Asisten 3 Pimpin Rapat Penyusunan SSH Tahun Anggaran 2024 Lapas Medan Terima Kunjungan Peserta Bimtek Giat Kerja dan Produksi 2024 MTs Al Washliyah Bahgunung Gelar Wisuda Tahfidz Al Qur’an

Berita Terkini · 1 Des 2022 01:43 WIB · waktu baca : ·

Robby Anangga Minta Polda Sumut Laksanakan Putusan Prapid


 Robby Anangga Minta Polda Sumut Laksanakan Putusan Prapid Perbesar

Foto (Istimewa) : Robby Anangga bersama kuasa hukumnya.

Medan, NET24JAM – Robby Anangga, terlapor kasus penipuan meminta Polda Sumatera Utara (Sumut) melaksanakan putusan Praperadilan (Prapid).

Robby sendiri ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polda Sumut berdasarkan gelar perkara pada 7 Oktober 2022 lalu atas laporan dugaan penipuan dan penggelapan yang dilaporkan oleh Delmeria melalui kuasa hukumnya, Mulyadi.

Namun, setelah menempuh proses Prapid, PN Medan menyatakan menerima permohonan Robby Anangga.

“Dikabulkannya permohonan prapid klien kami Robby Anangga sesuai nomor perkara : 45/Pid Pra/2022/PN Mdn itu dapat diakses dalam Sistem Informasi Penulusuran Perkara (SIPP) tertanggal 21 November 2022 pada laman https://sipp.pn-medankota.go.id/index.php/detil_perkara,” ujar Qodirun, kuasa hukum Robby Anangga dari kantor Pengacara Syarwani SH & Associates di kantornya, Rabu (30/11/2022).

Lebih lanjut Qodirun menjelaskan, dalam amar putusan itu ditegaskan bahwa Pengadilan Negeri (PN) Medan mengabulkan permohonan Pemohon dalam hal ini Robby Anangga.

“Kemudian, menyatakan Penetapan Tersangka atas nama Pemohon H Robby Anangga, S.E., tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat dan dinyatakan batal demi hukum dengan segala akibat hukum yang ditimbulkan,” jelasnya.

Baca Juga:  Kapolda Sumut Akan Kerahkan Pengamanan di Hari Ulos Nasional

Selanjutnya, ungkap Qodirun, amar putusan itu juga menyatakan tidak sah segala keputusan atau penetapan in casu Surat Keputusan Nomor: SP. Status/230/X/2022/Ditreskrimum Tentang Penetapan Status Tersangka, tanggal 20 Oktober 2022 Jo. Surat Perintah Penyidikan Nomor: SP. Sidik/188/V/2022/Ditreskrimum tanggal 30 Mei 2022 Jo. Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) Nomor: B/142/V/2022/Ditreskrimum, tanggal 30 Mei 2022 yang dikeluarkan oleh Termohon yang berkenaan dengan penetapan Tersangka atas diri Pemohon oleh Termohon.

Kemudian, amar putusan itu juga memerintahkan kepada termohon untuk menghentikan Penyidikan Perkara Laporan Polisi Nomor: LP/1213/VII/2021/SPKT POLDA SUMUT, tanggal 29 Juli 2021, pelapor atas nama Mulyadi selaku kuasa dari Delmeria.

“Karena itu, kita meminta Polda Sumut untuk melaksanakan putusan Prapid. Sebab, klien kami telah dinyatakan bebas demi hukum. Tidak sah penetapan tersangka itu,” ungkapnya.

Untuk itu, tegas Qodirun, kita telah menyurati Polda Sumut untuk pelaksanaan isi putusan pengadilan itu.

Sementara itu, Robby Anangga sendiri yang hadir pada kesempatan tersebut mengucapkan rasa syukurnya atas dikabulkannya permohonan Prapidnya oleh PN Medan.

Baca Juga:  Kalapas Medan Lakukan Penguatan dan Evaluasi Pembangunan ZI

“Alhamdulillah. Permohonan Prapid saya dikabulkan oleh PN Medan,” kata Robby.

Kemudian, ungkap Robby, melalui kuasa hukumnya, ia memohon kepada Polda Sumut untuk melaksanakan putusan PN Medan.

“Setelah memutuskan pembatalan status tersangka atas nama saya, PN Medan memerintahkan Polda Sumut untuk melaksanakan putusan tersebut,” ungkapnya.

Karena, sebut Robby, ia ingin kepastian hukum terhadap dirinya. Sebab, persoalan ini telah menguras waktu dan pikiran. Apalagi, ada agenda besar ke depan.

“Kita ingin kepastian hukum. Karena kita punya agenda besar ke depan. Saya ada niatan maju menjadi DPR RI pada Pemilu 2024 mendatang,” sebutnya.

Namun, katanya, ia belum mau menerangkan secara rinci, termasuk Daerah Pemilihan (Dapil) untuk maju sebagai legislator di Senayan.

“Soal Daerah Pemilihan, nanti akan disampaikan. Tetapi, dalam kesempatan ini, saya mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan jurnalis dan tim kuasa hukum saya dan para pihak terkait yang turut serta menyumbangkan waktu dan pikirannya membantu saya menghadapi persoalan ini,” katanya.

Baca Juga:  Polsek Kualuh Hilir dan Tim Melaksanakan Antisipasi Stunting Dengan Cara Door to Door.

Kendati kasus ini telah menyita waktu dan pikirannya, namun Robby Anangga menyatakan dirinya sudah legowo dan tidak akan memperpanjang kasus ini, misalnya dengan melaporkan penyidik ke Propam.

“Saya legowo. Saya tidak akan melaporkan ke Propam. Pada intinya, Saya ingin kepastian hukum,” tuturnya.

Beredar kabar sebelumnya, Robby Anangga menjadi tersangka karena dugaan melakukan penipuan dan penggelapan transport fee yang seharusnya disetornya kepada Delmeria. 

Dimana, antara Robby dan Delmeria memiliki sebuah kerjasama dalam bisnis pengangkutan gas elpiji 3 kilogram. Berdasarkan informasi yang diperoleh, dalam hal ini Delmeria merasa dirugikan bekisar Rp 3,4 miliar.

Sedangkan, menurut mantan anggota DPRD Sumatera Utara ini, Robby Anangga kepada awak media menjelaskan, bahwa dasar pelaporan terhadap dirinya adalah surat kesepakatan bersama antara dirinya dengan Delmeria yang sudah dibatalkan oleh pengadilan.

“Kalau sudah dibatalkan apa dasar polisi menetapkan saya tersangka,” ujar Robby.

(Rasyid)

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemerintah Tegaskan Berantas Judi Online, Satgas Akan Segera Dibentuk!

23 Mei 2024 - 00:07 WIB

Petugas Rutan Kelas I Medan Gagalkan Penyelundupan Narkoba

22 Mei 2024 - 23:34 WIB

Asisten 3 Pimpin Rapat Penyusunan SSH Tahun Anggaran 2024

22 Mei 2024 - 23:26 WIB

Lapas Medan Terima Kunjungan Peserta Bimtek Giat Kerja dan Produksi 2024

22 Mei 2024 - 20:45 WIB

MTs Al Washliyah Bahgunung Gelar Wisuda Tahfidz Al Qur’an

22 Mei 2024 - 19:43 WIB

Henanja Nainggolan Resmi Jabat Ketua DPC LPKN Tipikor Tapanuli Utara

22 Mei 2024 - 18:40 WIB

Trending di Berita Terkini