Menu

Mode Gelap
Asisten I: Peraturan Kesejahteraan Ibu dan Anak Perlu Dikuatkan dengan Undang-Undang Khusus Plt. Bupati Apresiasi Pelantikan 45 Anggota PPK di Labuhanbatu untuk Pilkada 2024 Polsek Firdaus Sergai Amankan Dua Anggota Geng Motor Meresahkan Warga Hatonduhan Ragukan Integritas KPUD Simalungun, Diduga Langgar Kode Etik Penyelenggaraan Pemilu Picu Kemacetan Depo Milik JIU Resahkan Warga Sekitar Dan Pengguna Jalan

News · 26 Nov 2022 00:10 WIB · waktu baca : ·

Reses Jonius Taripar Hutabarat Anggota DPRD Sumut Siap Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Taput


 Reses di Desa Siraja Hutagalung Kec. Siatas Barita Perbesar

Reses di Desa Siraja Hutagalung Kec. Siatas Barita

Taput, NET24JAM.ID – Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat (JTP) anggota Dewan Perwakilan Daerah Sumatera Utara (DPRD-SU) daerah pemilihan sembilan yang meliputi Kabupaten Toba, Samosir, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Sibolga menggelar reses I Tahun Sidang IV mulai tanggal 24 November- 03 Desember 2022.

Kegiatan reses tersebut yang dilaksanakan pada hari Jumat (25/11/2022) menjadi kesempatan Dr. Jonius Taripar Hutabarat untuk berdialog dengan masyarakat Desa Siraja Hutagalung dan Desa Simorangkir Habinsaran , Kecamatan Siatas Barita Kabupaten Tapanuli Utara,

Reses di Desa Simorangkir Habinsaran Kecamatan Siatas Barita

Dalam sambutannya, Dr.Jonius TP. Hutabarat menyebutkan aspirasi masyarakat yang berhasil dihimpun melalui reses itu akan diperjuangkan melalui lembaganya.

“Apa yang menjadi usulan atau kebutuhan masyarakat siap saya perjuangkan dan meminta pemerintah provinsi sumatera Utara memperioritaskannya, pada intinya kami selalu siap memperjuangkan aspirasi masyakarat,” ucap Jonius Hutabarat.

Mengingat masyarakat Desa Siraja Hutagalung dan Desa Simorangkir Habinsaran yang mayoritas hidup dari mata pencaharian bertani dan bertenun ulos, dengan itu masyarakat meminta kepemerintah dalam reses ini, yang sangat di butuhkan adalah alsintan untuk pengolahan lahan pertanian , pupuk kimia dan juga benang sebagai bahan baku pembuatan ulos Batak.

“Saya pastikan tahun depan desa ini akan mendapatkan alsintan jenis hand traktor dan juga benang untuk para penenun ulos di desa ini,”terangnya.

Sementara untuk mengatasi kelangkaan pupuk kimia saat ini, Jonius Taripar Hutabarat akan meminta ke Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura supaya mengadakan pelatihan ke petani cara pembuatan pupuk organik.

Baca Juga:  Bukber Puasa, Anggota DPRD Sumut JTP Hutabarat : Toleransi Umat Beragama

“Saya akan meminta Dinas Ketapang Provsu supaya mengadakan pelatihan pembuatan pupuk organik, dimana kelangkaan pupuk saat ini bukan hanya di daerah kita, tetapi sudah merupakan skala nasional saat ini,”terang JTP

Menjawab permintaan warga akan waktu pelaksanaan pelatihan pembuatan pupuk organik tersebut, Edy Manurung UPT Gabe Hutaraja Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Sumatera Utara yang hadir saat itu mengatakan,”semoga tahun depan di tampung anggarannya dan kita akan mengadakan pelatihan cara pembuatan pupuk organik dan pestisida nabati untuk mengurangi pemakaian pupuk kimia,”ucapnya.

Lanjutnya menjelaskan, selain mengurangi pemakaian pupuk kimia, nantinya pemakaian pupuk organik dan pestisida nabati tidak berdampak pada berkurangnya hasil dari pertanian tersebut namun mengurangi biaya dalam perawatan tanaman.

“Sedangkan bibit tanaman holtikultura untuk tahun depan sudah di tampung, jadi sudah bisa di usulkan melalui kelompok tani masing-masing,”pungkas Edy Manurung.

Hadir dalam kegiatan reses tersebut UPT KPH XII Dinas Kehutanan Hombar Sinurat, UPT Gabe Hutaraja Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Sumatera Utara Edy Manurung dan Tokoh masyarakat.

Kegiatan reses ditutup dengan pembagian minyak goreng ke masyarakat yang hadir, dan 75 pokok pohon berbuah dari UPT Dinas kehutanan KPH XII .

Baca Juga:  Opsnal Reskrim Polsek Kualuh Hulu tangkap Pelaku judi Togel di Lingkungan II Wonosari

(Fesny Anwar Manalu)

Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat (JTP) anggota Dewan Perwakilan Daerah Sumatera Utara (DPRD-SU) daerah pemilihan sembilan yang meliputi Kabupaten Toba, Samosir, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Sibolga menggelar reses I Tahun Sidang IV mulai tanggal 24 November- 03 Desember 2022.

Kegiatan reses tersebut yang dilaksanakan pada hari Jumat, 25/11/2022 menjadi kesempatan Dr. Jonius Taripar Hutabarat untuk berdialog dengan masyarakat Desa Siraja Hutagalung dan Desa Simorangkir Habinsaran , Kecamatan Siatas Barita Kabupaten Tapanuli Utara,

Dalam kata sambutannya, Dr.Jonius TP. Hutabarat menyebutkan aspirasi masyarakat yang berhasil dihimpun melalui reses itu akan diperjuangkan melalui lembaganya.

“Apa yang menjadi usulan atau kebutuhan masyarakat siap saya perjuangkan dan meminta pemerintah provinsi sumatera Utara memperioritaskannya, pada intinya kami selalu siap memperjuangkan aspirasi masyakarat,” ucap Jonius Hutabarat.

Mengingat masyarakat Desa Siraja Hutagalung dan Desa Simorangkir Habinsaran yang mayoritas hidup dari mata pencaharian bertani dan bertenun ulos, dengan itu masyarakat meminta kepemerintah dalam reses ini, yang sangat di butuhkan adalah alsintan untuk pengolahan lahan pertanian , pupuk kimia dan juga benang sebagai bahan baku pembuatan ulos Batak.

“Saya pastikan tahun depan desa ini akan mendapatkan alsintan jenis hand traktor dan juga benang untuk para penenun ulos di desa ini,”terangnya.

Sementara untuk mengatasi kelangkaan pupuk kimia saat ini, Jonius Taripar Hutabarat akan meminta ke Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura supaya mengadakan pelatihan ke petani cara pembuatan pupuk organik.

Baca Juga:  Taput Kembali Diguncang Gempa M 5.0 Masyarakat Berhamburan Keluar Rumah.

“Saya akan meminta Dinas Ketapang Provsu supaya mengadakan pelatihan pembuatan pupuk organik, dimana kelangkaan pupuk saat ini bukan hanya di daerah kita, tetapi sudah merupakan skala nasional saat ini,”terang JTP

Menjawab permintaan warga akan waktu pelaksanaan pelatihan pembuatan pupuk organik tersebut, Edy Manurung UPT Gabe Hutaraja Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Sumatera Utara yang hadir saat itu mengatakan,”semoga tahun depan di tampung anggarannya dan kita akan mengadakan pelatihan cara pembuatan pupuk organik dan pestisida nabati untuk mengurangi pemakaian pupuk kimia,”ucapnya.

Lanjutnya menjelaskan, selain mengurangi pemakaian pupuk kimia, nantinya pemakaian pupuk organik dan pestisida nabati tidak berdampak pada berkurangnya hasil dari pertanian tersebut namun mengurangi biaya dalam perawatan tanaman.

“Sedangkan bibit tanaman holtikultura untuk tahun depan sudah di tampung, jadi sudah bisa di usulkan melalui kelompok tani masing-masing,”pungkas Edy Manurung.

Hadir dalam kegiatan reses tersebut UPT KPH XII Dinas Kehutanan Hombar Sinurat, UPT Gabe Hutaraja Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Sumatera Utara Edy Manurung dan Tokoh masyarakat.

Kegiatan reses ditutup dengan pembagian minyak goreng ke masyarakat yang hadir, dan 75 pokok pohon berbuah dari UPT Dinas kehutanan KPH XII .

(Fesny Anwar Manalu)

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Asisten I: Peraturan Kesejahteraan Ibu dan Anak Perlu Dikuatkan dengan Undang-Undang Khusus

18 Mei 2024 - 06:31 WIB

Plt. Bupati Apresiasi Pelantikan 45 Anggota PPK di Labuhanbatu untuk Pilkada 2024

18 Mei 2024 - 06:16 WIB

Jalani Desk Evaluasi Lapas Medan Optimis Raih Predikat WBK

16 Mei 2024 - 22:39 WIB

Plt. Bupati Ajak Masyarakat Untuk Mensukseskan Program Bangga Kencana

16 Mei 2024 - 20:57 WIB

Kaban BPBD Labuhanbatu MOU dengan Pengembang Perumahan Karya Mandiri Residence

16 Mei 2024 - 20:36 WIB

Polsek Firdaus Sergai Amankan Dua Anggota Geng Motor Meresahkan

16 Mei 2024 - 17:01 WIB

Trending di Berita Terkini