Menu

Mode Gelap
Plt Bupati Labuhanbatu Doa Di Rumah Duka Personel Kompi 3 Yon B Sat Brimob Polda Sumut Danyonmarhanlan X Jayapura Sambut Silaturahmi Korps Brimob Polda Papua Bentrok Oknum Brimob Vs Anggota TNI di Sorong Berakhir Damai Plt. Bupati Tinjau Persiapan TMMD ke-120 di Desa Selat Beting Diduga Hanyut di Sungai Bilah , Tim BPBD Labuhanbatu Melakukan Pencarian Selama 15 Jam dan Ditemukan Korban Telah Meninggal .

Tak Berkategori · 12 Jun 2021 12:37 WIB · waktu baca : ·

“Rapor Merah” Kinerja Polisi Tuntaskan Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Simalungun


 “Rapor Merah” Kinerja Polisi Tuntaskan Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Simalungun Perbesar

Eka Putra Zakran, SH, MH.

Medan, NET24JAM.ID – Masyarakat Sumatera Utara khususnya di Kabupaten Simalungun sempat dikejutkan dengan kejadian oknum guru diduga menghukum muridnya meminum air closed toilet dengan menggunakan pipet.

Kejadian ini diduga dilakukan oleh seorang oknum guru agama berinisial N Br P yang bertugas di salah satu Sekolah Dasar di Dolok Malela Kecamatan Gunung Maligas Kabupaten Simalungun.

Akibat dari kejadian itu, pada Senin 15 Februari 2021 lalu, keluarga korban mengadukan hal tersebut ke Polres Simalungun. Tak hanya itu saja, kejadian tersebut menuai kecaman dari berbagai elemen lembaga, organisasi, masyarakat, praktisi hukum, para tokoh hingga Anggota DPRD Kabupaten Simalungun.

Ironisnya, hingga saat ini kasus dugaan kekerasan terhadap anak itu belum juga dituntaskan, malah dikabarkan bahwa pihak Polres Simalungun hingga kini belum menetapkan status pelaku menjadi tersangka.

Baca Juga:  Polres Pematangsiantar Gelar Rakor Perpanjang Pengamanan Idul Fitri 1442 H

Tak hanya dari Kabupaten Simalungun, ternyata kasus tersebut menjadi perhatian publik termasuk praktisi hukum di Kota Medan.

Menyikapi hal itu, Eka Putra Zakran, SH., MH., mengatakan bahwa dirinya mengecam atas kejadian oknum guru diduga menghukum muridnya meminum air closed toilet.

Pria yang akrab disapa Epza ini menjelaskan, kejadian tersebut merupakan salah satu bentuk pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

“Dalam Pasal 28B ayat (2) UUD 1945, Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Berdasarkan pasal tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa setiap anak berhak hidup, tumbuh dan berkembang tanpa kekerasan dan diskriminasi,” jelasnya,” Sabtu (12/6/2021).

Baca Juga:  Laka Lantas di Jalan Lintas Sumatera, Sepeda Motor vs Truck Container

“Kalau kejadiannya seperti itu, kita kecam. Itukan perbuatan menjijikkan dan melanggar HAM,” ujarnya menambahkan.

Epza berpendapat kejadian yang menimpa murid Sekolah Dasar di Gunung Maligas Kabupaten Simalungun tersebut, jelas-jelas mencoreng HAM. 

Menurutnya, anak yang menjadi korban kekerasan ini pasti akan mendapatkan luka mental dan tentu hal ini amat sangat berbahaya karena akan menimbulkan generasi yang mencintai kekerasan.

“Pelaku sepertinya kurang beradab, bukannya memberi contoh yang baik, tapi justru mengambil tindakan yang tidak tepat juga tidak terpuji,” ketus Epza.

Mantan Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Medan itu juga menyoroti kinerja polisi dalam menuntaskan kasus kekerasan terhadap anak di Simalungun.

Tak hanya di situ, ia juga menyoroti soal cara kepolisian yang terkesan lamban menangani kasus dugaan murid dihukum minum air closed toilet di Kecamatan Gunung Maligas tersebut.

Baca Juga:  Banjir Rob Kali ini Di Belawan Telan Korban Jiwa

“Hal ini menjadi rapor merah kinerja polisi dalam menuntaskan kasus kekerasan terhadap anak di Simalungun,” pendapat Epza.

Untuk itu, masih kata Epza, Kompolnas maupun Kapolri diminta semakin intensif dalam mendorong peningkatan kualitas kinerja kepolisian khususnya di Sumatera Utara.

Caranya, kata dia, dengan meningkatkan kompetensi penyidik. Di samping itu, ia meminta Polda Sumatera Utara meningkatkan kualitas dalam menuntaskan kasus kekerasan terhadap anak.

“Jangan sampai penyidik cuma tahunya pasal-pasal saja, tidak tahu bagaimana berinteraksi dengan korban,” kata Epza.

“Selain itu harus dibekali dengan ilmu psikologi, sosiologi dan pemahaman mengenai hak-hak asasi manusia,” tutupnya mengakhiri.



(Ridwan/Tim)

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Forkopimda Labuhanbatu dan Labura Buka Puasa Bersama Kapolres Labuhanbatu

24 Maret 2024 - 09:13 WIB

Bandar Huluan Gelar Rapat Materi Sosialisasi Penggunaan ADN Dan Dana Desa Tahun 2024

20 Maret 2024 - 05:52 WIB

PTPN IV Ragional II Kebun Dolok Ilir Dan Pengusaha CV Sinar Tenera Sepakat Melakukan Perawatan Jalan Protokol

6 Maret 2024 - 11:43 WIB

Paskas Ajak Masyarakat Kota Tebing Tinggi Untuk Bersedekah

27 November 2023 - 20:03 WIB

BNN Pinjam Pakai Gedung TC Sosial Untuk Tempat Rehabilitasi Penyalahgunaan Narkoba

5 Oktober 2023 - 11:25 WIB

Cabuli Anak Dibawah Umur Warga Naga Kesiangan Di Jemput Polisi Tebing Tinggi

5 Oktober 2023 - 10:24 WIB

Trending di Berita Terkini