Menu

Mode Gelap
Tim Gabungan SFQR Lanal Balikpapan Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal Polisi Bekuk Pengedar Narkoba di Desa Helvetia, Sita 5 Paket Sabu Mabes Polri Dan Poldasu Temukan RumahTempat Pembuat Ekstasi Tim Opsnal Polres Sergai Amankan Penadah Arang Curian Dukung Kapolres Siantar Lakukan Penegakkan Hukum Terhadap Aset Negara PTPN IV Kebun Bangun

Berita Terkini · 8 Jun 2024 06:56 WIB · waktu baca : ·

Rapat Koordinasi Rumah Desa Sehat di Naga Soppa Bahas Percepatan Penurunan Stunting


 Rapat Koordinasi Rumah Desa Sehat di Naga Soppa Bahas Percepatan Penurunan Stunting Perbesar

NET24JAM.ID ||Simalungun.-Pemerintahan Nagori Naga Soppa, melakukan rapat kordinasi (RDS) rumah desa sehat, di balai Harungguan Nagori Naga Soppa, Kecamatan Bandar Huluan , Kabupaten Simalungun, Jumat (7/6/2024), untuk membahas permasalahan Stunting bagi balita.

Tampak hadir dalam rapat (RDS) rumah desa sehat,
Camat Bandar huluan Akbar Putra Siregar beserta Jajaranya, Pangulu Naga Soppa Sri Iwan, PLD, Maujana Nagori, UPT Kesehatan, Bidan Desa, KPM, KPMN, Kader Posyandu, serta Gamot. Rapat (RDS) pencegahan Stunting dimulai sekira pukul 14.00 wib.

Peserta rapat RDS, Kader PKK, Kader Pos Yandu, dan warga

Camat Akbar putra Siregar dalam sambutanya bertanya, “apakah Ibu Ibu Kader Pos Yandu sudah tahu apa itu Stunting?,, yang lansung dijawab oleh salah satu Kader Pos Yandu, “Stunting adalah kondisi yang ditandai dengan kurangnya tinggi badan anak, apabila dibandingkan dengan anak anak seusianya jawab kader Pos Yandu, “benar sekali, berati ibu ibu Kader Pos Yandu sudah memahami apa itu Stuting sebut Akbar.

Baca Juga:  Kapolres Sergai Pimpin Sertijab Kabag Ren dan Pelantikan Kabag Log

Selanjutnya Akbar menjelaskan, “kasus stunting di indonesia semakin lama semakin memprihatinkan, dan negara telah memberikan anggaran melalui Dana Desa, guna pencegahan stunting ini, “jadi mari sama sama kita mencari solusi, bagaimana kasus Stunting yang ada di Nagori Naga Soppa dapat segera diatasi,

Baca Juga:  Plt Bupati Labuhanbatu dan Danrem 022/PT Resmi Tutup TMMD ke-120 Tahun 2024

“Apakah harus ditambah Gizinya,atau bagai mana? tanya Akbar.
Beliau juga berharap masyarakat mau mengikuti kegiatan pencegahan stunting, sebab ini menyangkut generasi yang akan datang” ujar beliau.

Menanggapi pertanyaan Akbar, Bidan Desa Yenny Agustina menjelaskan, “kasus Stunting saat ini ada lima balita di Naga Soppa yang Stunting, balita atas nama,
1. Anjani Al Husni, 2. Kenzo Al Hanif, 3. Julaika Balqis, 4. Abdi Afriansyah,
5. Arrsya Haufanza, 6. Asry Putri,

“semua penanganan bagi balita yang Stunting ini, sudah kita lakukan, rutin kita cek kondisi bayi tersebut, menimbang berat badan , mengukur tinggi badan dan memberikan tambahan Gizi. Kata Yenny.
Balita atas nama Arrsya Haufanza dan Arsy Putri ini bayi kembar, dari pernikahan dini (usia muda). Ini berpengaruh sekali dengan kondisi bayi (Stunting) jelas Yenny.

Baca Juga:  Komjend Yusuf Manggabarani Sosok Polisi Yang Serius Dan Dingin

Pangulu Naga Soppa, Sri Iwan mengatakan “kurangnya kesadaran dari orang tua dalam mengikuti program stunting, dan ketidak pahaman apa itu stunting, sehingga kasus Stanting masih ada, “jadi mari kita bekerja sama untuk mengatasi persoalan Stunting ini, karena ini persoalan kita bersama dan menjadi tugas kita bersama, untuk menghasilkan generasi penerus yang sehat dan cerdas kata Pangulu Sri Iwan. (Mariono)

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Polsek Perbaungan Tangkap Pencuri Kios Pupuk di Sergai

14 Juni 2024 - 20:59 WIB

Polres Sergai Tangkap Pelaku Penggelapan Sepeda Motor di Teluk Mengkudu

14 Juni 2024 - 17:37 WIB

Tim Gabungan SFQR Lanal Balikpapan Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal

14 Juni 2024 - 15:33 WIB

Polisi Bekuk Pengedar Narkoba di Desa Helvetia, Sita 5 Paket Sabu

14 Juni 2024 - 15:06 WIB

Mabes Polri Dan Poldasu Temukan RumahTempat Pembuat Ekstasi

14 Juni 2024 - 09:46 WIB

Tim Opsnal Polres Sergai Amankan Penadah Arang Curian

13 Juni 2024 - 18:00 WIB

Trending di Berita Terkini