Menu

Mode Gelap
Lapas Kelas 1 Medan Laksanakan Tes Urine Bagi WBP Yang Ikut Rehabilitasi Respon Cepat Polisi Tangkap Pelaku Begal di Desa Manunggal Jajaran Lapas Narkotika Kelas IIA Pematangsiantar Peringati HKN Ada Kejanggalan Penetapan Tersangka di Polda Sumut Loloskan PPK Titipan Integritas KPU Simalungun Menjadi Sorotan Dan Dinilai Nodai Demokrasi

Berita Terkini · 25 Des 2022 20:43 WIB · waktu baca : ·

Proyek Pembangunan Drainase di Batang Bahal Diduga Asal Jadi


 Proyek Pembangunan Drainase di Batang Bahal Diduga Asal Jadi Perbesar

Sidimpuan, NET24JAM – Proyek pembangunan saluran irigasi di Balakka Sipunggur Desa Batang Bahal Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua kota Padangsidimpuan diduga dikerjakan asal jadi. Seperti halnya tanpa pekerjaan galian pondasi. Selain itu, proyek tersebut tidak ditemukan papan informasi, Minggu (25/12/2021).

Proyek irigasi tersebut dinilai janggal karena luas sawah yang dialiri tidak sampai setengah hektar. Apalagi jalan menuju lokasi pekerjaan cukup sulit untuk dilalui. Proyek yang diduga sudah berakhir jangka waktu pelaksanaannya tidak diketahui dari mana sumber dan berapa anggarannya.

Baca Juga:  Pria di Sergai Nekat Bakar Rumah Mertua Setelah Ditolak Rujuk

Berdasarkan keterangan kepala tukang saat dikonfirmasi mengatakan bahwa “Proyek tersebut adalah pekerjaan dek pasangan batu kali sepanjang 60 meter, Yang sudah dipasang masih 40 meter Tinggal 20 meter lagi baru selesai” tuturnya.

Baca Juga:  Gugatan Eks Staf Ahli Bupati Serdang Bedagai Ditolak PTUN Medan

Lanjut kepala tukang, “Mengenai keterlambatan waktu pelaksanaan pekerjaan sudah diadendum karena kondisi cuaca yang terus hujan dalam dua minggu terakhir ini, Sedangkan mengenai papan informasi proyek, saya tidak mengetahui itu, Tanya saja langsung pemborongnya orang Samora, Saya tidak tahu proyek ini dari dinas mana, berapa anggarannya dan siapa pemiliknya” Cetus kepala Tukang.

Baca Juga:  Tekan Peredaran Narkoba Kapolsek Lumban Julu Adakan Kampung Bebas Narkoba

Proyek pembangunan irigasi TA 2022 ini diduga masa pelaksanaan telah berakhir. Seharusnya dinas terkait melalui pejabat pembuat komitmen melakukan pemutusan kontrak ataupun melakukan adendum dengan menerapkan denda keterlambatan 1/1000 dari nilai pekerjaan. Apabila nantinya ada rekayasa dinas terkait membayar pekerjaan irigasi tersebut, maka negara telah dirugikan sehingga masuk dalam ranah tindak pidana korupsi.

(Dedi Tyson)

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Lapas Kelas 1 Medan Laksanakan Tes Urine Bagi WBP Yang Ikut Rehabilitasi

21 Mei 2024 - 10:10 WIB

Respon Cepat Polisi Tangkap Pelaku Begal di Desa Manunggal

21 Mei 2024 - 01:25 WIB

Jajaran Lapas Narkotika Kelas IIA Pematangsiantar Peringati HKN

20 Mei 2024 - 20:51 WIB

Ada Kejanggalan Penetapan Tersangka di Polda Sumut

20 Mei 2024 - 20:05 WIB

Loloskan PPK Titipan Integritas KPU Simalungun Menjadi Sorotan Dan Dinilai Nodai Demokrasi

20 Mei 2024 - 09:34 WIB

Jalan Karya Bakti Tak Kunjung Di Perbaiki Warga Kesalkan Pemko Medan

20 Mei 2024 - 08:44 WIB

Trending di Berita Terkini