Menu

Mode Gelap
Laporan Di SP3kan Keluarga Monang Samosir Prapidkan Penyidik Polres Dan Kejari Simalungun Plt. Bupati Labuhanbatu Saksikan Pagelaran Wayang Kulit di Hari Bhayangkara Sambut 1 Muharram 1446 H, BKM Nurul Islam Gelar Gotong-royong Kapolres Sergai Resmikan Sarana Air Bersih di Desa Makmur UNITA Taput Larang Mahasiswa Ikuti Aksi Demonstrasi

Berita Terkini · 17 Jun 2024 17:53 WIB · waktu baca : ·

Polri Mengabdi Untuk Pelayanan Terbaik


 Polri Mengabdi Untuk Pelayanan Terbaik Perbesar

NET24JAM.ID || Taput – “Kita siap mendukung kebijakan Pak Kapolri dan Kapolda dalam menciptakan ruang publik yang aman, peningkatan kamtibmas, penegakan hukum secara berkeadilan, mewujudkan profesionalitas dan SDM personil, dan menyukseskan Pemilukada, serta mengamankan pelaksanaan sinode godang HKBP,” tegas Kapolres Tapanuli Utara (Taput), AKBP Ernis Sitinjak, Senin (17/6/2024).

“Pak Kapolri dan Pak Kapolda selalu menekankan untuk mengedepankan hati nurani dalam setiap melaksanakan tugas,” imbuh AKBP Ernis.

Berdasarkan catatan sejarah, meski Polri sudah ada sejak zaman Kerajaan Majapahit sebagai satuan pengamanan yang dibentuk Patih Gajah Mada dengan sebutan Bhayangkara, namun Polri didirikan pada 1 Juli 1946 melalui Penetapan Pemerintah nomor 11 tahun 1946.

Undang-undang nomor 2 tahun 2002 menetapkan Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai alat negara yang memiliki fungsi pemerintahan negara di bidang pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia.

Seiring waktu, Polri tetap menjadi lembaga yang sangat strategis di era reformasi dan menjadi primadona bagi semua pihak dan kelompok untuk didekati mengingat kewenangan Polri yang setiap saat bersentuhan dengan beragam persoalan, dari urusan negara sampai dengan urusan rumah tangga. 

Tugas dan kewenangan luas yang dimiliki Polri juga diimbuhi pelaksanaan tugas tambahan di luar penegakan hukum, dimana Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah mengimplementasikan program Presisi yang mengharuskan kepekaan, dan respon oleh setiap personil atas situasi yang terjadi di tengah masyarakat.

Program Polri yang Presisi diterapkan di seantero negeri, termasuk di wilayah hukum Polda Sumatera Utara di bawah kepemimpinan Irjen Pol Agung Setya Imam Efendi.

Polri juga menempatkan media sebagai mitra strategis yang berperan penting untuk menjaga Kamtibmas.

Program Polri yang Presisi merupakan akronim kata Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi berkeadilan.

Prediktif menjadi langkah dan upaya setiap personil dalam mengantisipasi adanya suatu masalah, suatu gejala di tengah masyarakat untuk segera dimitigasi, dikurangi resiko agar tidak menimbulkan kejadian atau kondisi yang tidak terkendali.

Baca Juga:  Pertama!! Pemkab Labuhanbatu Raih Penghargaan dari BPJS Ketenagakerjaan

Responsibilitas dapat diartikan sebagai setiap tindakan anggota Polri yang harus mampu dipertanggung jawabkan sesuai aturan hukum, legalitas, serta legitimasi.

Tranparansi berkeadilan, salah satunya berkaitan dengan perkara yang dilaporkan masyarakat, dimana dinilai penting untuk memberikan keterbukaan kepada semua pihak, baik itu terkait perkembangan perkara yang dilaporkan, serta terkait hal lainnya.

“Sebagai contoh dan menjadi perhatian adalah berkaitan dengan kejahatan narkoba, dan kejahatan-kejahatan jalanan. Dan yang paling penting itu, bagaimana Polri memberikan perilaku yang menjadi contoh teladan kepada masyarakat,” ujar AKBP Ernis.

Pelayanan yang paling dapat diamati adalah pelayanan saat masyarakat melapor, saat polisi hadir di tengah masyarakat dalam pengaturan kegiatan, pengaturan pos padat pagi, lalu lintas, juga pelayanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat seperti pelayanan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), dan pelayanan Surat Ijin Mengemudi (SIM).

Menurutnya, perilaku selama ini yang mungkin dilihat dan dinilai masyarakat terhadap Polri seperti pungli, pemerasan, sikap arogan, otoriter, merupakan perilaku lama yang secara perlahan telah berubah.

Bahkan tidak dapat dipungkiri, masa lalu Polri yang penuh dinamika di antara konstelasi politik kepentingan ketika masih berada dalam ABRI yang berkarakter militeristis menjadi refleksi dan pelajaran sangat berharga untuk terus menjaga roh dan senyawa agar tidak kehilangan jati diri, untuk mengamalkan nilai-nilai tribrata dan caturprasetya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Pada masa itu, Polri telah menjadi alat kekuatan politik tertentu yang mengkhianati hati nurani masyarakat dan cenderung berkultur arogan, antagonis, dan militeristis, yang pada akhirnya menimbulkan antipati di tengah masyarakat.

Namun kekinian, Polri terus melakukan perbaikan, pembenahan, dan reformasi internal ke arah yang lebih baik, khususnya mewujudkan cita-cita Polri di era reformasi yang berbasis pada paradigma baru polisi sipil dan “community policing”.

Baca Juga:  Polsek Batu Ampar dan Puskesmas Giat Target 100 Persen Vaksinasi

Kata AKBP Ernis, sudah banyak kasus yang dilakukan dan melibatkan anggota kepolisian telah berakhir dengan menerima ganjaran tindakan tegas dan keras oleh pimpinan demi perbaikan, pembenahan, dan reformasi internal ke arah yang lebih baik.

“Seperti anggota yang terlibat peredaran narkoba, itu jelas tidak ada ampun (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat -PTDH), juga anggota yang terlibat dengan kejahatan seksual, pemerasan, dan lainnya, sudah mendapatkan sanksi tegas dari pimpinan. Dampak efek jeranya, anggota Polri sudah tidak berani berbuat hal-hal tersebut dan selalu ditekankan untuk menghindari perbuatan yang menyakiti hati masyarakat, tidak tulus dalam pelayanan, tidak sungguh-sungguh melaksanakan tugas,” terangnya.

Demikian halnya, penerapan kegiatan reformasi struktural, dimana di setiap kecamatan telah berdiri Polsek, atau Pospol, pun telah dilaksanakan sesuai target Kapolri demi menekankan kehadiran polisi di tengah masyarakat.

Moto Polri, Rastra Sewakotama yang berarti abdi utama bagi nusa bangsa, menurut AKBP Ernis, tetap dipegang teguh setiap anggota.

Lanjutnya, satu hal yang harus disyukuri, negeri ini penuh dengan kearifan lokal, salah satunya di wilayah Tapanuli, khususnya di Kabupaten Tapanuli Utara.

Dimana, prinsip adat batak “Dalihan Natolu”, serta banyaknya putra daerah yang bertugas di institusi Polri cukup memberikan sumbangsih positif dalam mewujudkan seorang pribadi polisi abdi yang mampu menghempas rasa ego sentris, ego profesi, serta bentuk nilai keegoan lainnya.

“Kita berpikir bagaimana mengedepankan ‘Dalihan Natolu’ sebagai modal, bagaimana Polri itu bisa lebih dekat, lebih memahami tugasnya, bisa lebih menghilangkan sikap kepolisiannya yang cenderung merasa bahwa seorang polisi, punya kewenangan, punya legalitas untuk berbuat ini dan itu. Tetapi dengan kondisi kearifan lokal yang ada, meskipun dia polisi, namun tetap merupakan bagian dari lingkungan masyarakat batak, yang pasti saling memiliki hubungan kekerabatan,” sebutnya.

Baca Juga:  Polres Taput Laksanakan Pengecekan Lahan Diduga Illegal Logging

Hal ini, menurut AKBP Ernis, menjadi salah satu dasar dan pondasi kokoh yang mengedepankan sisi humanis dan hati nurani untuk terus melakukan kebaikan menuju Polri yang Presisi.

“Kita harus paham kedudukan sebagai anggota Polri dari sisi kewenangan hukum, namun harus tetap mengedepankan hati nurani. Apa yang dirasakan masyarakat itu tentu berempati bagaimana cara kita memahami mereka dalam situasi kondisi ini. Sebagai anggota Polri, kita harus bersyukur, setiap bulan dapat gaji, dapat remunerasi. Tapi masyarakat yang di lapangan itu juga adalah masyarakat yang bekerja untuk mencari nafkah untuk kebutuhan anaknya sekolah, mencari makan dan sebagainya,” urainya.

Terpisah, Pj Bupati Tapanuli Utara, Dimposma Sihombing juga berharap agar setiap pribadi Polri tetap melakukan yang terbaik demi nusa bangsa.

“Tuntutan sekarang, Polri itu harus humanis dan presisi. Ini yang kita kemudian apresiasi bahwa Polri secara pelan tapi pasti sudah menjalankan peran tersebut. Sudah kita lihat dengan kinerja Pak Kapolri, Kapolda, serta Kapolres Taput dan jajarannya,” ucapnya.

Harapnya, kinerja humanis dan presisi tetap dirawat, dijaga dan di kedepankan dalam pelaksanaan tugas bagi nusa dan bangsa, khususnya di Kabupaten Tapanuli Utara.

Saat hati nurani dan sisi humanis bergerak dan di kedepankan dalam menjalankan tugas, harapannya tidak akan ada lagi penyimpangan ke depan.

Memang, tantangan ke depan yang dihadapi Polri sangat kompleks, beragam, dan majemuk. 

Dan tentunya, Polisi yang berdedikasi, humanis, berbuat baik, tulus, melayani dengan cinta, dan mampu menerima kritikan diharapkan menjadi langkah andalan dalam menghadapi tantangan ke depan.

Mengabdi untuk memberikan pelayanan yang terbaik akan mewujudkan pribadi-pribadi Polri yang berdedikasi dan dicintai segenap masyarakat Indonesia.

Selamat HUT Bhayangkara ke-78, Polri berjaya.

Tulisan ini diikutkan dalam lomba narasi karya tulis khusus wartawan dalam rangka HUT Bhayangkara ke-78 tahun 2024.

(Fesny Anwar Manalu)

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Lapas Medan Gelar Razia Deteksi Dini, Musnahkan Ratusan HP

12 Juli 2024 - 16:52 WIB

Tim Eksekusi Fidusia Dituduh Merampok, Ternyata Mobil Menunggak 11 Bulan dan Dijual Ilegal

11 Juli 2024 - 12:55 WIB

Pj Bupati Taput Akan Perkuat Fasilitasi dan Sinergitas Sukseskan Pilkada

10 Juli 2024 - 12:21 WIB

318 Jama’ah Haji Labuhanbatu Kembali Dengan Selamat

10 Juli 2024 - 11:13 WIB

HNSI Kota Medan dan Relawan Wak Young Bantu Dana Pembangunan Masjid Al Ikhlas

10 Juli 2024 - 11:04 WIB

Warga Desa Gempolan Resah Akibat Serangan Anjing Peliharaan

10 Juli 2024 - 10:49 WIB

Trending di Berita Terkini