Menu

Mode Gelap
Lapas Kelas 1 Medan Laksanakan Tes Urine Bagi WBP Yang Ikut Rehabilitasi Respon Cepat Polisi Tangkap Pelaku Begal di Desa Manunggal Jajaran Lapas Narkotika Kelas IIA Pematangsiantar Peringati HKN Ada Kejanggalan Penetapan Tersangka di Polda Sumut Loloskan PPK Titipan Integritas KPU Simalungun Menjadi Sorotan Dan Dinilai Nodai Demokrasi

News · 11 Mar 2022 08:20 WIB · waktu baca : ·

Penyidik Polda Sumut Dinilai Tak Transparan, Keluarga Tersangka Ngadu ke Ombudsman


 Penyidik Polda Sumut Dinilai Tak Transparan, Keluarga Tersangka Ngadu ke Ombudsman Perbesar


Medan, NET24JAM.ID – Satu keluarga dari tersangka kasus di kepolisian mengadu ke Ombudsman Perwakilan Sumatera Utara, di Jalan Sei Besitang No.3, Kelurahan Sei Sikambing D, Kecamatan Medan Petisah Kota Medan Sumatera Utara (Sumut), Kamis (10/3/2022). 

Kedatangan keluarga tersangka ke Ombudsman Sumut ini tidak lain untuk mencari keadilan dan berharap pihak kepolisian dalam hal ini penyidik Subdit IV Renakta, Ditreskrimum Polda Sumut untuk bekerja secara profesional, dan pihak keluarga tersangka adanya indikasi tak transparan dari pihak kepolisian terhadap kasus yang menimpa keluarganya. 

Paman tersangka yang merupakan ketua Relawan Jokowi Antar Etnis, Saman Kanu berharap pihak kepolisian dapat membuka dan memberikan kepastian hukum terhadap keponakannya Bella Siska dan Fikki yang saat ini mendekam di rutan Mapolda Sumut sejak beberapa bulan yang lalu akibat perkara hukum dengan dugaan penganiayaan yang dilaporkan oleh pelapor.

“Kami datang ke Ombudsman ini untuk menjumpai pak Kepala Ombudsman Abyadi Siregar, dan meminta kepada Ombudsman Sumut agar kiranya dapat membantu dalam perkara yang saat ini terjadi terhadap keponakan saya,” ujar Saman Kanu. 

Baca Juga:  Ada Proyek Dinkes Tapanuli Selatan Kangkangi Perpres 16 Tahun 2018

Tambahnya lagi, pengaduan pihak keluarganya telah diterima oleh Ombudsman Sumut. “Semoga apa yang kami harapkan dan ada menemukan titik terang dalam perkara yang saat ini sedang kami alami, dan pihak kepolisian bisa melakukan gelar perkara ulang secara terbuka, karena kami juga mengetahui saksi dari pelapor telah memberikan kesaksian palsu, ini juga yang menjadikan ponakan saya mendekam di dalam sel tahanan hingga saat ini,” ungkapnya.

Terlebih lagi, lanjut Salman Kanu, perkara yang menimpa keluarganya sangat menyita perhatian, karena apa yang dituduhkan terhadap tersangka menurutnya tidak benar adanya. 

“Hal itu hanya direkayasa, namun kami tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan, dan berharap pihak kepolisian untuk membuka kasus ini dengan terang benderang, sehingga penegakan hukum dapat berjalan sebagaimana mestinya ” ucap ketua Relawan Jokowi Antar Etnis saat usai bertemu dengan Ombudsman.

Sementara itu, Kepala Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sumatera Utara, Abyadi Siregar mengaku telah menerima laporan masyarakat, dan akan dipelajari serta melihat syarat formilnya, dan akan dibawa ke rapat pleno, kemudian baru bisa menentukan apakah ada pelanggan atau maladministrasi dalam perkara tersebut.

Baca Juga:  102 Peserta Ikuti Seleksi MTQ Tingkat Kecamatan Bandar Huluan

“Sudah kita terima laporan ini, dan kita akan pelajari dulu kasusnya apa, serta meminta kepada pihak keluarga untuk melengkapi berkas-berkas atau syarat formil, sehingga selanjutnya laporan ini akan kita bawa ke dalam rapat pleno, agar kita tau seperti apa duduk persoalannya dan kemudian akan dilihat substansinya, apakah ini kewenangan Ombudsman atau tidak, serta setelah semua sudah terpenuhi, maka kita akan minta klarifikasi dari terlapornya dalam hal ini pihak kepolisian, atau klarifikasi secara tertulis,” ujar Abyadi Siregar.

Diketahui, peristiwa ini berawal dari dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh Bella Siska terhadap korban berinisial F, dan selanjutnya F melaporkan hal tersebut ke Polrestabes Medan, namun akhirnya kasus ini diambil alih oleh Polda Sumut, dan Bella Siska dan Vicky ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan pada 10 Februari 2022 lalu. 

Baca Juga:  Terkendala Anggaran, Penerangan Jalan di Desa Gempolan Terhambat Dapat Perhatian

Namun, keganjilan yang dirasakan keluarga pelaku salah satunya adalah kesaksian yang diberikan oleh salah seorang saksi pelapor yang bernama Surya yang diduga tidak benar, hal itu dibuktikan dengan adanya video pengakuan dari Surya bahwa dirinya tidak mengetahui kejadian penganiayaan yang terjadi antara Bella dan F, karena ia tidak berada di lokasi saat itu.

“Saya pas tidur, dibangunkan oleh pihak F yakni abanya Doni bersama pengacaranya untuk menjadi saksi, padahal saya ngk tau apa yang terjadi pada mereka, dan karena saya merasa tertekan, akhirnya saya maulah jadi saksi dan dibawa ke Polda Sumut, tapi disana saya ditanyai oleh penyidik dan saya bilang sama polisi semua apa yang sebelumnya diajarkan oleh mereka, meski saya tidak tau apa-apa dan tidak melihat kejadian itu,” ujarnya ditirukan ucapannya dari video yang direkam oleh keluarga tersangka.

(Rasid)

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Lapas Kelas 1 Medan Laksanakan Tes Urine Bagi WBP Yang Ikut Rehabilitasi

21 Mei 2024 - 10:10 WIB

Respon Cepat Polisi Tangkap Pelaku Begal di Desa Manunggal

21 Mei 2024 - 01:25 WIB

Jajaran Lapas Narkotika Kelas IIA Pematangsiantar Peringati HKN

20 Mei 2024 - 20:51 WIB

Ada Kejanggalan Penetapan Tersangka di Polda Sumut

20 Mei 2024 - 20:05 WIB

Jalan Karya Bakti Tak Kunjung Di Perbaiki Warga Kesalkan Pemko Medan

20 Mei 2024 - 08:44 WIB

Pelaku Curanmor Naas Diamankan Polsek Medan Baru

20 Mei 2024 - 04:11 WIB

Trending di Berita Terkini