Menu

Mode Gelap
Idul Adha 1445 H, KSOP Utama Belawan Qurban 9 Ekor Lembu Danlanud Yohanis Kapiyau Timika Kerahkan Personel Sukseskan MTQ Terpampang Wajah 15 Oknum Polrestabes Medan Jadi Buronan Pimpinan DPRD Sumut Sebut JTP Tidak Melanggar Kode Etik Rayakan Idul Adha 1445 H Lapas Medan Potong Hewan Kurban

Berita Terkini · 3 Sep 2022 21:29 WIB · waktu baca : ·

Penyesuaian Anggaran Subsidi Energi, Begini Kata Menkeu Sri Mulyani


 Penyesuaian Anggaran Subsidi Energi, Begini Kata Menkeu Sri Mulyani Perbesar

Menkeu Sri Mulyani menyampaikan pernyataan perihal pengalihan subsidi BBM, Sabtu (3/9/2022), di Istana Merdeka, Jakarta. (Foto: BPMI Setpres/Lukas)

Jakarta, NET24JAM – Sejalan dengan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) yang telah diputuskan pemerintah, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan akan terus melakukan perhitungan anggaran subsidi dan kompensasi energi tahun 2022. Hal ini mengingat harga minyak mentah Indonesia atau ICP yang terus bergerak naik ataupun turun.

Sebelumnya, melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 98 Tahun 2022, pemerintah menaikkan anggaran subsidi dan kompensasi energi menjadi tiga kali lipat. Subsidi BBM dan elpiji naik dari Rp77,5 triliun menjadi Rp149,4 triliun serta subsidi listrik dari Rp56,5 triliun menjadi Rp59,6 triliun. Sementara, kompensasi untuk BBM dari Rp18,5 triliun menjadi Rp252,5 triliun serta kompensasi untuk listrik naik dari Rp0 menjadi Rp41 triliun.

Baca Juga:  Pelaku Tindak Pidana Pencurian Dengan Pemberatan Berakhir Di Jeruji Sel Polsek Marbau

“Sehingga total subsidi dan kompensasi untuk BBM, elpiji, listrik itu mencapai Rp502,4 triliun,” ujar Menkeu.

Lebih lanjut Sri Mulyani menjelaskan, angka Rp502,4 triliun ini dihitung berdasarkan rata-rata dari ICP yang bisa mencapai 105 Dolar Amerika Serikat (AS) per barel dengan kurs Rp14.700 per Dolar AS, dan volume pertalite yang diperkirakan akan mencapai 29 juta kiloliter serta volume solar bersubsidi adalah 17,44 juta kiloliter.

Baca Juga:  Ini yang Dibahas Wapres RI dan PM Mesir di Pertemuan Bilateral

“Dengan harga minyak ICP yang turun ke 90 Dolar AS [per barel] sekalipun, maka harga rata-rata satu tahun itu masih di 98,8 Dolar AS atau hampir 99 dolar AS per barel. Kalaupun harga minyak turun sampai di bawah 90 dolar AS per barel maka keseluruhan tahun rata-rata ICP Indonesia masih di 97 Dolar AS (per barel),” ujarnya

Dengan perhitungan tersebut, menurut Menkeu, angka kenaikan subsidi dari Rp502 triliun masih akan tetap naik. Subsidi akan naik menjadi Rp653 triliun jika harga ICP adalah rata-rata 99 Dolar AS per barel. Sedangkan jika harga ICP sebesar 85 Dolar AS per barel sampai Desember 2022 maka kenaikan subsidi menjadi Rp640 triliun.

Baca Juga:  Diduga Oknum Polres Sergai Tangkap Lepas Pelaku Penimbun BBM Subsidi

“Ini adalah kenaikan Rp137 triliun atau Rp151 triliun tergantung dari harga ICP. Perkembangan dari ICP ini harus dan akan terus kita monitor, karena memang suasana geopolitik dan suasana dari proyeksi ekonomi dunia masih akan sangat dinamis,” tandasnya. 

(SLN/UN)

Sumber : Humas Sekretariat Kabinet RI.

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Turnamen Olahraga Piala Kapolres Sergai Meriahkan Hari Bhayangkara ke-78

19 Juni 2024 - 20:30 WIB

Idul Adha 1445 H, KSOP Utama Belawan Qurban 9 Ekor Lembu

19 Juni 2024 - 19:07 WIB

Danlanud Yohanis Kapiyau Timika Kerahkan Personel Sukseskan MTQ

19 Juni 2024 - 12:43 WIB

Terpampang Wajah 15 Oknum Polrestabes Medan Jadi Buronan

19 Juni 2024 - 12:02 WIB

Pimpinan DPRD Sumut Sebut JTP Tidak Melanggar Kode Etik

19 Juni 2024 - 10:44 WIB

Plt Bupati Labuhanbatu Sholat Idul Adha di Lapangan Ikabina Rantauprapat

18 Juni 2024 - 11:24 WIB

Trending di Berita Terkini