Menu

Mode Gelap
Laporan Di SP3kan Keluarga Monang Samosir Prapidkan Penyidik Polres Dan Kejari Simalungun Plt. Bupati Labuhanbatu Saksikan Pagelaran Wayang Kulit di Hari Bhayangkara Sambut 1 Muharram 1446 H, BKM Nurul Islam Gelar Gotong-royong Kapolres Sergai Resmikan Sarana Air Bersih di Desa Makmur UNITA Taput Larang Mahasiswa Ikuti Aksi Demonstrasi

Berita Terkini · 3 Apr 2024 14:45 WIB · waktu baca : ·

Pengelola 714,90 Hektar di Pantai Labu Bantah Menelantarkan Lahan


 Pengelola 714,90 Hektar di Pantai Labu Bantah Menelantarkan Lahan Perbesar

NET24JAM.ID || Medan – Pengelola 714,90 hektar kebun sawit di Desa Percut Sei Tuan, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang membantah adanya penelantaran lahan tersebut.

Penegasan itu disampaikan pemegang saham PT Poly Kartika Sejahtera, Santo Sumono didampingi kuasa hukum Leo L Napitupulu menjawab sejumlah wartawan perihal tudingan yang menyebutkan pihaknya menelantarkan dan tidak mengurus kebun sawit seluas 714,90 hektar selama 4 tahun lebih.

Kebun sawit seluas 714,90 hektar dimaksud ialah milik Puskopad “A” Bukit Barisan yang telah dikelola oleh PT Poly Kartika Sejahtera sejak tahun 1993 berdasarkan Perjanjian Dasar NOMOR : SPER / 05 / III / 1993 tentang penanaman dan pengelolaan sawit di Sei Tuan seluas 714.90 Ha.

“Berdasarkan perjanjian, hak pengelolaan kita selama 30 tahun dimulai sejak tahun 1993 sampai 2023 dan di tahun 2015 dilakukan Addendum perpanjangan kerjasama sampai tahun 2040” ujar Santo Sumono, Rabu (3/4/2024).

Namun, Santo Sumono menjelaskan, tanpa alasan yang jelas, tiba-tiba kami dipaksa keluar dan pengelolaan lahan sawit tersebut diambil alih secara sepihak pada September 2020. 

Dan sesuai dokumen yang ada bahwa Puskopkar A BB mengeluarkan Surat Perintah Kerja No : SPK/01/XI/2020 ke Rudy tanggal 13 November 2020 untuk memelihara, merawat dan memanen dengan tembusan ke jajaran Kodam I BB, namun kemudian Puskopkar A BB menerbitkan lagi Surat Kuasa menjual hasil panen TBS No : SKSA/16/XII/2020 ke Aspin Tanadi tanggal 18 Desember 2020 yang tanpa tembusan ke jajaran Kodam I BB.

Baca Juga:  Inilah Rangkaian Akhir Safari Ramadhan Pemkab Labuhanbatu

“Padahal, antara kami selaku pemegang saham dan pemilik lahan tengah berunding untuk mencapai kesepakatan terkait lahan yang akan digunakan untuk kepentingan pangkalan militer,” jelasnya.

Karena itu, kami meminta keadilan kepada para pemangku kepentingan dan pihak terkait, termasuk PT Kartika Desta Sawita.

“Tolong lah, Pak. Pakai hati nurani. Kami yang keluar biaya dan keringat menanam dari tahun 1993, lalu replanting lahan dari tahun 2011 = 30,64 Ha, tahun 2014 = 98,14 Ha, tahun 2015 = 173,59 Ha dan tahun 2017 = 196,55 Ha dengan total yang sudah direplanting seluas 498 Ha dan yang berhak dalam pengelolaan lahan itu. Namun saat TBS sudah mulai menghasilkan dengan estimasi saat ini sekitar 750 – 900 ton / bulan, kerjasama malah diputus dan dipanen oleh pihak lain. Lagipula selama kami mengelola lahan itu, kami bekerja secara profesional,” ungkap Santo.

“Tapi mengapa tiba-tiba tanpa alasan yang jelas kami dipaksa keluar dan lahan itu diambil alih oleh PT Kartika Desta Sawita dan menuding lahan tersebut sudah terlantar selama 4 tahun lebih, padahal masih kami kelola dengan baik sampai September 2020,” ujarnya lagi.

“Sepertinya ada dugaan kolusi dengan mantan pengurus Puskopkar “A” BB terdahulu sehingga kami diputus kerjasamanya” sambungnya.

Baca Juga:  Miliki Narkoba Jenis Shabu Dua Pria Di Amankan Tim Reskrim Polsek Serbelawan

Senada dengan itu, kuasa hukum PT Poly Kartika Sejahtera, Leo L Napitupulu mengatakan bahwa, pihaknya bekerjasama mengelola lahan sawit milik Puskopad “A” Kodam I Bukit Barisan dengan bersama-sama membentuk PT. Poly Kartika Sejahtera.

“Sepanjang perjalanan kerjasama itu sampai tahun 2020 selalu berjalan dengan baik dan tidak ada masalah dengan Puskopad A-DAM I BB / Puskopkar “A” BB. Semua kami lakukan sesuai dengan mekanisme dan perjanjian yang telah disepakati bersama,” kata Leo.

Akan tetapi, ungkap Leo, secara tiba-tiba, klien kami dalam hal ini karyawan PT Poly Kartika Sejahtera dipaksa meninggalkan kebun dan pengelolaannya dialihkan kepada PT Kartika Desta Sawita.

“Nah, dalam kesempatan ini, sekaligus kami ingin membantah pernyataan Rudi dari pihak PT Kartika Desta Sawita yang menyatakan kebun tersebut ditelantarkan selama 4 tahun lebih,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut, kata Leo, disampaikan pihak PT Kartika Desta Sawita kepada sejumlah wartawan dan terbit di beberapa media.

“Sekali lagi, kami membantah dengan tegas pernyataan PT Kartika Desta Sawita yang menyebutkan lahan tersebut ditelantarkan selama 4 tahun lebih karena PT Poly Kartika Sejahtera masih mengelola sampai dengan September 2020,” katanya.

Kalau memang lahan tersebut ditelantarkan oleh klien kami, tegas Leo, pihak PT Kartika Desta Sawita diminta untuk menyampaikan bukti-bukti sekaligus alas haknya mengelola kebun tersebut.

Baca Juga:  Gelaran HUT RI 78 Disambut Antusias Warga Nagori Lestari Indah

“Tolong buktikan jika lahan itu ditelantarkan. Dan tolong, kami juga meminta bukti yang sah pengelolaan PT Kartika Desta Sawita atas lahan tersebut. Karena menurut kami, alas hak yang ada itu saat ini diduga merupakan akal-akalan mereka untuk dapat mengelola kebun Sei Tuan tersebut dan dibuat secara tidak sah karena pada tahun Juni 2021, lahan tersebut sedang dalam proses sengketa di PN Medan” tegasnya.

“Lalu yang mengherankan kami, Rudy menyebut Pangdam I BB saat itu Mayjen Irwansyah dengan perjanjian kerjasama tanggal 10 Juni 2021, sedangkan Mayjen Irwansyah sudah Sertijab Jabatan Pangdam I BB tanggal 18 November 2020,” Lanjutnya.

Sebelumnya, Direktur PT Kartika Desta Sawita, Rudi meminta Koperasi Puskopkar, menepati perjanjian kontrak kerjasama pengolahan lahan sawit seluas 714,90 hektar di Desa Sei Tuan, Kecamatan Panti Labu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara yang kini telah berproduksi.

Rudy selaku Direktur PT Kartika Desta Sawita menerangkan, perjanjian kontrak pengolahan lahan itu mulai pada tahun 2021 hingga 2051 mendatang.

Ironisnya, saat itu, kepada sejumlah awak media, Rudi menyampaikan lahan tersebut dalam kondisi tidak terawat alias ditelantarkan.

Padahal, berdasarkan fakta-fakta yang ada, lahan yang dikelola oleh PT Poly Kartika Sejahtera dirawat dengan baik dan memberi keuntungan kepada Puskopad “A” Bukit Barisan yang sekarang dikenal Puskopkar “A” Bukit Barisan.

(Rasyid)

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kapolres Serdang Bedagai Pimpin Apel Ops Patuh Toba 2024

15 Juli 2024 - 17:32 WIB

Polres Taput Laksanakan Apel Gelar Operasi Patuh Toba 2024.

15 Juli 2024 - 14:26 WIB

Partai Nasdem Resmi Dukung Pasangan Firsa-Efri Di Pilkada Kabupaten Muratara

15 Juli 2024 - 12:51 WIB

Media Nasional NET24JAM.ID Laksanakan ULTAH Yang Ke4 Tahun.

15 Juli 2024 - 00:18 WIB

DPD Tipikor Labuhanbatu Ucapkan Selamat ke-4 Tahun untuk NET24JAM.ID

14 Juli 2024 - 13:11 WIB

Lapas Medan Gelar Razia Deteksi Dini, Musnahkan Ratusan HP

12 Juli 2024 - 16:52 WIB

Trending di Berita Terkini