Menu

Mode Gelap
Ketua LP Ma’arif NU PWNU Sumut Sampaikan Materi Moderasi Beragama Polisi Sikat Jurtul Togel di Kecamatan Panai Tengah Fenomena Truk Tak Layak Pakai Lolos dari Operasi Patuh Toba 2024 Lapas Medan Gelar Senam Bersama Peserta Rehabilitasi Sosial Tim Gabungan Berhasil Evakuasi Dua Nelayan Asal Srilanka

Tak Berkategori · 19 Sep 2021 05:49 WIB · waktu baca : ·

Pengawal Menhub Cekik Leher Wartawan, Epza : Stop Intimidasi dan Kekerasan Terhadap Pers


 Pengawal Menhub Cekik Leher Wartawan, Epza : Stop Intimidasi dan Kekerasan Terhadap Pers Perbesar

Eka Putra Zakran, SH., MH.

Medan, NET24JAM.ID – Pengawal Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Budi Karya Sumadi diduga mencekik seorang wartawan Liputan6.com Ajang Nurdin, saat hendak mau melakukan wawancara ketika Budi Karya kunjungan kerja di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Kamis, 16 September 2021.

Kronologis kejadiannya saat itu dia hendak mewawancarai atau melakukan door stop Budi Karya Sumadi usai meninjau Rusun BP Batam.

Belum sempat mengajukan pertanyaan, dia langsung didorong pada bagian lehernya oleh salah satu ajudan Budi Karya Sumadi.

Menanggapi peristiwa tersebut pengamat hukum dan sosial Sumut Eka Putra Zakran, SH., MH., menyatakan bahwa semestinya tindak kekerasan tidak perlu terjadi.

Baca Juga:  Polres Tanjung Balai Bersama TNI Dan Pemko Giat Ops Yustisi

“Sangat kita sesalkan jika ada tindakan kekerasan terhadap wartawan yang dilakukan oleh petugas atau pengawal Menhub. Apakali rupanya yang dilakukan wartawan, sehingga pengawal Menhub tersebut sampai mencekik leher wartawan. Sudah gak benar tindakan pengawal Menhub itu,” ujar pria yang akrab disapa Epza ini, Minggu (19/9/2021).

Semestinya pengawal pejabat publik bersikap humanis, bukan anarkis. Mereka kan harusnya sudah terlatih, baik mental maupun spiritualnya dalam melakukan pengawalan. Jadi bekerjalah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada. Kalau anarkis berarti keluar dari SOP.

Baca Juga:  Polemik PPN Sembako dan Jasa Pendidikan, Ini Penjelasan Menkeu dan DJP

Dikatakannya, masa hari gini masih ada tindakan kekerasan terhadap jurnalis yang meliput. Harusnya bersinergi lah. Mereka para jurnalis juga dalam rangka menjalankan profesinya kan. Mereka dilindungi UU kok. Jadi pengawal Menhub tidak perlu melakukan tindak kekerasan. Arogan namanya itu.

‘Saya mengkritik gaya atau model pengawalan seperti itu. Hemat saya Menhub harus memberi teguran keras. Kalau belum berjiwa humanis, jangan diberi tugas kelapangan, di kader saja lah dulu itu, biar tidak melanggar SOP yang ada,” papar Epza.

“Pertanyaannya, sehat gak jiwanya itu? Saya karena alumni Magister Hukum Kesehatan, penting saya pertanyakan itu. Sebab kalau fisik sehat tapi psikis gak sehat, maka akan muncul sikap tempramental dan arogansi berlebihan, seolah merasa dia yang patennya. Nah, sifat ini gak bagus ada dalam diri pengawal atau petugas pejabat publik,” ujarnya lagi.

Baca Juga:  Buntut Pemberitaan Rutan Klas IIB Humbahas, KAUM Siap Advokasi Jurnalis

Epza menegaskan, jangan ada lagi tindakan intimidasi dan kekerasan terhadap pers.

“Masa ada kekerasan saat peliputan terhadap kehadiran Menteri. Apa dianggap sampah profesi pers ini? itu yang buat kita geram gitu lho!! Maunya saling menghormati terhadap profesi masing-masing,” tegasnya.

(Ridwan)

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Gawat Proyek DD TA 2023 Tak Terealisasi Diduga Pangulu Lestari Indah Selewengkan Anggaran

27 Juni 2024 - 14:23 WIB

Terkait Video Mesum Mirip Sekda Taput, Polisi Layangkan Surat Panggilan Ke TS.

20 Juni 2024 - 08:57 WIB

Dinas Sosial Salurkan Bantuan Untuk Korban Kebakaran

4 Juni 2024 - 12:19 WIB

Tergabung Di Kloter 13 Kakan Kemenag Bersama Plt Bupati Lepas 318 Jemaah Haji Labuhanbatu

27 Mei 2024 - 08:18 WIB

Terpilih Secara Aklamasi Boster Sitio Pimpin Koni Labuhanbatu Hingga 2028

28 April 2024 - 08:52 WIB

Forkopimda Labuhanbatu dan Labura Buka Puasa Bersama Kapolres Labuhanbatu

24 Maret 2024 - 09:13 WIB

Trending di Tak Berkategori