Menu

Mode Gelap
Puluhan Tim Sepak Bola Antusias Ikuti Turnamen Solidaritas Cup U-13 Polda Sumut Diminta Tindak Lanjuti Kasus Dugaan Perampasan Lahan di Belawan KBPP Polri dan PP Polri Deklarasi Dukung Ganjar-Mahfud di Pilpres 2024 Tersangka Oknum PNS? Polres Sergai Berhasil Ungkap Penipuan Bekerja di PTPN III Kebun Tanah Raja M4il Hsb Sukses Buat Simalungun Daerah Bebas Judi Togel Hingga Kini Tak Tersentuh Hukum

Berita Daerah · 9 Jan 2023 10:05 WIB · waktu baca : ·

Penangkaran Sarang Walet Resahkan Masyarakat Bilah Hilir Bupati Diminta Bertindak Tegas


 Penangkaran Sarang Walet Resahkan Masyarakat Bilah Hilir  Bupati Diminta Bertindak Tegas Perbesar

Labuhanbatu. NET24JAM.ID – Ratusan penangkaran sarang burung Walet yang berlokasi di kota Kelurahan Negeri Lama, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu meresahkan warga setempat.

Pasalnya, suara rekaman kaset pemanggil burung Walet tersebut menimbulkan kebisingan. Parahnya lagi, suara rekaman kaset pemanggil burung itu terus saja berbunyi di saat adzan magrib berkumandang dari Mesjid.

Keresahan warga pun diposting di media sosial Facebook oleh akun Acun Sosen yang ramai dikomentari oleh netizen yang merupakan warga setempat.

Pada akun bernama Acun Sosen itu menyebutkan, Ratusan Bangunan walet, di bilah hilir  ,suara musik burung walet suara azhan pun tak kedengaran lagi kamu buat, ampun lah,tdk saling menghargai lagi, iyo,

Baca Juga:  Nekat Mencuri Untuk Foya Foya Maling 12 Juta Di Bekuk Reskrim Polsek Datuk Bandar

Postingan itu dikomentari oleh akun bernama Julpan Indra Pane yang menyebutkan “Telinga pun jadi pekak pak Acun Sosen setiap hari mendengar audio sarang burung walet”.

Komentar Julpan Indra Pane pun dibalas oleh akun Acun Sosen dengan menuliskan “Julpan Indra Pane itu lah pak haji,bangunan walet nya aja yang ada, tp yang punya jauh di luar bilah hilir, kita jualah menahankan nya pak haji,.

Sementara itu, Sekretaris PAC. IPK Kecamatan Bilah Hilir Arsal Ayu diminta tanggapannya awak media ini, Minggu (08/01/2021) mengatakan, keluhan warga soal kebisingan rekaman kaset dari penangkaran sarang walet itu sudah terlalu lama.

Baca Juga:  Misteri Proyek Siluman Pembangunan Tempat Sampah di Pasar Gelugur Rantauprapat

“Keresahan warga seharusnya diatensi oleh pimpinan kelurahan atau kecamatan, nanti warga ambil tindakan keras dibilang anarkis. Baru sibuk ambil sikap,”kata Arsal.

Menurut Arsal, keberadaan sarang walet di Kelurahan Negeri Lama tidak terlalu memberikan kontribusi positif menjadi pendapatan asli daerah Kabupaten Labuhanbatu.

“Coba tanya ke dinas pendapatan, sudah bisa maksimalkah retubusi atau pajak sarang walet ke Pemkab Labuhanbatu?,”sebutnya seraya bertanya.

Selain itu, lanjutnya lagi, ijin HO ( ijin gangguan) untuk mendirikan pembangunan penangkaran sarang burung Walet diduga banyak yang fiktif.

Baca Juga:  Harap Event F1 H2O Berjalan Sukses Toba Gelar Doa Bersama

“Jadi ini tugas satpol PP dan camat sebagai perpanjangan tangan guna menertibkan kebisingan suara dari penangkaran sarang burung Walet yang tidak memperdulikan waktu dan keadaan.

Camat Bilah Hilir Ridwan Syahputra Harahap SH. MH., dikonfirmasi awak media ini via seluler soal kebisingan suara dari penangkaran sarang burung Walet itu akan mendiskusikan dengan Lurah.

“Kalau bisa bang, ada surat keberatan dari masyarakat kepada kita tentang hal itu. Dengan adanya surat itu kita akan panggil pemilik sarang burung Walet tersebut,”terang Ridwan.

(Julip Ependi)

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Wakil Bupati Labuhan Batu Hadiri Peringatan Hari Kesehatan Nasional Ke-59Tahun.

1 Desember 2023 - 17:31 WIB

Polres Tebing Tinggi Gelar Ungkap Kasus Narkoba

1 Desember 2023 - 16:04 WIB

Pelepasan Pegawai Purna Bakti Rutan Kelas 1 Medan

1 Desember 2023 - 15:55 WIB

Polsek NA IX X Sosialisasikan Bahaya Narkoba serta Program Kampung Bebas dari Narkoba.

1 Desember 2023 - 15:46 WIB

Kabag Humas PTPN Rambutan Berkunjung ke BNN Tebing Tinggi.

1 Desember 2023 - 15:33 WIB

Kantor Bupati Sergai Gudang Barang Bekas Sepeda Motor dan Mobil.

1 Desember 2023 - 15:01 WIB

Trending di Berita Daerah