Menu

Mode Gelap
Pemerintah Tegaskan Berantas Judi Online, Satgas Akan Segera Dibentuk! Petugas Rutan Kelas I Medan Gagalkan Penyelundupan Narkoba Asisten 3 Pimpin Rapat Penyusunan SSH Tahun Anggaran 2024 Lapas Medan Terima Kunjungan Peserta Bimtek Giat Kerja dan Produksi 2024 MTs Al Washliyah Bahgunung Gelar Wisuda Tahfidz Al Qur’an

Berita Terkini · 8 Nov 2022 23:10 WIB · waktu baca : ·

Pemeran Video Mesum Kebaya Merah Diringkus Polisi, Ini Dia Pelakunya


 Pemeran Video Mesum Kebaya Merah Diringkus Polisi, Ini Dia Pelakunya Perbesar

Foto : Pemeran video mesum.

Jakarta, NET24JAM – Dua orang pemeran video mesum wanita kebaya merah, akhirnya diringkus Polda Jawa Timur (Jatim). 

Pelaku diketahui berinisial AH dan ACS, ternyata punya hubungan spesial. Keduanya ternyata sepasang kekasih.

“Menurut pengakuan keduanya adalah kekasih, belum menikah,” ungkap Plh Kasubdit V/Siber Ditreskrimsus Polda Jatim Kompol Harianto saat rilis di Mapolda Jatim, Selasa (8/11/2022).

Lebih lanjut, Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Farman mengatakan, untuk memproduksi video mesum, kedua pelaku hanya bermodalkan handphone. Lalu, diedit, disimpan, dan disebarkan menggunakan laptop via Telegram.

Baca Juga:  Polres Tanjung Balai Lanjut Kawal Penyaluran Bantuan Tunai Pangan Tahap Ke III Tahun 2022

“Direkam pakai handphone dan dikirim lewat Telegram,” kata Farman.

Ketika dimintai konfirmasi, kedua tersangka mengakui ide membuat video sesuai dengan pesanan di DM Twitter. Untuk lokasi pembuatan video juga beragam, tergantung pesanan.

Bikin Konten Porno Demi Kebutuhan Hidup

Pemeran video wanita kebaya merah, ACS dan AH ternyata kerap berjualan video porno. Hasil penjualan video-video dengan sejumlah tema ini digunakan untuk membiayai kebutuhan sehari-hari.

Untuk video kebaya merah, ACS dan AH mengaku ada pesanan konten video porno bertema resepsionis hotel. Pesanan ini didapatnya dari sebuah akun Twitter melalui DM.

Baca Juga:  Mendagri dan Menkeu Beri Penghargaan Insentif Fiskal Pada 33 Pemda

Keduanya pun mendapatkan keuntungan dari penjualan konten video porno tersebut. Tarifnya bervariasi, tergantung tema yang diinginkan.

“Untuk hasil penjualan konten, dipergunakan untuk keperluan sehari hari,” kata Kombes Farman.

Soal tempat membuat video, Farman menegaskan didominasi di dalam kamar hotel. Sebab, disesuaikan dengan tema yang dipesan.

“Pembuatan tergantung tema pemesan, di mana tersangka ACS bekerja sebagai freelance desain, EO, serta foto video,” ujarnya.

Sementara, untuk media yang menawarkan konten video porno menggunakan akun Twitter milik tersangka AH, yakni @aintursivt dan @meamUra. Kedua akun itu adalah akun alter atau alternatif yang notabene tidak mencantumkan identitas asli si pengguna.

Baca Juga:  Sepakat Mencuri Dua Sekawan ini Kompak Terciduk Unit Reskrim Polsek Datuk Bandar

“Sementara ini, tarifnya masih Rp 750.000, selebihnya masih kami kembangkan,” tuturnya.

Akibat ulahnya, keduanya diancam Pasal 27 Ayat 1 Juncto Pasal 45 Ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 29 Juncto Pasal 4 dan atau Pasal 34 Juncto Pasal 8 UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. ACS dan AH terancam pidana selama 5 tahun penjara.

Published : Ridwan

Sumber    : detikNews 

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemerintah Tegaskan Berantas Judi Online, Satgas Akan Segera Dibentuk!

23 Mei 2024 - 00:07 WIB

Petugas Rutan Kelas I Medan Gagalkan Penyelundupan Narkoba

22 Mei 2024 - 23:34 WIB

Asisten 3 Pimpin Rapat Penyusunan SSH Tahun Anggaran 2024

22 Mei 2024 - 23:26 WIB

Lapas Medan Terima Kunjungan Peserta Bimtek Giat Kerja dan Produksi 2024

22 Mei 2024 - 20:45 WIB

MTs Al Washliyah Bahgunung Gelar Wisuda Tahfidz Al Qur’an

22 Mei 2024 - 19:43 WIB

Henanja Nainggolan Resmi Jabat Ketua DPC LPKN Tipikor Tapanuli Utara

22 Mei 2024 - 18:40 WIB

Trending di Berita Terkini