Menu

Mode Gelap
Bayi Laki Laki Ditemukan Warga Tergeletak di Pinggir Jalan Polres Taput Lidik Orang Tua Anak Duarrr! Diduga Gudang Oplosan Elpiji Meledak 13 Orang Jadi Korban Kebakaran Kapolres Pelabuhan Belawan Pimpin Sertijab Kasat Narkoba Dan Kasat Lantas Plt. Bupati Hadiri Pelantikan Panwaslu Kecamatan se-Kabupaten Labuhanbatu Pimpinan Forkopimda Labuhanbatu Melepas Pawai Lilin Waisak 2568

Artikel · 25 Jul 2022 09:56 WIB · waktu baca : ·

Optimalisasi Perlindungan Anak, Perpres Stranas PKTA Resmi Diterbitkan


 Optimalisasi Perlindungan Anak, Perpres Stranas PKTA Resmi Diterbitkan Perbesar

Jakarta, NET24JAM – Pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden Republik Indonesia (Perpres) Nomor 101 Tahun 2022 tentang Strategi Nasional Penghapusan Kekerasan Terhadap Anak ditandatangani Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada tanggal 15 Juli 2022.

Disebutkan dalam pertimbangan peraturan ini bahwa untuk melindungi anak dari kekerasan dan diskriminasi, perlu dilakukan peningkatan upaya pencegahan dan penanganan kekerasan dan diskriminasi terhadap anak. 

Selain itu, mengingat jumlah kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia masih tinggi maka perlu optimalisasi peran pemerintah.

“Peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan penghapusan kekerasan terhadap anak belum optimal dalam memberikan pencegahan dan penanganan sehingga diperlukan strategi nasional,” disebutkan dalam Perpres.

Strategi Nasional Penghapusan Kekerasan Terhadap Anak (Stranas PKTA) merupakan strategi nasional yang dituangkan dalam dokumen yang memuat arah kebijakan, strategi, fokus strategi, dan intervensi kunci, serta target, peran, dan tanggung jawab kementerian/lembaga (K/L), pemerintah daerah provinsi, pemerintah daerah kabupaten/kota, dan masyarakat untuk mewujudkan penghapusan kekerasan terhadap anak.

Baca Juga:  Plt Bupati Labuhanbatu Didampingi Kepala BPKAD Hadiri RUPS di Medan

“Stranas PKTA dimaksudkan sebagai acuan bagi kementerian/lembaga, pemerintah daerah provinsi, dan pemerintah daerah kabupaten/kota dalam menyelenggarakan pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap anak”, bunyi Pasal 3.

Adapun tujuan yang ingin dicapai dari Stranas PKTA ini adalah sebagai berikut:

  1. Menjamin adanya ketentuan peraturan perundang undangan dan kebijakan, serta pelaksanaan dan penegakannya untuk menghapus segala bentuk kekerasan terhadap anak.
  2. Mengatasi faktor sosial budaya yang membenarkan digunakannya kekerasan, serta memperkuat nilai dan norma yang mendukung perlindungan dari segala bentuk kekerasan terhadap anak.
  3. Mewujudkan lingkungan yang aman dan ramah untuk anak, baik di dalam maupun di luar rumah.
  4. Meningkatkan kualitas pengasuhan melalui pemahaman, kemampuan, dan perilaku orang tua/pengasuh tentang pengasuhan berkualitas dan anti kekerasan;
  5. Meningkatkan akses keluarga rentan terhadap layanan pemberdayaan ekonomi untuk mencegah terjadinya kekerasan dan penelantaran terhadap anak.
  6. Memastikan ketersediaan dan kemudahan akses layanan terintegrasi bagi anak yang berisiko mengalami kekerasan dan anak korban kekerasan.
  7. Memastikan anak dapat melindungi diri dari kekerasan dan mampu berperan sebagai agen perubahan.
Baca Juga:  Fenomena Mentor Lato-lato Politik dan Buzzer Rp Menjelang Pemilu

“Stranas PKTA memuat kondisi kekerasan terhadap anak di Indonesia; arah kebijakan dan strategi penghapusan kekerasan terhadap anak, dan kerangka kelembagaan dan koordinasi”, bunyi Pasal 5 ayat 1.

Baca Juga:  Relawan Prabowo Gibran Indonesia Maju Akan Gelar Deklarasi Anti Fitnah

Berdasarkan ketentuan Pasal 7, KL, pemerintah daerah provinsi, dan pemerintah daerah kabupaten/kota dalam melaksanakan Stranas PKTA dapat melibatkan peran serta masyarakat.

“Pendanaan pelaksanaan Stranas PKTA bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara, anggaran pendapatan dan belanja daerah, dan/atau sumber lainnya yang sah dan tidak mengikat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan”, bunyi Pasal 8.

Perpres 101/2022 ini mulai berlaku sejak diundangkan di Jakarta pada tanggal 15 Juli 2022. (SM/UN)

Sumber : Humas Sekretariat Kabinet 

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Indonesia Tidak Siap Punya Pemimpin Sehebat Jokowi

8 April 2024 - 13:54 WIB

Wakil Rakyat : Si Wakil Makan Enak, Rakyatnya Kesusahan

2 Januari 2024 - 00:26 WIB

Kejahatan Kerah Berseragam Lindungi Judi Togel di Simalungun

21 November 2023 - 13:14 WIB

Fenomena Mentor Lato-lato Politik dan Buzzer Rp Menjelang Pemilu

17 November 2023 - 00:40 WIB

Dampak Ekonomi di Tengah Konflik Israel-Palestina

12 November 2023 - 00:34 WIB

Polemik Putusan MK Diantara Dissenting Opinion dan Politis

21 Oktober 2023 - 15:30 WIB

Trending di Artikel