Menu

Mode Gelap
Bersama Ratusan Masyarakat Plt Bupati Ikuti Senam Sehat di Car Free Day Caleg Partai PAN Dominasi Lima Kecamatan Di Deli Serdang PSI Tapanuli Utara Geruduk Kantor KPU dan Bawaslu, Ada Apa? 102 Peserta Ikuti Seleksi MTQ Tingkat Kecamatan Bandar Huluan Tahun Baru Imlek 2575 Plt Bupati Labuhanbatu Patroli Dan Kunjungan Ke Vihara Dan Klenteng

Hukum dan Kriminal · 12 Mar 2022 14:30 WIB · waktu baca : ·

Ngeri !!! Misteri Pembacokan G Girsang, Pegawai Kantor Camat Sumbul


 Ngeri !!! Misteri Pembacokan G Girsang, Pegawai Kantor Camat Sumbul Perbesar

Dairi, NET24JAM.lD – Polisi Kehutan Tanah karo dengan team terjun ke lokasi Hutan Register 62 yang berada di Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Sumbul, yang juga berada di lokasi Lae Pondom Kecamatan Silahi Sabungan Kabupaten Dairi.Provinsi Sumatera Utara. 

Dimana lokasi tersebut percis dipinggir jalan Protokol Jalan Medan-Sidikalang, adanya Perambahan Hutan terang-terangan dilakukan, baik itu Pembakaran, Pembersihan lahan, Menumbang Pohon-pohon Pinus dengan memakai/mengunakan Alat Shinsaw (Gergaji Mesin).

Jalan ke lokasi dari pinggir pasar Jalan Protokol yang parit jalan ditimbun dengan Tanah supaya mobil pribadi penggarap bisa masuk. Diduga Dinas Kehutanan Tanah Karo sengaja tidak mengamankan atau Menangkap para Pelakunya. 

Sebenarnya Mereka sudah beberapa kali menjumpai Penggarap, namun tidak tahu bagaimana ke kompakan antara Pihak Penggarap dengan Oknum Dinas Kehutanan Tanah Karo. Ada apa ini kok jadi berteman?

Bukan hanya sekali  oknum Kehutanan minum santai bersama di salah satu warung percisnya di Simpang PLTA Renun Desa Tanjung Beringin, yang jaraknya kurang lebih 100 meter dari lokasi Register yang di kerjai/ digarap oleh penggarap atas nama T Sitohang dan adiknya S Sitohang serta kawan-kawannya sebut seorang warga masyarakat ke awak Media Net24jam.id             

Sambung warga yang namanya tidak ingin dicantumkan mengatakan bahwa, Mereka kompak kali jika berbicara dan bercerita ibarat keluarga, padahal Dinas Kehutanan sudah jelas menurut warga setempat, seharusnya Tupoksi Kehutanan harus Melarang, Mengamankan serta memberikan Himbauan bahwa Hutan Register tidak boleh Dikerjai, Diolah, Diduduki, Membuka lahan, juga Pohon yang di tanami Dinas Kehutanan sekitar Tahun 80 an sudah Ratusan Hektar di Garap.

Pohon-pohon berserakan di tumbang oleh penggarap kata warga ketika awak Media terus mewawancarai warga, bahkan awak Media pernah menghubungi Oknum Polisi Kehutanan yang pernah terjun kelokasi. Kami sudah pernah memanggil Penggarap ke Kantor Kehutanan Tanah Karo, yang kebetulan Penggarap adalah warga Tanah Karo pula, jelas Pegawai Kehutanan tersebut, dan oknum Polisi kehutan melanjutkan menjawab awak media dengan mengatakan bahwa si Penggarap tidak mengindahkan apa yang telah kita sampaikan, lalu Awak Media bertanya kembali, Kenapa tidak ada tindakan? Pegawai Kehutanan hanya terdiam.

Pada hari Senin 7 Maret 2022 awak Media ke kantor kehutanan bersama Warga masyarakat Tanjung Beringin untuk wawancara dengan Dinas kehutanan Tanah Karo, dari utusan Pemerintahan Kecamatan Sumbul S Girsang, Tokoh Pemuda Pancasila bermarga Marmata, Manjorang dari warga Desa Tanjung Beringin, J Pinem dari tokoh agama, sedangkan B Gurning dari tokoh masyarakat Desa Tanjung Beringin yang juga sebagai Awak Media Net24jam.id.

Baca Juga:  Penyidik Polda Sumut Dinilai Tak Transparan, Keluarga Tersangka Ngadu ke Ombudsman

Pada saat itu semua disambut oleh Jaka sebagai Kepala KPH Tanah Karo serta Kepala seksi Radikin dikantornya. Dan hasil kedatangan kami ke Dinas Kehutanan Tanah Karo direspon baik  yang intinya Hutan Register 62 dan 82 adalah Hutan Lindung Negara dengan pengertiannya tidak boleh digarap siapapun dengan bukti sudah pernah di tanami oleh Dinas Kehutanan dan di saksikan Kepala Lingkungan Hidup Dairi A. Nainggolan dan Kepala Desa Silalahi l, ll, Kepala Desa Dolok Tolong, Kelapa Desa Tanjung Beringin, tuturnya.

Sabtu 26 Febuari 2022 Penggarap juga sudah di datangi Kepala Desa Tanjung Beringin 1, Kepala Lingkungan Hidup Kabupaten Dairi dan Wakil ketua dari Fraksi PDIP Kabupaten Dairi, juga penggarap tidak mengindahkannya.                             

Permasalahan baru timbul pada hari Senin 9 Maret sekitar pukul 12.50 Wib bahwa Penggarap Membakar lahan, Menumbang pohon pinus dengan alat mesin Shinsaw dilaporkan melalui Hp dan WA Pak Jaka serta Pak Radikin dan secara singkat Anggotanya diterjunkan kelapangan dengan Surat Perintah Tugas atas nama Kodim Munthe dari Polisi Kehutanan dan Pak Suardi dari KPH 15.    

Sekitar pukul 17.00 Wib Pak suardi menghubungi pelapor bahwa Dinas Kehutanan Tanah Karo sudah di TKP (lokasi lahan) dan kami bergegas ke lokasi dengan warga masyarakat sekitar 5 orang, karena sudah sore serta cuaca mendung, sehingga Kami dengar Oknum Polisi Kehutanan berbicara secara lisan dengan melarang supaya lahan di tinggalkan jangan di kerjakan.                               

Baca Juga:  Bongkar Trik Penipuan Berkedok Pinjol OJK Diminta Tutup Aplikasi Ea** Cash

Sipengarap melawan dan bersikeras lokasi, ia mengatakan bahwa lahan tersebut adalah milik orang tuanya sejak dulu, bahkan legal, ada alas hak katanya. Bahkan dengan kata sumbangnya Penggarap tidak takut sama siapapun tuturnya ke warga masyarakat Tanjung Beringin, serta adeknya, yang juga penggarap mengambil berkas dari mobil pribadinya dengan bundel di MAP, lalu S Girsang wawancara online memvidiokan bertanya ke Oknum Polisi Kehutanan serta teman dari Dinas Kehutanan juga memvidiokan sehingga terjadi tanya jawab, tanya jawab tersebut yang intinya Team dari Dinas Kehutanan Tanah karo hanya melarang dengan kata-kata manis dan bukan terus mengamankan sipenggarap.

Bahkan penggarap menantang Polisi Kehutanan, dan jikalau pihak Kehutanan mampu mengambil kebijakan? Kenapa tidak di lapor kepada pimpinannya, atau dapat menghubungi Aparat Negara seperti TNI dan Polisi ucap seorang warga yang hadir saat itu.      

Sebelum terjadi keributan, datanglah Penggarap yang membawa bundel/Map melarang supaya jangan memvidiokan, Belum sempat membuka surat-surat yang di pegangnya, dengan spontan merampas camera SGirsang, S Girsang yang diutus dari Pemeritahan Kecamatan serta memakai atribut Pegawainya mengatakan, saya datang ke TKP ditugaskan dari Kecamatan membawa surat, tuturnya.                                    

Tanpa ada jawaban secara repleks T Sitohang memukul Dagu S Girsang dan adik Penggarap R Sitohang (adik kandung) T Sitohang mengambil sebilah Sajam (Parang Babat) di arahkan ke S. Girsang (korban) yang mengakibatkan jari tangan kena sajamnya.

Akibat perbuatannya Korban harus menerima 26 jahitan, tidak hanya sampai di situ, Pelaku juga menghunjamkan sajamnya lagi sehingga mengenai pelipis mata Korban hingga robek, sedangkan Polisi Kehutanan tidak ada reaksi berbuat pengaman, malahan pergi melarikan diri.                               

Baca Juga:  Setahun Kasus Murid SD Sedot WC di Simalungun Mangkrak, Kapoldasu Diminta Tindak Tegas

Polisi Kehutanan (Team) tidak membawa alat senjata turun kelapangan dengan lengkap, padahal Surat Perintah ada dibawa, malahan  Pelapor sudah menjadi korban.

Ada apa ini sebenarnya ? korban menyelamatkan diri sendiri dari pembantaian Pelaku, sedangkan POLHUT (Polisi Kehutanan) bukan membantu melerai, Bakan tidak melaporkan ke pihak aparat setempat, bahkan kalau tidak ada warga masyarakat Tanjung Beringin menghubungi Polsek Sumbul, Makah kasus ini mau jadi apa, sebut warga yang geram.

Kapolsek Sumbul AKP Asian Parhusip bersama Personil langsung bergerak cepat dan sigap menanggapi laporan warga, langsung turun kelokasi kejadian beserta personilnya cek TKP, namun Pelaku sudah melarikan diri ke arah Tanah Karo.

Team Buser segera bergerak cepat menangkap Pelaku, sehingga dapat meringkus 2 orang atas nama R. Sitohang dan Marga Ginting, namun seorang lagi Pelaku T. Sitohang yang sudah melarikan diri masih tahap DPO. Penangkapan dilakukan di salah satu yang berdekatan dengan Kecamatan Merek, Kabupaten Simalungun.

Atas kejadian tersebut, makanya warga masyarakat khususnya warga Tanjung Beringin 1 dengan tegas mengutuk ulah Dinas Kehutanan Tanah Karo, warga yang kesal menyampaikan Adanya TNI maupun POLRI, Apakah tidak ada biaya diberikan Pemerintah Pusat untuk biaya pengamanan?, dan Kenapa pihak Kehutanan Tanah Karo tidak mau Koordinasi dengan TNI-Polri ??, Kami minta kepada Menteri Kehutanan Republik Indonesia segera menindak Kepala Dinas Kehutanan Sumatera Utara, menindak Dinas Kehutanan Tanah karo, dan Kasus ini harus dibawa keranah hukum, karena kasus ini skala Nasional, supaya tidak terjadi hal demikian terulang kembali.         

Dan di mohonkan dengan sangat kepada Penegak Hukum khususnya Polres Dairi agar memanggil Kepala KPH Tanah Karo agar diminta keterangannya dan di proses sesuai dengan hukum dan apabila di mungkinkan bisa di jerat dengan:(1) UU 18 tentang Hutan thn 2013.PP N0 18 Thn 2017 khususnya pasal 30 hururuf a. (B Gurning)

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Resahkan Masyarakat, Seorang Pria Miliki Sabu di Amankan Petugas

8 Februari 2024 - 21:12 WIB

Di Geledah Kantongi 12 Paket Sabu Warga Paya Lombang Pasrah Di Borgol Polisi

8 Februari 2024 - 21:01 WIB

PH PT. Astra Sedaya Finece Mengucapkan Terimakasih Kepada Kapolsek Medan Sunggal

5 Februari 2024 - 21:42 WIB

Polsek Medan Baru Mengamankan Pelaku Pungli Loding Muat Mobil Yang Di Mintai 50.000 Ribu

4 Februari 2024 - 09:14 WIB

Polisi Ringkus Pelaku Penyerangan di Gang Wongso Medan

2 Februari 2024 - 17:29 WIB

Gadis Cilik Beserta Ibunya di Deli Serdang di Bully dan Diteror

2 Februari 2024 - 16:45 WIB

Trending di Berita Terkini