Menu

Mode Gelap
Qodari Sebut Golkar Partai Brutus? AMPI Sumut : 100 Persen Error! Polgan Medan MoU Kolaborasi Bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi Nekat Curi Handphone, Abdul Diringkus Polsek Medan Baru Pembelian BBM Jenis Pertalite Pakai Jerigen Di Duga Menjadi Ajang Pungli Di SPBU 14.211.212 Lapas Kelas 1 Medan Laksanakan Tes Urine Bagi WBP Yang Ikut Rehabilitasi

Berita Terkini · 21 Mar 2023 18:12 WIB · waktu baca : ·

MUI Sukabumi Larang Ajaran Ahmadiyah, Ustadz Martono : Cabut Fatwa Keliru


 MUI Sukabumi Larang Ajaran Ahmadiyah, Ustadz Martono : Cabut Fatwa Keliru Perbesar

Foto : Ketum FKIB, Ustadz Martono dan pengurus bersama Ketua Ahmadiyah. 

Medan, NET24JAM – Soal ajaran Ahmadiyah di Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat menuai kontroversi. Bukan hanya di daerah tersebut, namun polemik itu menjalar ke Provinsi Sumatera Utara.

Berawal, Ketua FKUB Kabupaten Sukabumi, Daden Sukendar menyatakan kepada Warta Ahmadiyah yang diunggah di channel Youtube, pada tanggal 26 Januari 2023 lalu, bahwa Jemaat Ahmadiyah Indonesia merupakan saudara sesama muslim, saudara sebangsa, dan saudara sesama manusia.   

Kemudian, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi melaksanakan Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim) menyikapi pernyataan yang sebagian pihak beranggapan hal itu menuai kontroversi.

Namun kembali timbul polemik, pihak yang hadir dalam Rakorpim itu kecewa, mengingat Ketua FKUB Kabupaten Sukabumi disebut-sebut tidak hadir dan tidak memberikan alasan secara resmi kepada pimpinan MUI Kabupaten Sukabumi.

Padahal, MUI Kabupaten Sukabumi telah melayangkan surat nomor 13/MUI-KABSI/II/2023 bersifat penting perihal undangan klarifikasi Pernyataan Ketua FKUB Kabupaten Sukabumi di dalam media sosial tentang Ahmadiyah.

Seiring berjalannya waktu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi, akhirnya angkat bicara soal aktivitas jamaah Ahmadiyah di wilayah Parakansalak yang sempat menuai protes dari semua kalangan.

Sekretaris Umum MUI Kabupaten Sukabumi, KH Ujang Hamdun mengatakan, pihaknya sebagai lembaga keagamaan yang didalamnya berperan untuk memurnikan ajaran Islam, sebagaimana fungsi MUI, maka ia menilai bahwa ajaran Ahmadiyah tersebut, bukan bagian dari ajaran agama Islam.

Baca Juga:  Sambil Gowes, Kapolres Labuhanbatu Pantau Kamtibmas

“Saya melihat Ahmadiyah itu, bukan bagian dari agama Islam. Karena, terdapat pengakuan nabi selain dari Nabi Muhammad SAW. Sehingga, fatwa MUI sudah jelas melarang ajaran Ahmadiyah,” kata KH. Ujang Hamdun, Jumat (3/2/2023) lalu, sebagaimana dikutip dari laman radarjabar.com. 

Selain itu, berkaitan dengan peraturan negara atau peraturan pemerintah. Pihaknya menegaskan, bahwa dengan terbitnya SKB 3 Menteri, sudah jelas ajaran Ahmadiyah ini, pun dikemukakan bukan bagian dari agama Islam. Meski demikian, pihaknya mengaku sangat menghargai perbedaan pendapat dan itu sangat dijunjung tinggi.

“Tetap kita berpendapat bahwa Nabi Muhammad SAW sebagai Khataman Nabiyyin atau nabi dan rasul terakhir atau dari seluruh nabi-nabi,” ungkapnya.

Menanggapi hal ini, Ketua Umum (Ketum) Forum Kebhinekaan Indonesia Bersatu (FKIB), Ustadz Martono, SH, SpdI., menyesalkan pernyataan MUI Kabupaten Sukabumi yang dinilai bermuatan kebencian kepada Ahmadiyah.

“Saya sangat prihatin serta mengecam keras sikap MUI Kabupaten Sukabumi yang provokatif dan mendorong meluasnya kebencian terhadap Daden Sukendar dan Ahmadiyah,” papar Ustadz Martono kepada net24jam.id, Selasa (21/3/2023). 

Baca Juga:  Ukraina Dihujani Rudal Pasca Ledakan di Jembatan Crimea

Tokoh masyarakat di Sumatera Utara ini pun mengaku sangat menyayangkan sikap MUI Kabupaten Sukabumi mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) untuk membekukan FKUB pimpinan Daden dan menegaskan akan memproses pemberhentian Daden dari kepengurusan MUI Kabupaten Sukabumi serta mendesak Daden untuk minta maaf dan mengundurkan diri dari jabatan Ketua FKUB Kabupaten Sukabumi. 

“Sikap MUI terhadap Daden dan Ahmadiyah dapat memberikan ruang dan momentum bagi konsolidasi kelompok-kelompok intoleran, khususnya di Kabupaten Sukabumi,” sebut Ustadz Martono. 

Tokoh yang dikenal sebagai Ustadz Nasionalis tersebut, mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi untuk tidak tunduk kepada kelompok intoleran dan tetap memberikan dukungan pada peran-peran strategis Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dalam membangun dan memelihara kerukunan, seperti yang sudah ditunjukkan Ketua FKUB dan jajarannya itu.

Dia juga mendesak MUI untuk mencabut seluruh fatwa keliru mengenai Ahmadiyah yang menyebut Ahmadiyah bukan Islam, sesat, dan menyesatkan tanpa terlebih dahulu MUI Tabayyun kepada Ahmadiyah untuk mengetahui sesungguhnya tentang Ahmadiyah.

“Jika pun kita rujuk SKB 2008, maka tidak ada ketentuan yang menyebut Ahmadiyah bukan Islam serta sesat dan menyesatkan. Apalagi kalau kita merujuk pada 12 pernyataan JAI dalam forum klarifikasi yang diinisiasi oleh Kemenag RI, pada 14 Januari 2008, yang ditandatangani juga oleh Kepala Balitbang dan Diklat Depag RI, Dirjen Bimas Islam Depag RI, Dirjen Kesbangpol Depdagri, Kabaintelkam Polri, dan lain-lain, yang menegaskan bahwa pokok-pokok ajaran Ahmadiyah Indonesia sejalan dengan pokok-pokok ajaran Islam,” jelas Ustadz Martono.

Baca Juga:  Karang Taruna Kota Padangsidimpuan Laksanakan Giat Bulan Bakti 2022

Praktisi hukum Kota Medan ini mengingatkan kepada pemerintah bahwa Fatwa MUI, termasuk yang memuat penyesatan atas Ahmadiyah, bukanlah hukum positif. 

Oleh karena itu, masih kata Ustadz Martono, fatwa MUI seharusnya tidak dijadikan sebagai dasar bagi peraturan perundang-undangan dan kebijakan apapun, baik di tingkat daerah maupun pusat.

“Hentikan segala provokasi, stigma, dan kebencian terhadap Ahmadiyah. Marilah tetap kita saling menghargai setiap perbedaan, karena perbedaan adalah sudah merupakan Sunnatullah. Janganlah kita merasa paling benar dengan perbedaan tersebut, sehingga memvonis orang lain tidak benar karena berbeda dengan kita. Hanya Allah lah Yang Maha Tahu terhadap kebenaran sesungguhnya,” tuturnya. 

“Mari kita bersatu dalam Ukhuwah Islamiah, walau ada perbedaan yang sifatnya tidak mendasar dalam ajaran Islam, namun kita tetap menjaga persaudaraan sesama anak bangsa serta tetap menjaga hubungan baik dengan sesama manusia,” pungkas Ustadz Martono.

(Ridwan)

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Qodari Sebut Golkar Partai Brutus? AMPI Sumut : 100 Persen Error!

22 Mei 2024 - 14:38 WIB

Polgan Medan MoU Kolaborasi Bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi

22 Mei 2024 - 00:25 WIB

Nekat Curi Handphone, Abdul Diringkus Polsek Medan Baru

21 Mei 2024 - 23:09 WIB

Pembelian BBM Jenis Pertalite Pakai Jerigen Di Duga Menjadi Ajang Pungli Di SPBU 14.211.212

21 Mei 2024 - 10:19 WIB

Lapas Kelas 1 Medan Laksanakan Tes Urine Bagi WBP Yang Ikut Rehabilitasi

21 Mei 2024 - 10:10 WIB

Respon Cepat Polisi Tangkap Pelaku Begal di Desa Manunggal

21 Mei 2024 - 01:25 WIB

Trending di Berita Terkini