Menu

Mode Gelap
Laporan Di SP3kan Keluarga Monang Samosir Prapidkan Penyidik Polres Dan Kejari Simalungun Plt. Bupati Labuhanbatu Saksikan Pagelaran Wayang Kulit di Hari Bhayangkara Sambut 1 Muharram 1446 H, BKM Nurul Islam Gelar Gotong-royong Kapolres Sergai Resmikan Sarana Air Bersih di Desa Makmur UNITA Taput Larang Mahasiswa Ikuti Aksi Demonstrasi

Artikel · 25 Nov 2022 20:56 WIB · waktu baca : ·

Menilik Kasus Ferdy Sambo!! Momentum Perbaikan Kualitas Polri


 Menilik Kasus Ferdy Sambo!! Momentum Perbaikan Kualitas Polri Perbesar

Foto (Istimewa) : Iskandar Sitorus.

NET24JAM – Menilik kasus kejahatan pembunuhan oleh Irjen Pol Ferdy Sambo terhadap ajudannya sampai terungkap hal-hal buruk di lingkungan Polri kami nilai sebagai sesuatu bahan yang penting bagi Presiden agar sesegera melakukan pembenahan secara mendasar. 

Pengungkapan hal-hal buruk itu di satu sisi seakan terkesan hendak mengotori Polri namun disisi lain bisa juga hendak mengatakan harus sesegera dilakukan bersih-bersih terhadap institusi.

Kedua kesan itu hendaknya bisa diramu menjadi simpul oleh Presiden untuk kemudian di tata kelola di lembaga kepresidenan guna meraih kembali simpatik publik terhadap Polri.

Jangan sampai momentum itu hilang sia-sia tanpa nilai tambah terhadap institusi Polri. Disudahi saja pertikaian antar personil di level Mabes Polri entah apapun yang akan menjadi motif penuntasannya. 

Karena saat ini kecenderungan konflik akan melebar sampai ke jenjang di bawah Mabes Polri. Itu semakin terbuka. Itu tentu akan merugikan Polri. Keseluruhan itu tentu akan membuat ruwet pemikiran Presiden.

Baca Juga:  Intip Orang Terkaya dunia berasal dari Indonesia, Siapakah Mereka?

Hiruk pikuk personil Polisi yang sudah diketahui publik melakukan kejahatan atau minimal sedang disidang Pengadilan, namun belakangan ini malah ‘berhasil’ memposisikan diri menjadi seperti layaknya Polisi yang baik. 

Personil itu dan atau bagian-bagiannya kini terkesan mampu melakukan tindakan adu domba di institusinya. Kondisi itu sangat tidak ideal dari sisi manajemen. Itu sebuah aib besar.

Jikalau memang motif semua personil Polri yang terseret hiruk pikuk saat ini memang benar hendak melakukan pembenahan, maka pertanyaannya adalah kenapa tidak dilakukan saat mereka belum terseret-seret masalah. Sayang niat pembenahan dikumandangkan saat mereka dalam kondisi berlumur darah.

Kalaupun hendak memaklumi bahwa saling sikut diantara personil Polri di level Mabes saat ini bertujuan untuk kebaikan Polri, lantas, mengapa Kapolri tidak hadir sesuai dengan tupoksinya dalam penataan sikut menyikut tersebut? 

Pembiaran terhadap kondisi itu sangat vulgar diketahui oleh publik baik melalui pemberitaan dan jejaring media sosial. Pimpinan Polri seakan senang membiarkannya. 

Baca Juga:  Lahan Milik Kesultanan Deli di Polonia dan Hamparan Perak Kembali Dibahas

Malah terlihat seperti seakan-akan menikmatinya. Jikalau hal itu benar terjadi maka sesungguhnya telah terbentuk pola tata kelola manajemen yang keliru. Pola itu sangat buruk terhadap institusi. Buruk juga bagi personil Polri.

Idealnya pembenahan terhadap apapun di lingkup Polri seperti menyangkut personil, perilaku yang bersifat umum atau penabrak/penyimpang aturan, anggaran, kinerja dan lainnya, itu sesungguhnya merupakan tanggung jawab dari seorang Kapolri.

Jangan sampai kesan publik terhadap Polri menjadi lebih buruk lagi hanya karena Kapolri abai menjalankan tupoksinya dengan baik dan benar. 

Walau publik tahu bahwa Presiden sudah sampai melakukan hal yang bersifat fenomenal dengan memanggil seluruh pemegang tongkat-tongkat komando struktur Polri ke istana Negara, bukan berarti harus Presiden Joko Widodo yang tuntaskan sikut-menyikut itu. Hal tersebut harus dituntaskan Kapolri Listyo Sigit. 

Baca Juga:  Epza Sang Pengacara, "Remaja Mie Sop Kampung" Hingga Raih Gelar Magister Hukum

Jelas tidak mungkinkan Kapolri harus terus menerus menggeliat di ketiak manajemen Presiden saat rakyat banyak juga membutuhkan sentuhan Presiden. 

Kapolri harus mandiri menjalankan manajemennya sehingga jika dilakukan dengan benar maka akan disebut berhasil berkinerja, atau sebaliknya.

Sampai hari ini baru kinerja Presiden Jokowi.yang dilihat rakyat menjalankan manajemen tata kelola terhadap seorang Kapolri, namun Jenderal Listyo Sigit Prabowo belum mampu mengurai turunan manajemen Presiden ke level Mabes Polri.

Kita berharap sampai akhir tahun ada perubahan yang baik terhadap Polri entah karena manajemen Presiden atau karena kondisi yang terjadi secara alamiah.

Saran terbaik untuk membenahi Polri maka idealnya Presiden Jokowi meminta Badan Pemeriksa Keuangan RI untuk melakukan audit Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu (PDTT) dan atau paling minimal audit kinerja yang dilakukan minimal terhadap jenjang/struktur Mabes Polri. Tidak perlu sampai ke jenjang Polsek.

Oleh : Iskandar Sitorus Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW).

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Keadilan Masyarakat di Era Digital : Substantif atau Sebatas Keadilan Netizen

7 Juni 2024 - 17:03 WIB

Indonesia Tidak Siap Punya Pemimpin Sehebat Jokowi

8 April 2024 - 13:54 WIB

Wakil Rakyat : Si Wakil Makan Enak, Rakyatnya Kesusahan

2 Januari 2024 - 00:26 WIB

Kejahatan Kerah Berseragam Lindungi Judi Togel di Simalungun

21 November 2023 - 13:14 WIB

Fenomena Mentor Lato-lato Politik dan Buzzer Rp Menjelang Pemilu

17 November 2023 - 00:40 WIB

Dampak Ekonomi di Tengah Konflik Israel-Palestina

12 November 2023 - 00:34 WIB

Trending di Artikel