Menu

Mode Gelap
Saat Memasak Teh Disawah Pria Ini Tewas Tertimpa Longsor Polres Labuhanbatu Tangkap Pencuri Pupuk Dari Gudang PT. Smart Tim Gabungan SFQR Lanal Balikpapan Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal Polisi Bekuk Pengedar Narkoba di Desa Helvetia, Sita 5 Paket Sabu Mabes Polri Dan Poldasu Temukan RumahTempat Pembuat Ekstasi

Artikel · 28 Agu 2022 23:23 WIB · waktu baca : ·

Menerobos Labirin Ferdy Sambo : Perlukah Reformasi Polri?


 Menerobos Labirin Ferdy Sambo : Perlukah Reformasi Polri? Perbesar

Perjalanan kebenaran begitu panjang, khususnya dalam hal peristiwa Duren Tiga, Jakarta. Bahkan jalan panjang itu awalnya seperti tanpa ujung.

Akhirnya ujung jalan itu terlihat ada di Menko Polhukam. Ada sinar terang di ujung jalan itu. Mahfud MD telah menjadi sinar itu. Tanpa ia terlihat menyala-nyalakan dirinya.

Awalnya jalan kebenaran itu tidak hanya terlihat panjang. Nyaris seperti tiada ujung. Bahkan akhirnya harus dicarikan jalan pintas: lewat ”bedol desa”.

”Bedol” artinya ”mencerabut pohon sampai ke akar-akarnya”. Istilah ”bedol desa” itu pertama dipakai di program transmigrasi. Seluruh penduduk desa dipindahkan. Tidak ada yang tersisa.

Bedol” artinya ”mencerabut pohon sampai ke akar-akarnya”. Istilah ”bedol desa” itu pertama dipakai di program transmigrasi. Seluruh penduduk desa dipindahkan. Tidak ada yang tersisa.

Dengan demikian tidak ada perasaan pilih-kasih. Itu pula yang dilakukan di Lumajang. Di lereng semeru, seluruh penduduk desa yang terkena bencana gunung meletus dipindahkan. Di tempat baru itu tetangga lama tetap menjadi tetangga lama di tempat baru.

Pun dalam peristiwa Duren Tiga. Ternyata juga harus dilakukan “bedol desa”. “Itu kuncinya,” ujar Mahfud. Mereka yang terkait ditransmigrasikan total ke Markas Komando Brimob di Depok. Termasuk yang berbintang satu dan dua. Apalagi yang pangkatnya di bawah itu.

Baca Juga:  DI Duga Menjadi TS Caleg Sekdes Lingga Tiga Resmi Di Dumaskan

Di situ mereka diisolasi. Diperiksa. Satu per satu tersangkanya bisa  ditetapkan, diumumkan.

Awalnya hanya satu tersangka saja ditetapkan yakni Bharada E, pangkatnya begitu rendah. Sempat muncul sangkaan “orang kecil selalu dijadikan tumbal”.

Ternyata bisa diumumkan lagi tersangka baru tidak tanggung-tanggung, jenderal bintang dua si pemilik rumah Duren Tiga yakni Irjen Pol Ferdy Sambo.

Bedol desa duren tiga menjadi jurus ampuh menerebos labirin pengungkapan peristiwa besar tersebut. 

Bharada E sempat masuk ke labirin itu, ia mengaku yang menembak Brigadir J, tapi sebagai bela diri. Dirinya mengaku ditembak duluan oleh Brigadir J. Dan seterusnya, anda sudah hafal cerita itu. ‘Labirin pertama berliku dan panjang’.

Setelah dilakukan bedol desa, Bharada E mencoba keluar dari labirin. Ia mengaku belum pernah menembak orang sebelum itu, dia tidak membunuh Brigadir J.

Perubahan begitu cepat? Apalagi ketika Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka. Bharada E mencoba keluar lebih jauh dari labirin. 

Ia pergi ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Di situ, pengacaranya memang mengaku E  telah menembak J. Tapi sebatas hanya untuk melumpuhkan J. Tidak membunuhnya. Itu pun karena disuruh. Ditekan. Dipaksa.

Baca Juga:  Waduh!! Perkerasan Jalan Desa Teluk Panji IV Dianggarkan Tapi Tidak Dikerjakan

Bharada E memenuhi apa yang disyaratkan untuk bisa menjadi pasien LPSK, harus mau menjadi justice collaborator. Harus bisa menjadi penegak kebenaran.

Ia sudah menyatakan bersedia. Berarti Bharada E akan menjelaskan secara rinci. Apa saja yang terjadi di rumah itu sore itu. Baik setelah Brigadir J tersungkur maupun sebelumnya.

Berarti akan terungkap, siapa yang sebenarnya meledakkan DOR… DOR… DOR… ke belakang kepala Brigadir J Sampai tewas? Siapa pula yang menghajar J sebelum dilumpuhkan? Apakah J sempat melawan hingga harus dilumpuhkan? Pengakuan E sebagai justice collaborator tentu akan dibandingkan dengan kesaksian banyak orang di rumah itu.

Pintu labirin hampir dekat. Penegakan kebenaran kelihatannya bisa diupayakan di Duren Tiga. Tapi begitu banyak polisi yang kini terjebak di dalam labirin. Semua ingin keluar dari labirin. Desak-mendesak. Di lorong kecil. Di pintu gelap. Bisa-bisa labirin itu sendiri yang meledak saking kuatnya desak-desakan di dalamnya.

Perlukah Reformasi Polri? 

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) telah kompak memuji Kapolri. Itu tecermin dari rapat dengar pendapat (RDP) Komisi III DPR dengan Kapolri dan jajarannya, beberapa hari lalu.

Baca Juga:  Kunjungi Panti Jompo, Plt Bupati : Jangan Berkecil Hati

Yakni untuk membahas penanganan peristiwa Duren Tiga Jakarta. Penanganan kasus pembunuhannya memang sudah menggelinding sampai ke kejaksaan. Tapi opini publik sudah berkembang jauh.

Jauh sekali, sampai ke mafia perjudian, tambang batu bara ilegal, tambang nikel gelap, dan lembaga di luar struktur Polri. Bahkan sampai ke soal gaya hidup hedonis di lingkungan Polri.

Istilah ”saweran Sambo sampai di mana-mana” juga muncul di sekitar perkara ini. Istilah ”oknum” tidak laku lagi. 

Padahal biasanya kata oknum bisa jadi jalan keluar di banyak kasus yang menyangkut aparat. Kasus Ferdy Sambo ini tidak bisa lagi dibilang oknum. 

Rombongannya begitu masal. Yang diperiksa saja 93 personel. Belum lagi yang namanya disebut di skema-skema yang beredar di medsos.

Saya bisa membayangkan betapa sumpek suasana kebatinan Kapolri. Terlalu banyak yang harus ditindak. Terlalu banyak tekanan. Dari dalam. Dari luar. Dari bawah. Dari atas.

Diakhir tulisan, editor mendoakan semoga Polri bisa berbenah lebih baik dan terus melangkah menuju Polri Presisi. 

Editor     : Ridwan

Sumber  : Catatan Dahlan Iskan 

  • Disway.id
  • Kabinetrakyat.com

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Polsek Perbaungan Tangkap Pencuri Kios Pupuk di Sergai

14 Juni 2024 - 20:59 WIB

Polres Sergai Tangkap Pelaku Penggelapan Sepeda Motor di Teluk Mengkudu

14 Juni 2024 - 17:37 WIB

Tim Gabungan SFQR Lanal Balikpapan Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal

14 Juni 2024 - 15:33 WIB

Polisi Bekuk Pengedar Narkoba di Desa Helvetia, Sita 5 Paket Sabu

14 Juni 2024 - 15:06 WIB

Mabes Polri Dan Poldasu Temukan RumahTempat Pembuat Ekstasi

14 Juni 2024 - 09:46 WIB

Tim Opsnal Polres Sergai Amankan Penadah Arang Curian

13 Juni 2024 - 18:00 WIB

Trending di Berita Terkini