Menu

Mode Gelap
Idul Adha 1445 H, KSOP Utama Belawan Qurban 9 Ekor Lembu Danlanud Yohanis Kapiyau Timika Kerahkan Personel Sukseskan MTQ Terpampang Wajah 15 Oknum Polrestabes Medan Jadi Buronan Pimpinan DPRD Sumut Sebut JTP Tidak Melanggar Kode Etik Rayakan Idul Adha 1445 H Lapas Medan Potong Hewan Kurban

Tak Berkategori · 23 Nov 2021 10:51 WIB · waktu baca : ·

Mantan Presiden Diktator Korea Selatan Tutup Usia


 Mantan Presiden Diktator Korea Selatan Tutup Usia Perbesar

Jakarta,NET24JAM.ID –    Kabar dari Korea Selatan mantan Presiden Diktator  Korea Selatan Chun Doo- hwan,  tutup usia 90 tahun pada Selasa (23/11/2021).

Kabar tersebut disampaikan oleh Ajudan Doo-hwan, Min Jeong-ki Doo-hwan meninggal dunia dikediamannya di Seoul Korea.

Menurut keterangan ajudan Chun Doo-hwan, pernintaan terakhir Doo-hwan agar jenazah dimakamkan didataran tinggi menghadap ke wilayah Korea Utara, dan sebelum dimakamkan akan dikremasi terlebih dahulu.

Chun adalah Jendral Militer dan Presiden Korea Selatan pertama yang menyerahkan kekuasaan secara damai, dan dia juga pemicu Kebangkitan Ekonomi Negara dan mengamankan Olipiade tahun 1988.

Baca Juga:  Kedatangan Kapal Perang Vietnam dan Peserta Asean-Rusian Exercise 2021 Disambut Lantamal I belawan

Dirinya juga telah berhasil mengambil alih kekuasaan dari preaifen diktator sebelumnya usai membunuh Chubg-hee yang memimpin  Korea Selatan dari tahun 1961 hingga 1979.

Chun menjabat sebagai presiden Korea Selatan dari tahun 1980 hingga 1988 dan selama dirinya memimpin ia memerintah dengan tangan besi dan brutal menghancurkan lawan lawannya.

Dirinya juga dikenal sebagai Penjagal Gwangju dikarenakan meminta pasukan menghabisi orang orang yang melawan kekuasaannya di Barat Daya.

Pada tahun 1996 Chun dihukum dikarenakan melakukan penghianatan dan dijatuhi hukuman mati dalam kasus satu diantaranya kasus Gwangju, namun mendapat keringanan hukuman usia ajukan banding dan mendapat pengampunan dari Presiden.

Baca Juga:  Janner Situngkir ; Manfaatkan Alam Kita, Untung Ada KJA, Tidak Bisa Berharap Hidup Dengan Berbawang Saja

Semasa hidupnya Chun tidak pernah meminta maaf atas kejadian pertumpahan darah dan Yayasan Perngatan 18 Mei menyayangkan hal tersebut.

Dalam pernyataan resmi, Chun Doo-hwan bahkan tidak meminta maaf kepada orang orang terutama masyrakat Gwangju.

Menurut data pemerintah dan aktivis menilai dimasa kepemimpinnya total korban yang meninggal dunia dan hilang meningkat tuga kali lipat kebih banyak.

Dalam hal ini Chun dan para Politis sayap kanan di Korea Selatan menganggap peristiwa di Gwangju adalah peristiwa kerusahan dan Chun dinilai terlibat langsung dalam insiden mematikan tersebut.

Baca Juga:  Polres Tanjung Balai Tangkap Bandar Sabu Jaringan Lapas Langkat

Selam  memimpin Korea Selatan Chun pernah megalami percobaan pembunuhan terhadap dirinya, namun selamat, insiden tersebut terjadi saat dirinya mengunjungi salah satu Negara dibagian Myanmar pada tahun 1983 ketika itu Agen Korea Utara mencoba melakukan pembunuhan terhadap dirinya dengan Bom saat peaksanaan upacara.

Chun juga pernah terjebak dalam pertempuran dipengadilan ditahun tahun terakhir masa kepemimpinanya dan dia dinyatakan bersalah atas pencemaran nama baik pada tahun lalu terkait dengan Pemberontakan di Gwangju.

(Red/Sumber)

Editor : Misdi

badge-check

Penulis

Tak Berkategori · 23 Nov 2021 10:51 WIB · waktu baca : ·

Mantan Presiden Diktator Korea Selatan Tutup Usia


 Mantan Presiden Diktator Korea Selatan Tutup Usia Perbesar

Jakarta,NET24JAM.ID –    Kabar dari Korea Selatan mantan Presiden Diktator  Korea Selatan Chun Doo- hwan,  tutup usia 90 tahun pada Selasa (23/11/2021).

Kabar tersebut disampaikan oleh Ajudan Doo-hwan, Min Jeong-ki Doo-hwan meninggal dunia dikediamannya di Seoul Korea.

Menurut keterangan ajudan Chun Doo-hwan, pernintaan terakhir Doo-hwan agar jenazah dimakamkan didataran tinggi menghadap ke wilayah Korea Utara, dan sebelum dimakamkan akan dikremasi terlebih dahulu.

Chun adalah Jendral Militer dan Presiden Korea Selatan pertama yang menyerahkan kekuasaan secara damai, dan dia juga pemicu Kebangkitan Ekonomi Negara dan mengamankan Olipiade tahun 1988.

Baca Juga:  Janner Situngkir ; Manfaatkan Alam Kita, Untung Ada KJA, Tidak Bisa Berharap Hidup Dengan Berbawang Saja

Dirinya juga telah berhasil mengambil alih kekuasaan dari preaifen diktator sebelumnya usai membunuh Chubg-hee yang memimpin  Korea Selatan dari tahun 1961 hingga 1979.

Chun menjabat sebagai presiden Korea Selatan dari tahun 1980 hingga 1988 dan selama dirinya memimpin ia memerintah dengan tangan besi dan brutal menghancurkan lawan lawannya.

Dirinya juga dikenal sebagai Penjagal Gwangju dikarenakan meminta pasukan menghabisi orang orang yang melawan kekuasaannya di Barat Daya.

Pada tahun 1996 Chun dihukum dikarenakan melakukan penghianatan dan dijatuhi hukuman mati dalam kasus satu diantaranya kasus Gwangju, namun mendapat keringanan hukuman usia ajukan banding dan mendapat pengampunan dari Presiden.

Baca Juga:  Kapolres Dairi Pimpinan Serbuan Vaksinasi Massal TNI-POLRI Tahap ll dan Bagikan Sembako di Sitio-tio

Semasa hidupnya Chun tidak pernah meminta maaf atas kejadian pertumpahan darah dan Yayasan Perngatan 18 Mei menyayangkan hal tersebut.

Dalam pernyataan resmi, Chun Doo-hwan bahkan tidak meminta maaf kepada orang orang terutama masyrakat Gwangju.

Menurut data pemerintah dan aktivis menilai dimasa kepemimpinnya total korban yang meninggal dunia dan hilang meningkat tuga kali lipat kebih banyak.

Dalam hal ini Chun dan para Politis sayap kanan di Korea Selatan menganggap peristiwa di Gwangju adalah peristiwa kerusahan dan Chun dinilai terlibat langsung dalam insiden mematikan tersebut.

Baca Juga:  Polres Pakpak Bharat Vaksinasi Massal 1.102 Warga, Dalam Rangka Menyambut HUT Bhayangkara Ke-75

Selam  memimpin Korea Selatan Chun pernah megalami percobaan pembunuhan terhadap dirinya, namun selamat, insiden tersebut terjadi saat dirinya mengunjungi salah satu Negara dibagian Myanmar pada tahun 1983 ketika itu Agen Korea Utara mencoba melakukan pembunuhan terhadap dirinya dengan Bom saat peaksanaan upacara.

Chun juga pernah terjebak dalam pertempuran dipengadilan ditahun tahun terakhir masa kepemimpinanya dan dia dinyatakan bersalah atas pencemaran nama baik pada tahun lalu terkait dengan Pemberontakan di Gwangju.

(Red/Sumber)

Editor : Misdi

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dinas Sosial Salurkan Bantuan Untuk Korban Kebakaran

4 Juni 2024 - 12:19 WIB

Tergabung Di Kloter 13 Kakan Kemenag Bersama Plt Bupati Lepas 318 Jemaah Haji Labuhanbatu

27 Mei 2024 - 08:18 WIB

Terpilih Secara Aklamasi Boster Sitio Pimpin Koni Labuhanbatu Hingga 2028

28 April 2024 - 08:52 WIB

Forkopimda Labuhanbatu dan Labura Buka Puasa Bersama Kapolres Labuhanbatu

24 Maret 2024 - 09:13 WIB

Bandar Huluan Gelar Rapat Materi Sosialisasi Penggunaan ADN Dan Dana Desa Tahun 2024

20 Maret 2024 - 05:52 WIB

PTPN IV Ragional II Kebun Dolok Ilir Dan Pengusaha CV Sinar Tenera Sepakat Melakukan Perawatan Jalan Protokol

6 Maret 2024 - 11:43 WIB

Trending di Tak Berkategori