Menu

Mode Gelap
Bersama Ratusan Masyarakat Plt Bupati Ikuti Senam Sehat di Car Free Day Caleg Partai PAN Dominasi Lima Kecamatan Di Deli Serdang PSI Tapanuli Utara Geruduk Kantor KPU dan Bawaslu, Ada Apa? 102 Peserta Ikuti Seleksi MTQ Tingkat Kecamatan Bandar Huluan Tahun Baru Imlek 2575 Plt Bupati Labuhanbatu Patroli Dan Kunjungan Ke Vihara Dan Klenteng

Tak Berkategori · 23 Nov 2021 10:51 WIB · waktu baca : ·

Mantan Presiden Diktator Korea Selatan Tutup Usia


 Mantan Presiden Diktator Korea Selatan Tutup Usia Perbesar

Jakarta,NET24JAM.ID –    Kabar dari Korea Selatan mantan Presiden Diktator  Korea Selatan Chun Doo- hwan,  tutup usia 90 tahun pada Selasa (23/11/2021).

Kabar tersebut disampaikan oleh Ajudan Doo-hwan, Min Jeong-ki Doo-hwan meninggal dunia dikediamannya di Seoul Korea.

Menurut keterangan ajudan Chun Doo-hwan, pernintaan terakhir Doo-hwan agar jenazah dimakamkan didataran tinggi menghadap ke wilayah Korea Utara, dan sebelum dimakamkan akan dikremasi terlebih dahulu.

Chun adalah Jendral Militer dan Presiden Korea Selatan pertama yang menyerahkan kekuasaan secara damai, dan dia juga pemicu Kebangkitan Ekonomi Negara dan mengamankan Olipiade tahun 1988.

Baca Juga:  Satres Narkoba Polres Dairi Amankan Pemilik Narkotika Jenis Sabu

Dirinya juga telah berhasil mengambil alih kekuasaan dari preaifen diktator sebelumnya usai membunuh Chubg-hee yang memimpin  Korea Selatan dari tahun 1961 hingga 1979.

Chun menjabat sebagai presiden Korea Selatan dari tahun 1980 hingga 1988 dan selama dirinya memimpin ia memerintah dengan tangan besi dan brutal menghancurkan lawan lawannya.

Dirinya juga dikenal sebagai Penjagal Gwangju dikarenakan meminta pasukan menghabisi orang orang yang melawan kekuasaannya di Barat Daya.

Pada tahun 1996 Chun dihukum dikarenakan melakukan penghianatan dan dijatuhi hukuman mati dalam kasus satu diantaranya kasus Gwangju, namun mendapat keringanan hukuman usia ajukan banding dan mendapat pengampunan dari Presiden.

Baca Juga:  Kapoldasu dan Gubernur Sumut ; Bupati dan Wali Kota Aktif Akselerasi Anggaran Daerah

Semasa hidupnya Chun tidak pernah meminta maaf atas kejadian pertumpahan darah dan Yayasan Perngatan 18 Mei menyayangkan hal tersebut.

Dalam pernyataan resmi, Chun Doo-hwan bahkan tidak meminta maaf kepada orang orang terutama masyrakat Gwangju.

Menurut data pemerintah dan aktivis menilai dimasa kepemimpinnya total korban yang meninggal dunia dan hilang meningkat tuga kali lipat kebih banyak.

Dalam hal ini Chun dan para Politis sayap kanan di Korea Selatan menganggap peristiwa di Gwangju adalah peristiwa kerusahan dan Chun dinilai terlibat langsung dalam insiden mematikan tersebut.

Baca Juga:  Kapolres Pematangsiantar Pimpin Upacara Korps Raport Kenaikan Pangkat Pengabdian

Selam  memimpin Korea Selatan Chun pernah megalami percobaan pembunuhan terhadap dirinya, namun selamat, insiden tersebut terjadi saat dirinya mengunjungi salah satu Negara dibagian Myanmar pada tahun 1983 ketika itu Agen Korea Utara mencoba melakukan pembunuhan terhadap dirinya dengan Bom saat peaksanaan upacara.

Chun juga pernah terjebak dalam pertempuran dipengadilan ditahun tahun terakhir masa kepemimpinanya dan dia dinyatakan bersalah atas pencemaran nama baik pada tahun lalu terkait dengan Pemberontakan di Gwangju.

(Red/Sumber)

Editor : Misdi

badge-check

Penulis

Tak Berkategori · 23 Nov 2021 10:51 WIB · waktu baca : ·

Mantan Presiden Diktator Korea Selatan Tutup Usia


 Mantan Presiden Diktator Korea Selatan Tutup Usia Perbesar

Jakarta,NET24JAM.ID –    Kabar dari Korea Selatan mantan Presiden Diktator  Korea Selatan Chun Doo- hwan,  tutup usia 90 tahun pada Selasa (23/11/2021).

Kabar tersebut disampaikan oleh Ajudan Doo-hwan, Min Jeong-ki Doo-hwan meninggal dunia dikediamannya di Seoul Korea.

Menurut keterangan ajudan Chun Doo-hwan, pernintaan terakhir Doo-hwan agar jenazah dimakamkan didataran tinggi menghadap ke wilayah Korea Utara, dan sebelum dimakamkan akan dikremasi terlebih dahulu.

Chun adalah Jendral Militer dan Presiden Korea Selatan pertama yang menyerahkan kekuasaan secara damai, dan dia juga pemicu Kebangkitan Ekonomi Negara dan mengamankan Olipiade tahun 1988.

Baca Juga:  Heboh Beredar Isu! Polisi Ciduk Diduga Bandar Sabu di Depan Indomaret Desa Pon

Dirinya juga telah berhasil mengambil alih kekuasaan dari preaifen diktator sebelumnya usai membunuh Chubg-hee yang memimpin  Korea Selatan dari tahun 1961 hingga 1979.

Chun menjabat sebagai presiden Korea Selatan dari tahun 1980 hingga 1988 dan selama dirinya memimpin ia memerintah dengan tangan besi dan brutal menghancurkan lawan lawannya.

Dirinya juga dikenal sebagai Penjagal Gwangju dikarenakan meminta pasukan menghabisi orang orang yang melawan kekuasaannya di Barat Daya.

Pada tahun 1996 Chun dihukum dikarenakan melakukan penghianatan dan dijatuhi hukuman mati dalam kasus satu diantaranya kasus Gwangju, namun mendapat keringanan hukuman usia ajukan banding dan mendapat pengampunan dari Presiden.

Baca Juga:  Asyik Nyedot Sabu, Dua Pemuda Diamankan Polsek Tanah Pinem

Semasa hidupnya Chun tidak pernah meminta maaf atas kejadian pertumpahan darah dan Yayasan Perngatan 18 Mei menyayangkan hal tersebut.

Dalam pernyataan resmi, Chun Doo-hwan bahkan tidak meminta maaf kepada orang orang terutama masyrakat Gwangju.

Menurut data pemerintah dan aktivis menilai dimasa kepemimpinnya total korban yang meninggal dunia dan hilang meningkat tuga kali lipat kebih banyak.

Dalam hal ini Chun dan para Politis sayap kanan di Korea Selatan menganggap peristiwa di Gwangju adalah peristiwa kerusahan dan Chun dinilai terlibat langsung dalam insiden mematikan tersebut.

Baca Juga:  UPTD Puskesmas Silahi Sabungan Sukseskan Vaksinasi Tahap ll di Kecamatan Silahi Sabungan

Selam  memimpin Korea Selatan Chun pernah megalami percobaan pembunuhan terhadap dirinya, namun selamat, insiden tersebut terjadi saat dirinya mengunjungi salah satu Negara dibagian Myanmar pada tahun 1983 ketika itu Agen Korea Utara mencoba melakukan pembunuhan terhadap dirinya dengan Bom saat peaksanaan upacara.

Chun juga pernah terjebak dalam pertempuran dipengadilan ditahun tahun terakhir masa kepemimpinanya dan dia dinyatakan bersalah atas pencemaran nama baik pada tahun lalu terkait dengan Pemberontakan di Gwangju.

(Red/Sumber)

Editor : Misdi

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Paskas Ajak Masyarakat Kota Tebing Tinggi Untuk Bersedekah

27 November 2023 - 20:03 WIB

BNN Pinjam Pakai Gedung TC Sosial Untuk Tempat Rehabilitasi Penyalahgunaan Narkoba

5 Oktober 2023 - 11:25 WIB

Cabuli Anak Dibawah Umur Warga Naga Kesiangan Di Jemput Polisi Tebing Tinggi

5 Oktober 2023 - 10:24 WIB

Bahas Sukseskan Pemilu Forkopimda Gelar Rakor Bersama Forkopimcam Bandar Huluan

18 September 2023 - 21:01 WIB

Bupati Buka Talk Show Peran Perempuan Dalam Mewujudkan Kerukunan di Kabupaten Labuhanbatu

14 September 2023 - 09:17 WIB

Malam Perpisahan Sahabat BNN Berlangsung Khidmat

14 September 2023 - 09:09 WIB

Trending di Berita Daerah