Menu

Mode Gelap
Dugaan Pencurian Suara Caleg dari Partai Golkar di Medan Mulai Mencuat Korban Meninggal, Polisi Tangkap Pelaku Buron Penganiayaan di Belawan Plt Bupati Labuhanbatu Didampingi Kepala BPKAD Hadiri RUPS di Medan Wujudkan Generasi Berakhlak Mulia Melalui Hikmah Isra’ Mi’raj 1445 H Plt. Bupati Ellya Rosa Siregar Mengucapkan Selamat Merayakan Hari Cap Gomeh Kepada Masyarakat Tionghoa.

Tak Berkategori · 17 Des 2021 07:37 WIB · waktu baca : ·

Korban Kriminalisasi Oknum Penyidik Apreasiasi Kapolda Sumatera Utara


 Korban Kriminalisasi Oknum Penyidik Apreasiasi Kapolda Sumatera Utara Perbesar

Medan, NET24JAM.ID – Korban kriminalisasi oknum penyidik Harda Bangtah Ditreskrimum Polda Sumut, Sulaiman mengapresiasi Kapolda Sumut, Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak.

Hal itu diungkapkan Sulaiman pada Jumat (17/12/2021) menjawab sejumlah wartawan terkait Hukuman Demosi yang diberikan kepada tiga Oknum Penyidik Harda Bangtah Ditreskrimum Polda Sumut yakni Kompol ET, Iptu IR dan Aiptu GS pada Sidang Etik di Mapolda Sumut.

Sidang kode etik yang dipimpin oleh Kombes Pol. Budiman Bostang Panjaitan itu sendiri berlangsung di Bidang Propam Polda Sumatera Utara, pada Kamis (16/12/2021).

“Keluarga besar Sulaiman mengucapkan terimakasih kepada Kapolda Sumatera Utara, karena dengan tegas menghukum tiga oknum penyidik Ditreskrimum Polda Sumut yang melakukan Rekayasa Penyidikan Kasus Pertanahan di Batubara,” ujar Sulaiman.

Ia berharap hukuman yang diberikan kepada tiga oknum penyidik tersebut memberi efek jera kepada yang bersangkutan.

Baca Juga:  Sidak, Karutan Perempuan Kelas II A Medan Temukan Bunker Barang Terlarang

“Semoga hukuman terhadap ketiga oknum tersebut agar segera terealisasi, untuk menimbulkan efek jera dan mencegah terjadinya korban lain dengan kasus yang sama, dalam melakukan penegakan hukum dan pemberantasan Mafia Tanah yang telah ditegaskan oleh Presiden Joko Widodo, sehingga masyarakat dapat memiliki haknya dan tidak adanya Intimidasi atau tindakan apapun dalam hal persoalan penyelesaian tanah yang seyogianya menjadi hak masyarakat,” harap Sulaiman.

Selain itu, Sulaiman mengungkapkan pihaknya juga berharap Kapolda Sumut menindaklanjuti Laporan terkait BAP Palsu yang dibuat tiga oknum penyidik tersebut.

“Kami juga mengharapkan kepada bapak Kapolda agar Laporan Polisi terkait BAP Palsu yang dibuat oleh Kompol ET, Iptu I dan Aiptu GS dengan STTLP/09/I/2021/SUMUT/SPKT “I”  tanggal 4 Januari 2021 yang dihentikan penyelidikannya dapat dibuka kembali,” ungkapnya.

Baca Juga:  Minimalisir Dampak Bencana Longsor, TKP Turunkan Relawan ke Pematangsiantar

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari Polda Sumut terkait sidang etik tersebut. 

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi yang dikonfirmasi belum memberi jawaban.

Kendati demikian, untuk mendapatkan kejelasan perihal tersebut, upaya konfirmasi terus dilakukan.

Informasi sebelumnya, Tiga Penyidik Harda Bangtah Ditreskrimum Polda Sumut, Kompol ET, Iptu I dan Aiptu GS dilaporkan ke Propam Polda Sumut.

Imbasnya, ketiganya pun menjalani sidang Komisi Kode Etik Polisi (KKEP) atas laporan istri mantan kades Desa Lalang Kecamatan Medang Deras bernama Sulaiman di Bidpropam Polda Sumut.

Tiga penyidik itu mengkriminalisasi Sulaiman hingga ia ditetapkan tersangka dan sempat ditahan selama 6 bulan atas kasus tanah di Kabupaten Batubara.

Ia dituduh memalsukan surat keterangan tanah (SKT) yang dilaporkan JS. Tuduhan itu berdasarkan laporan seorang warga berinisial JS degan LP 337/III/2019/Sumut SPKT I yang mengklaim tanah milik ES yang dibeli dari rekannya dan sudah ditetapkan SHM.

Baca Juga:  Laka Lantas di Jalan Lintas Sumatera, Sepeda Motor vs Truck Container

Surat itu kemudian disebut Tumpang Tindih dengan tanah milik ES yang kemudian di klaim juga dimiliki TA dengan SKT palsu mengatasnamakan Sulaiman.

Akibatnya, ia pun terpaksa mendekam di penjara selama Anam Bulan setelah Pengadilan Negeri Asahan sempat membuat putusan Sulaiman bebas dari segala tuntutan. 

Namun demikian, ia harus menjalani Hukumannya selama 6 bulan sesuai putusan Kasasi Mahkamah Agung usai jaksa melakukan Banding.

Sulaiman yang hadir dalam sidang kode etik sebagai saksi menyebut perkara itu ditangani Polda Sumut setelah ia dan keluarganya melaporkan kejadian itu ke Mabes Polri barulah ketiga polisi itu diperiksa dan disidang.

(Rasid)

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Paskas Ajak Masyarakat Kota Tebing Tinggi Untuk Bersedekah

27 November 2023 - 20:03 WIB

BNN Pinjam Pakai Gedung TC Sosial Untuk Tempat Rehabilitasi Penyalahgunaan Narkoba

5 Oktober 2023 - 11:25 WIB

Cabuli Anak Dibawah Umur Warga Naga Kesiangan Di Jemput Polisi Tebing Tinggi

5 Oktober 2023 - 10:24 WIB

Bahas Sukseskan Pemilu Forkopimda Gelar Rakor Bersama Forkopimcam Bandar Huluan

18 September 2023 - 21:01 WIB

Bupati Buka Talk Show Peran Perempuan Dalam Mewujudkan Kerukunan di Kabupaten Labuhanbatu

14 September 2023 - 09:17 WIB

Malam Perpisahan Sahabat BNN Berlangsung Khidmat

14 September 2023 - 09:09 WIB

Trending di Berita Daerah