Menu

Mode Gelap
Tangkap Pelaku Ekspor Minyak Goreng? BEM PTNU Apresiasi Langkah Polri Pidato Peringatan Hardiknas 2022, Nadiem Makarim Banjir Pujian Apresiasi Kinerja Polri Menangani Mudik Lebaran Kemenkes Terbitkan Edaran Kewaspadaan Hepatitis Akut, Ini Gejalanya Mudik Lebaran Lancar, Kakorlantas Polri Diapresiasi

Tak Berkategori · 8 Okt 2021 14:21 WIB ·

Konsultan Hukum PTPN III Ultimatum Penggarap Afdeling IV Kebun Bangun Tinggalkan Areal HGU


 Konsultan Hukum PTPN III Ultimatum Penggarap Afdeling IV Kebun Bangun Tinggalkan Areal HGU Perbesar

Simalungun,NET24JAM.ID –  Sejak dikuasai oleh penggarap sebagian Konsesi HGU di Afdeling IV PTPN III Kebun Bangun hingga kini pihak Manajemen berusaha untuk membebaskan lahan tersebut sesuai HGU Nomor 1 Kota Pematang Siantar dan NIB Letak tanah 02.09.05.06.00169.

Tindakan pendekatan  secara Kekeluargaan dan Persuasif  tetap dilakukan dalam menyelesaikan untuk membebaskan Konsesi HGU milik PTPN III Kebun Bangun seluas 126,29 Ha yang digarap dan dikuasai penggarap yang datang dari berbagai Daerah di Afdeling IV Kampung Baru Kelurahan Gurila Kecamatan Siantar Sitalasari.

Hingga kini juga tetap membuka tangan untuk penggarap yang hendak menyelesaikan permasalahan ini.

Hal ini disampaikan Konsultan Hukum PTPN III Adv.Ramses Pandiangan SH., MH kepada NET24JAMI.ID Jumat (8/10/2021).

Kepada awak Media Advokat yang selalu berpenampilan Nyentrik tersebut  menyatakan jika permasalahan ini terjadi sejak tahun 2004 dimana saat itu para penggarap masuk untuk mengolah lahan tersebut yang kebetulan pada saat itu HGU lahan tersebut masih dalam pengurusan.

Pada Januari 2005 SK HGU lahan tersebut Terbit kembali hingga 2029 sehingga setiap tahun Manajemen PTPN III selalu mengirim surat peringatan kepada penggarap agar meninggalkan Areal HGU.

Hal inilah yang memicu ketegangan antara pihak penggarap dengan pihak PTPN III sehingga puncaknya ditahun 2014 terjadi bentrokkan hingga saat ini.

“Mereka bang, bukan diusir begitu saja, Pihak manajemenpun untuk menyelesaikan dan memerintahkan mengosongkan lahan tersebut ada ganti ruginya, banyak sudah yang menerima, tapi ada juga yang tidak mau menerima uang suguh hati itu,”jelas Ramses.

“Uluran tangan dari PTPN III sudah sangat baik dan sangat membantu, bagi para penggarap, harusnya di terima dengan tangan terbuka dan dengan suka cita karena yang di bagikan tahap pertama sangat baik dan pantas,”sambung Ramses.

Lebih lanjut ia juga menyampaikan pesannya kepada penggarap yang tidak mau menerima sugu hati atau tali asih dari PTPN III selaku BUMN, segera meninggalkan lahan HGU PTPN III atau segera mengosongkan rumah atau lahan garapan secara baik baik tanpa harus bergelut dengan Aparat penegak Hukum.

“Karena perintah dari Pusat semua HGU harus di Inventarisasi demi kemajuan dan perkembangan seluruh PTPN III,”pungkasnya.

Ditempat terpisah salah satu penggarap yang tak ingin identitasnya disebutkan tak menampik jika lahan tersebut milik HGU PTPN III dan ia pun ikhlas membongkar sendiri rumahnya yang sudah lama ditempatinya.

“Ngapainlah kita ribut ribut lae, saya akui ini memang bukan hak kami, jika ditanya Sertifikatnya memang kami tidak punya , toh kalau baik baiknya kita selesaikan dengan pihak Perusahaan dapatnya kita kasih uang sugu hati,”pungkasnya

(Bambang)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Demi Kenyamanan Warga Polres Tanjung Balai Tugaskan Personil Jaga Lokasi Rekreasi

9 Mei 2022 - 00:58 WIB

Antisipasi Guantibmas, Polres Dairi Gelar Apel Kesiapan Pengamanan Malam Takbir.

1 Mei 2022 - 14:29 WIB

Jaga Situasi Aman Dan Kondusif, Sat Polairud Polres Tanjung Balai Gelar Patroli

25 April 2022 - 14:40 WIB

Pengurus Sub Rayon AMPI Kelurahan Karang Berombak Giat Bagi TakjilJelang Waktu Berbuka Puasa

25 April 2022 - 08:35 WIB

Proyek MCK TA Tahun 2021 Mangkrak, Kabid Perkim Janji Akan Tinjau Lokasi Proyek

19 Januari 2022 - 08:04 WIB

Unit Reskrim Polsekta Belawan Doorr Dua Residivis Rampok Yang Resahkan Warga

14 Januari 2022 - 04:19 WIB

Trending di Tak Berkategori