Menu

Mode Gelap
Bersama Ratusan Masyarakat Plt Bupati Ikuti Senam Sehat di Car Free Day Caleg Partai PAN Dominasi Lima Kecamatan Di Deli Serdang PSI Tapanuli Utara Geruduk Kantor KPU dan Bawaslu, Ada Apa? 102 Peserta Ikuti Seleksi MTQ Tingkat Kecamatan Bandar Huluan Tahun Baru Imlek 2575 Plt Bupati Labuhanbatu Patroli Dan Kunjungan Ke Vihara Dan Klenteng

Tak Berkategori · 30 Okt 2021 13:43 WIB · waktu baca : ·

Jokowi Apresiasi Kemajuan Kerjasama Pertahanan Indonesia – Perancis


 Jokowi Apresiasi Kemajuan Kerjasama Pertahanan Indonesia – Perancis Perbesar

Presiden Jokowi mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, di Hotel Splendide Royal, Roma, Italia, Sabtu (30/10/2021). (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev).

Jakarta, NET24JAM.ID – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi kemajuan kerja sama pertahanan antara Indonesia dengan Prancis. 

Hal tersebut menjadi salah satu poin pembahasan Presiden Jokowi saat mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Hotel Splendide Royal, Roma, Italia, Sabtu (30/10/2021). 

“Presiden Macron, di pertemuan kali ini saya ingin sampaikan tiga hal. Pertama, saya menyambut baik kemajuan kerja sama pertahanan Indonesia-Prancis. Perjanjian kerja sama pertahanan oleh Menteri Pertahanan kedua negara ditandatangani bulan Juni lalu,” ujar Presiden Joko Widodo. 

Menurut Presiden, perjanjian tersebut juga harus membuka ruang bagi kerja sama yang strategis termasuk produksi bersama. 

Baca Juga:  Polres Pakpak Bharat Berikan Tali Asih Kepada Masyarakat Terdampak Covid-19, Bentuk Keperdulian

Jokowi menyebut, investasi Prancis pada industri alutsista di Indonesia juga akan sangat diapresiasi. Kedua, Presiden Jokowi dan Presiden Macron membahas mengenai perubahan iklim. 

Presiden Jokowi berpendapat bahwa implementasi Perjanjian Paris secara konsisten sangatlah penting. 

“Indonesia memilih bekerja memenuhi komitmen. Komitmen NDC Indonesia sejauh ini sudah berada di track yang benar. Indonesia juga targetkan net zero emission tahun 2060 atau lebih awal dengan dukungan internasional,” jelasnya. 

Lebih lanjut, Presiden menjelaskan bahwa di tengah meningkatnya kebakaran hutan di banyak negara, kebakaran hutan di Indonesia justru berada pada titik paling rendah dalam 20 tahun. 

Indonesia juga berhasil menurunkan tingkat deforestasi secara signifikan. “Saya akan restorasi hutan bakau hingga 600 ribu hektare dalam 3 tahun ke depan. Ini akan menjadi konservasi hutan mangrove terbesar di dunia,” imbuhnya. 

Baca Juga:  Polsek Parongil Bersama Team Satgas Covid-19 Kecamatan, Bubarkan Hajatan Pesta Pernikahan

Terkait dengan energi, pada Agustus lalu, Presiden Jokowi telah mencanangkan transformasi Indonesia menuju energi baru dan terbarukan, serta akselerasi ekonomi berbasis teknologi hijau. 

Untuk itu, Presiden Jokowi mengajak Prancis untuk meningkatkan kerja sama pengembangan teknologi yang terjangkau dan investasi sehingga transformasi energi dan ekonomi dapat berjalan lebih cepat. 

Isu ketiga yang dibahas kedua pemimpin yaitu Presidensi Indonesia di G20 tahun depan. Presiden Jokowi menjelaskan bahwa Presidensi Indonesia akan mengutamakan inklusivitas dalam pemulihan ekonomi dunia pasca pandemi. 

Dengan semangat tersebut, Indonesia memilih untuk mengangkat tema “Recover Together, Recover Stronger“. “Saya harapkan dukungan Prancis untuk keberhasilan Presidensi Indonesia di G20. 

Baca Juga:  Buron Sejak 2015, Begini Akhir Perjalanan Goh Phi Tiam Terpidana Pemalsuan Dokumen

Pada masa Presidensi Indonesia di G20, Prancis juga akan menjabat Presiden bergilir Dewan Uni Eropa. “Ini akan menjadi momen strategis kerja sama Indonesia-Prancis, baik dalam konteks bilateral, ASEAN-UE, maupun G20-UE,” paparnya. 

Selain itu , kedua Presiden juga melakukan tukar pikiran mengenai kerja sama Indo-Pasifik. Presiden Jokowi menyampaikan pentingnya kerja sama ekonomi, pencapaian SDGs, maritim, dan konektivitas di kawasan Indo-Pasifik, sebagaimana termuat dalam ASEAN Outlook on the Indo-Pacific. Kerja sama konkret diyakini akan dapat menurunkan tensi di kawasan Indo-Pasifik. 

Turut hadir mendampingi Presiden dalam pertemuan bilateral tersebut yaitu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. 

(BPMI SETPRES/UN) 

Sumber : Humas Sekretariat Kabinet RI.

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Paskas Ajak Masyarakat Kota Tebing Tinggi Untuk Bersedekah

27 November 2023 - 20:03 WIB

BNN Pinjam Pakai Gedung TC Sosial Untuk Tempat Rehabilitasi Penyalahgunaan Narkoba

5 Oktober 2023 - 11:25 WIB

Cabuli Anak Dibawah Umur Warga Naga Kesiangan Di Jemput Polisi Tebing Tinggi

5 Oktober 2023 - 10:24 WIB

Bahas Sukseskan Pemilu Forkopimda Gelar Rakor Bersama Forkopimcam Bandar Huluan

18 September 2023 - 21:01 WIB

Bupati Buka Talk Show Peran Perempuan Dalam Mewujudkan Kerukunan di Kabupaten Labuhanbatu

14 September 2023 - 09:17 WIB

Malam Perpisahan Sahabat BNN Berlangsung Khidmat

14 September 2023 - 09:09 WIB

Trending di Berita Daerah