Menu

Mode Gelap
Bayi Laki Laki Ditemukan Warga Tergeletak di Pinggir Jalan Polres Taput Lidik Orang Tua Anak Duarrr! Diduga Gudang Oplosan Elpiji Meledak 13 Orang Jadi Korban Kebakaran Kapolres Pelabuhan Belawan Pimpin Sertijab Kasat Narkoba Dan Kasat Lantas Plt. Bupati Hadiri Pelantikan Panwaslu Kecamatan se-Kabupaten Labuhanbatu Pimpinan Forkopimda Labuhanbatu Melepas Pawai Lilin Waisak 2568

Artikel · 11 Okt 2022 23:35 WIB · waktu baca : ·

Inilah 6 Nama Untuk Bumi Pertiwi Sebelum Nama Indonesia


 Inilah 6 Nama Untuk Bumi Pertiwi Sebelum Nama Indonesia Perbesar

Peta Kepulauan Nusantara (Istimewa)

NET24JAM – Negara Kesatuan Republik Indonesia mempunyai sejarah panjang sebelum proklamasi kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945.

Sejarah panjang tersebut mulai dari sejarah agama, kerajaan hingga penjajahan yang berabad-abad lamanya.

Setelah melalui masa yang cukup sulit dengan melawan penjajah akhirnya Indonesia merdeka pada 17 Agustus Tahun 1945.

Sebelum merdeka, Indonesia ternyata mempunyai beberapa nama. Bahkan ada 7 nama untuk bumi pertiwi tempat tumpah darah kita ini sebelum bernama Indonesia.

Dilansir net24jam.id dari berbagai sumber, adalah sebagai berikut : 

1. Dwipantara (Pada 78 Masehi) 

Nama untuk bumi pertiwi pertama kali sebelum bernama Indonesia adalah Dwipantara. Nama ini terdapat dalam catatan kuno bangsa India.

Seperti diketahui, dahulu Indonesia mempunyai banyak kerajaan Hindu dan Agama Hindu berasal dari India. Hindu masuk ke Indonesia pada 78 masehi.

Baca Juga:  Jenazah Almarhum Bripka Anumerta Janwar Sobar Wijaya Dimakamkan

Dwipantara berasal dari dua bahasa Sansekerta yaitu Dwipa yang berarti pulau dan Antara yang berarti luas atau seberang. Sehingga Dwipantara berarti kepulauan yang luas atau lebih dikenal dengan sebutan kepulauan tanah seberang.

2. Nusantara (Tahun 1336)

Setelah berabad-abad kemudian nama Dwipantara berubah jadi Nusantara, yang terkenal sebagai sumber rempah-rempah.

Sebutan Nusantara digunakan pertama kali pada masa kerajaan Majapahit. Hal ini dapat dilihat dari isi Sumpah Palapa yang diucapkan oleh mahapatih Gajah Mada pada Tahun 1336.

Pada masa kerajaan Majapahit meliputi seluruh wilayah Nusantara dengan politik luar negeri yang dikenal dengan “Persahabatan dengan Tetangga”

Hal itu dikuatkan dan tercatat dalam Buku Nagarakertagama karangan Mpuh Prapanca. Nama Nusantara hingga kini masih sering diucapkan sebagai julukan bagi bangsa Indonesia.

3. Hindia (Tahun 1497)

Baca Juga:  Bupati Labuhanbatu Ikuti Wawancara Penilaian Kampung KB Tingkat Nasional Tahun 2023

Nama Nusantara kemudian berganti nama menjadi Hindia pada 1497 setelah kedatangan bangsa Eropa. Nama Hindia diberikan khusus oleh penjelajah asal Portugis, Vasco da Gama yang menemukan pulau Indonesia.

Kala itu pada Tahun 1947 Vasco da Gama mencari rempah-rempah dari Eropa melalui India. Kemudian menemukan gugusan kepulauan yang diberi nama Hindia karena berbatasan dengan Samudera Hindia.

4. Hindia Belanda (Tahun 1596) 

Pada 1596 bangsa Belanda datang ke Hindia hingga menaklukkan Hindia, sehingga nama Hindia berubah jadi Hindia Belanda.

Penambahan kata Hindia sebagai penegasan bahwa Hindia (Indonesia kini) adalah wilayah kekuasaan Belanda.

5. Insulinde (Tahun 1860)

Pada Tahun 1860 seorang penulis ternama Belanda bernama Douwes Dekker mengusulkan nama baru karena jijik mendengar nama Hindia Belanda.

Hal ini karena Belanda telah membuat perlakuan buruk terhadap warga Indonesia, sehingga nama Hindia Belanda mendapatkan stigma buruk di mata internasional.

Baca Juga:  Tanggapi Keluhan Masyarakat Wabup Labuhanbatu Tinjau Jalan Rusak di Pangkatan

Douwes Dekker pun juga sering mengkritik perlakuan penjajah Belanda pada rakyat Indonesia. Sehingga mengusulkan nama baru yakni Insulinde.

6. Malayunesia (Tahun 1869)

Pada 1869 seorang penjelajah asal Inggris mempopulerkan sebuah nama baru untuk Insulinde yaitu Malayunesia (Kepulauan Melayu)

Diberi nama Kepulauan Melayu karena Pulau Melayu yang menguasai lautan. Wilayah yang masuk Kepulauan Melayu tidak hanya Indonesia tapi juga Singapura dan Malaysia.

Kemudian, berkat perjuangan rakyat dari Sabang sampai Merauke, Hindia Belanda merdeka pada Tahun 1945 dan memakai nama Indonesia secara resmi sebagai nama negara yang kita cintai ini.

Nama Indonesia sebenarnya ada sejak Tahun 1850 yang yang diperkenalkan oleh James Richardson Logan dan George Samuel ilmuwan asal Inggris.

Editor : Ridwan

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Plt. Bupati Hadiri Pelantikan Panwaslu Kecamatan se-Kabupaten Labuhanbatu

25 Mei 2024 - 00:22 WIB

Pimpinan Forkopimda Labuhanbatu Melepas Pawai Lilin Waisak 2568

25 Mei 2024 - 00:08 WIB

Manager Operasional Klarifikasi Legalitas PT Koko Samudera

24 Mei 2024 - 23:56 WIB

Dinas PPPA Labuhanbatu Deklarasikan SDN 01 Panai Hulu sebagai Sekolah Ramah Anak

24 Mei 2024 - 23:45 WIB

Pemerintah Tegaskan Berantas Judi Online, Satgas Akan Segera Dibentuk!

23 Mei 2024 - 00:07 WIB

Petugas Rutan Kelas I Medan Gagalkan Penyelundupan Narkoba

22 Mei 2024 - 23:34 WIB

Trending di Berita Terkini